Tata Cara Sholat Hajat agar Keinginan Lebih Mudah Dikabulkan

Tata Cara Sholat Hajat agar Keinginan Lebih Mudah Dikabulkan

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 12 Feb 2026 19:16 WIB
Ilustrasi sholat hajat
Ilustrasi sholat hajat (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Setiap manusia pasti memiliki harapan, impian, atau masalah hidup yang ingin segera mendapatkan solusi. Dalam Islam, selain berusaha secara lahiriah, kaum muslimin sangat dianjurkan untuk mengetuk pintu langit melalui ibadah.

Salah satu wasilah yang paling utama adalah dengan menunaikan sholat hajat. Bagaimana caranya? Simak waktu terbaik, hingga bacaan doanya agar keinginan segera dikabulkan oleh Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Sholat Hajat?

Menurut Arif Rahman dalam karyanya, Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW, sholat hajat dikategorikan sebagai ibadah sunnah. Ibadah ini memiliki fleksibilitas waktu, sehingga dapat ditunaikan kapan pun kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan secara syariat.

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan khusus ketika seseorang memiliki keperluan atau hajat tertentu, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Dasar pelaksanaan sholat ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad:

ADVERTISEMENT

"Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, lalu mendirikan sholat dua rakaat secara sempurna, maka Allah akan mengabulkan apa yang ia minta, baik secara cepat maupun lambat." (HR Ahmad).

Berbeda dengan sholat fardhu, sholat hajat bersifat munfarid atau dilakukan secara sendirian (tidak berjamaah).

Sholat Hajat Paling Mustajab Jam Berapa?

Secara umum, sholat hajat bisa dilaksanakan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat.

Namun, menurut para ulama, waktu yang paling mustajab untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir, di mana pintu langit dibuka lebar bagi mereka yang berdoa.

Hal ini dijelaskan dalam buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Malam manakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allah SWT)?", Rasulullah bersabda, "Pada tengah malam." (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, 'Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Ku-berikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni." (HR Bukhari dan Muslim)

Jumlah rakaat sholat hajat minimal adalah dua rakaat dan maksimal hingga dua belas rakaat.

Niat Sholat Hajat

Sama seperti ibadah lainnya, niat menjadi pembeda utama. Berdasarkan buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa, berikut adalah bacaan niatnya yang bisa diamalkan di dalam hati:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushollii sunnatal haajati rok'aataini lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Hajat Lengkap

Mahmud asy-Syafrowi dalam bukunya Shalat Tahajud dan Shalat Hajat menjelaskan urutan gerakan sholat hajat sebagai berikut:

  1. Niat (di dalam hati).
  2. Takbiratul Ihram.
  3. Membaca Doa Iftitah.
  4. Membaca Al-Fatihah diikuti dengan surah pendek dari Al-Qur'an.
  5. Ruku' dengan membaca tasbih tiga kali.
  6. I'tidal.
  7. Sujud pertama (membaca tasbih tiga kali).
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang gerakan yang sama hingga sujud terakhir.
  11. Tasyahud Akhir dan Salam.

Doa Setelah Sholat Hajat

Agar permohonan segera diijabah oleh Allah SWT, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa usai menunaikan sholat hajat. Merujuk pada buku Doa-Doa Mustajabah karya Abu Qalbina, berikut adalah rangkaian doanya.

Sebagaimana dipaparkan dalam Kitab Ta'Jul Jamil Lil Ushul, rangkaian doa usai sholat hajat dapat dimulai dengan melafalkan istighfar sebanyak 100 kali atau sekurang-kurangnya 33 kali, yang kemudian diikuti dengan pembacaan sholawat Nabi dalam jumlah yang serupa.

Selain itu, terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA dalam Kitab Jami' al-Tirmidzi yang mengisahkan bahwa saat Rasulullah SAW menghadapi persoalan berat, beliau akan menengadahkan wajah ke langit sambil memanjatkan doa dengan penuh kesungguhan:

يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ

Arab latin: Ya Hayyu ya Qayyum

Artinya: "Wahai Sang Maha Hidup dan Sang Maha Mandiri."

Kemudian bisa dilanjutkan dengan bacaan doa di bawah ini:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Arab latin: La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil 'arsyil 'azhim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'aza'ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada' li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan penguasa singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku mohon kepada-Mu segala hal yang bisa menghadirkan rahmat-Mu dan dorongan kuat untuk mendapatkan ampunan-Mu, luapan segala kebajikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan biarkan dosa menghampiriku kecuali Engkau mengampuninya, jangan biarkan kesedihan menghinggapiku kecuali Engkau memberikan jalan keluarnya, dan tiada suatu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat yang Maha Kasih di antara para pengasih."

Wallahu a'lam.




(hnh/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads