Peringatan keras bagi jemaah haji Gelombang 1 yang akan segera kembali ke Tanah Air melalui Bandara Abdul Basir, Jeddah. Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jemaah untuk benar-benar mematuhi aturan barang bawaan dan dilarang keras menyelundupkan air zam-zam ke dalam koper. Jika nekat melanggar, sanksi tegas sudah menanti.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa pengetatan ini dilakukan demi keselamatan dan kelancaran jadwal penerbangan. Jemaah diminta tidak egois karena barang bawaan yang berlebih atau terlarang bisa berdampak buruk pada seluruh rombongan di kloter tersebut.
"Dampaknya ya barangnya akan kita tinggal atau orangnya kita tinggal. Kalau orangnya ditinggal berarti kan harus ikut ke kloter berikutnya. Dan itu nanti akan sangat merepotkan," ujar Abdul Basir saat diwawancarai di Jeddah, Minggu (31/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basir mengingatkan agar seluruh jemaah tertib dan patuh terhadap regulasi yang sudah ditetapkan. Masalah kelebihan bagasi ini bukan perkara sepele karena taruhannya adalah waktu terbang pesawat yang bisa kacau.
"Iya, kita minta semuanya harus tertib, harus patuh terhadap regulasi. Ini demi kenyamanan bersama. Jangan sampai nanti pesawatnya didelay gara-gara ada jemaah-jemaah yang masih over barang-barangnya kelebihan," tuturnya lagi.
Sesuai aturan, setiap jemaah haji sebenarnya hanya diberikan hak untuk membawa tiga buah tas resmi. Rinciannya adalah satu koper besar dengan bobot maksimal 32 kilogram, satu koper kecil untuk masuk kabin dengan berat paling banyak 7 kilogram, serta satu tas paspor. Di luar tiga tas tersebut, jemaah dilarang membawa barang bawaan lainnya.
Terkait air zam-zam yang kerap menjadi pemicu dibongkarnya koper jemaah, Basir mengimbau jemaah untuk tidak perlu khawatir. Pemerintah sudah menjamin hak air zam-zam jemaah dan telah mengirimkannya lebih awal ke Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu lagi nekat memasukkannya ke dalam koper bagasi maupun kabin.
"Yang utama itu air zam-zam. Jemaah sudah diberikan haknya untuk menerima air zam-zam satu galon di Tanah Air dengan volume 5 liter. Dan saat ini sebagian besar sudah terdistribusikan ke masing-masing asrama haji dan ke kabupaten/kota. Tinggal nanti jemaah ketika pulang mereka bisa mengambil," pungkas Basir.

Komentar Terbanyak
MUI Soroti Rekam Jejak Andrea Bocelli, Desak Konser di Indonesia Dibatalkan
Respons Konser Andrea Bocelli, Pemerintah: Kami Tegak Lurus dengan MUI
Reaksi Menohok Cholil Nafis Usai Sahroni Minta MUI Tak Urusi Konser