Israel kembali menyerang Gaza, Palestina dengan senjata thermal serta bom vakum. Berdasarkan laporan Al Jazeera, senjata itu digunakan untuk membombardir warga sipil.
Berkaitan dengan itu, Majelis Ulama Indonesia menyebut penggunaan senjata itu jadi bentuk kebiadaban yang melampaui batas kemanusiaan serta nurani. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan dirinya geram setelah membaca pemberitaan terkait penggunaan senjata thermal dan bom vakum tersebut pada warga sipil Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya shock dan sekaligus geram membaca hasil investigas yang disampaikan Al Jazeera terkait dugaan penggunaan senjata Thermal atau bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza. Ini menelan korban lenyap seketika tak tersisa sebesar 2.842 orang," ujarnya, dikutip dari situs resmi MUI pada Selasa (17/2/2026).
Menurut penuturannya, informasi tentang ribuan warga Palestina yang lenyap tanppa jejak akibat suhu ekstrem yang dihasulkan senjata ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan.
"Senjata yang mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat celcius dan menyebabkan tubuh manusia hancur tanpa sisa adalah bentuk kekerasan yang sangat menjijikan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional," ungkap Prof Sudarnoto.
Dia menegaskan jika penggunaan senjata itu terbukti dilakukan Israel maka ini menjadi pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa serta norma-norma hukum internasional. MUI meminta dunia internasional agar tidak diam, terlebih membiarkan adanya standar ganda pada penegakan hukum serta hak asasi manusia (HAM).
Setiap bentuk kejahatan harus diusut secara independen dan transparan. Para pelakunya juga harus dimintai pertanggungjawaban.
Kemudian, MUI juga mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertanggung jawab atas dosa kemanusiaan Israel yang selalu dibiarkan dan didukung.
"Majelis Ulama Indonesia memandang bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina bukan hanya isu nasional, melainkan persoalan moral dan kemanusiaan universal," jelas Prof Sudarnoto.
MUI mengutuk keras setiap bentuk penggunaan senjata yang menghancurkan secara membabi bta dan menargetkan atau berdampa pada warga sipil. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri itu menegaskan tindakan tersebut mempertegas adanya krisis kemanusiaan yang sangat serius di Gaza.
"Tindakan seperti ini semakin mempertegas bahwa yang terjadi di Gaza adalah krisis kemanusiaan yang sangat serius dan memerlukan respons global yang tegas," terang Prof Sudarnoto.
Selain itu, MUI juga mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) serta komunitas internasional untuk segera membentuk investigasi independen yang kredibel, memastikan perlindungan bagi warga sipil dan menghentikan segala bentuk pasokan senjata yang berpotensi memperparah penderitaan rakyat Palestina.
MUI meyerukan agar seluruh muslim dan masyarakat internasional yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan harus terus menyuarakan keadilan. Solidaritas terhadap Palestina tidak boleh surut, dan dukungan kemanusiaan harus diperkuat, serta tekanan diplomatik harus ditingkatkan agar agresi ini segera dihentikan.
Prof Sudarnoto menegaskan Board of Peace semakin menunjukkan diri sebagai badan yang justru ikut andil menghancurkan martabat dan kedaulatan Palestina. Presiden AS Donald Trump bungkam, sedangkan Board of Peace menghancurkan di balik kata damai. Dia menilai, perdamaian tak mungkin terwujud jika keadilan tidak ditegakkan.
"Saya ingin serukan kemanusiaan harus dimenangkan. Dan penjajahan dalam bentuk apa pun di atas dunia ini harus dihapuskan," tandasnya.
(aeb/erd)












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan