Dzikir Ramadan 1-10 Hari Pertama Beserta Bacaan dan Artinya

Langkah Emas Raih Kemenangan

Dzikir Ramadan 1-10 Hari Pertama Beserta Bacaan dan Artinya

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 19 Feb 2026 12:01 WIB
Ilustrasi dzikir
Ilustrasi dzikir 10 hari pertama Ramadan. Foto: Freepik
Jakarta -

Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk berdzikir. Sepuluh hari pertama Ramadan dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk dzikir sebagai bentuk mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 41,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya."

Menukil buku Zikir Obat Hati oleh Muhammad Akrom, salah satu keutamaan berdzikir juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW,

ADVERTISEMENT

"Tiada sesuatu kaum pun yang duduk-duduk sambil berdzikir kepada Allah, melaikan dikelilingi oleh para malaikat dan ditutupi oleh kerahmatan serta turunlah kepada mereka itu ketenangan dalam hati mereka dan Allah SWT mengingatkan mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisinya (yakni disebut-sebutkan hal ihwal mereka itu di kalangan para malaikat)." (HR Muslim)

Dzikir termasuk amalan ringan, tetapi memiliki pahala besar. Selain dapat dibaca setelah salat, dzikir juga bisa diamalkan kapan saja, seperti saat bekerja, beristirahat, maupun menjelang berbuka puasa.

Lantas, apa saja bacaan dzikir Ramadan 1-10 yang dianjurkan? Berikut ulasannya.

Bacaan Dzikir Ramadan 1-10 Hari Pertama

Mengutip penjelasan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, buku Ihya 345 Sunnah Nabawiyah karya Raghib As-Sirjani, dan buku Zikir Obat Hati susunan Muhammad Akrom, berikut beberapa bacaan dzikir yang dapat diamalkan selama bulan Ramadan, terutama pada 10 hari pertama yang dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT.

1. Bacaan Tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Latin: Laa ilaaha illa Allaahu

Artinya: "Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."

2. Tahlil Lengkap

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Latin: Laa ilaaha illa Allaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu."

3. Bacaan Tasbih

سُبْحَانَ اللَّهِ

Latin: Subhaanallah

Artinya: "Maha Suci Allah."

4. Bacaan Tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

5. Bacaan Takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

6. Bacaan Istighfar

أَسْتَغْفِرُ الله

Latin: Astaghfirullah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

7. Dzikir Empat Kalimat Utama

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhaanallah, wal hamdu lillaah, wa laa ilaaha illa Allah, wallaahu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Bacaan dzikir ini lebih disukai Rasulullah SAW daripada dunia dan seisinya.

8. Dzikir Tasbih Pujian

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaanallah wa bihamdihi

Artinya: "Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya

9. Dzikir Tasbih Agung

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ

Latin: Subhaanallah wa bihamdihi, subhaanallaahil 'adzhiim

Artinya: "Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung."

Dua kalimat ini adalah dzikir yang paling Allah SWT sukai, paling berat timbangan nya di akhirat, dan ringan untuk diucapkan. Membaca dzikir ini sebanyak seratus kali dalam sehari, akan diampuni dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan. (HR Bukhari dan Muslim)

10. Dzikir Lainnya

رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبّاً، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنَا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُولاً

Latin: Radhiitu billaahi rabba, wa bil islaami diinan, wa bi muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama rasuulan

Artinya: "Aku rela Allah sebagai Rabb (ku), Islam sebagai agama (ku), dan Nabi Muhammad sebagai rasul (ku)."

Manfaat Berdzikir kepada Allah SWT

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al Wabilush Shoyyib, seperti dinukil dalam buku Dzikir Pagi dan Petang karya Ust. Fadli Ramadhan, merangkum sejumlah manfaat dzikir yang bisa dirasakan oleh setiap muslim.

Ia menjelaskan, dzikir bukan sekadar amalan lisan, tetapi ibadah yang membawa banyak kebaikan bagi hati dan kehidupan. Berikut sejumlah manfaat dzikir yang disebutkan:

1. Terhindar dari Godaan Setan

Dzikir menjadi benteng bagi seorang hamba dari godaan setan yang terus berusaha menyesatkan manusia.

2. Mendatangkan Ridha Allah SWT

Orang yang gemar berdzikir akan memperoleh keridhaan Allah karena senantiasa mengingat-Nya dalam berbagai keadaan.

3. Menghilangkan Kegelisahan dan Kesedihan

Hati yang gundah dan gelisah bisa menjadi tenang dengan memperbanyak dzikir.

4. Membuat Hati Lebih Lapang dan Bahagia

Dzikir menghadirkan rasa tenteram sehingga hidup terasa lebih ringan dan penuh kegembiraan.

5. Menguatkan Hati dan Badan

Selain berdampak pada ketenangan batin, dzikir juga memberi kekuatan pada diri seseorang dalam menjalani aktivitas.

6. Menerangi Hati dan Wajah

Orang yang rajin berdzikir akan diberi cahaya pada hatinya dan terpancar pada wajahnya.

7. Mendatangkan Rezeki

Dzikir menjadi salah satu sebab terbukanya pintu rezeki dari Allah SWT.




(kri/kri)
ramadan penuh hikmah

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads