Ramadan, bulan penuh rahmat, telah tiba. Pada 10 hari pertama Ramadan dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh untuk memperkuat keimanan dan menyambut fase berikutnya di bulan suci.
Hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dalam kitab sahihnya dan Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman dari Salman Al-Farisi menyebut, "Inilah bulan yang permulaannya (10 hari pertama) penuh dengan rahmat, yang pertengahannya (10 hari pertengahan) penuh dengan ampunan, dan yang terakhirnya (10 hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menahan lapar dan haus, umat Islam juga dianjurkan mengisi waktu dengan berbagai kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan-amalan tersebut tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga membantu membentuk kebiasaan ibadah yang konsisten sepanjang Ramadan.
Amalan yang dianjurkan di 10 hari pertama Ramadan
Hari-hari awal Ramadan dikenal sebagai fase penuh rahmat, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dikutip dari buku Cukupkan Amalan Agama Pasti Jayalah Akherat Yad karya Beny Harjadi, buku Manajemen Diri Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat karya Tobari, dan buku Kamu Jangan malu Doa - Cobain Aja Dulu: Doa-doa khusus untuk Gen Z oleh Tim Entas, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari pertama Ramadan.
1. Membaca Al-Qur'an
Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur'an selama Ramadan. Setidaknya, usahakan khatam satu hingga dua kali dalam sebulan karena pahala membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan dilipatgandakan berkali-kali lipat.
"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca Al-Qur'an semuanya, salat sepanjang malam dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan." (HR Ahmad)
2. Salat Tarawih
Salat Tarawih merupakan salat malam yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar dan dianjurkan untuk dilakukan secara istikamah. Setelah Ramadan berlalu, umat Islam juga dianjurkan tetap menjaga kebiasaan salat malam seperti tahajud.
"Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya." Rasulullah wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR Bukhari dan Muslim)
3. Iktikaf
Sepuluh hari pertama Ramadan merupakan masa penuh rahmat. Meski iktikaf lebih dianjurkan pada sepuluh hari terakhir, umat Islam tetap dapat mulai membiasakan diri berdiam di masjid untuk memperbanyak ibadah sejak awal Ramadan.
"Sesungguhnya Nabi selalu iktikaf pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beriktikaf sesudah beliau." (Muttafaqun 'alaih)
4. Sedekah
Memberikan sedekah, terutama kepada orang yang berpuasa, sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Pahala sedekah di bulan suci ini dilipatgandakan, bahkan orang yang memberi makanan berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya.
"Rasulullah adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril menemui beliau,..." (HR Bukhari)
5. Salat Berjamaah
Salat berjamaah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada bulan Ramadan. Ibadah ini perlu diutamakan, khususnya bagi kaum pria karena salat berjamaah memiliki kedudukan yang wajib bagi laki-laki muslim.
Teladan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan salat berjamaah, bahkan ketika dalam kondisi sakit maupun saat cuaca tidak menentu.
6. Memperbanyak Silaturahmi
Memperbanyak silaturahmi dan menjaga hubungan baik dengan sesama juga termasuk bentuk ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadan. Sebab, silaturahmi dapat mempererat ukhuwah serta menambah pahala di bulan penuh keberkahan ini.
7. Berdoa kepada Allah SWT
Berdoa kepada Allah SWT merupakan amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Bulan suci ini dikenal sebagai waktu penuh keberkahan, sehingga setiap doa memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan. Rasullulah SAW bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ : الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi." (HR Tirmidzi)
8. Dzikir
Memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT sangat dianjurkan, khususnya pada 10 hari pertama Ramadan. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih sering beristighfar serta memohon rahmat dan keberkahan, agar Ramadan yang dijalani menjadi lebih bermakna dan penuh kebaikan.
Dalam hadits disebutkan, "Barang siapa yang berdzikir kepada Allah di bulan Ramadan, maka akan diampuni dosa-dosanya." (HR At-Tirmidzi)
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan membaca doa-doa khusus pada 10 hari pertama Ramadan, sebagai bentuk permohonan rahmat dan keberkahan di awal bulan suci. Adapun bunyi bacaannya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allahumma arhamni yaa arhamar raahimin
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepadaku, wahai Dzat Yang Maha Pengasih."
Dzikir dan doa bukan hanya mendekatkan kita kepada Allah SWT, tetapi juga memberi ketenangan hati dan pikiran dalam menjalani ibadah puasa.
9. Memperbanyak Salat Sunnah
Selain melaksanakan salat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat sunnah seperti tahajud, duha, Tarawih, dan rawatib. Ibadah-ibadah sunnah tersebut dapat menambah pahala sekaligus membantu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di samping itu, salat sunnah juga berfungsi sebagai pelengkap yang dapat menyempurnakan kekurangan dalam pelaksanaan salat fardhu.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadan dengan satu kebaikan, maka nilainya seperti orang yang melakukan kewajiban di bulan lainnya." (HR Ibnu Khuzaimah)
Memanfaatkan waktu dengan memperbanyak salat sunnah menjadi salah satu cara terbaik untuk meraih keberkahan di awal Ramadan.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Israel Serang Gaza dengan Senjata Pemusnah Tubuh, MUI Pertanyakan Peran Board of Peace
Perkiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU
Hilal Tak Terlihat di RI, Awal Puasa Ramadan 2026 Tak Serentak