- Adab Ziarah Kubur 1. Mengucap Salam 2. Tidak Mengenakan Alas Kaki di Kuburan 3. Membaca Surat Pendek 4. Mendoakan Mayat 5. Tidak Duduk dan Berjalan di Atas Kuburan 6. Menyiram Air 7. Niat Ikhlas Karena Allah SWT 8. Suci dari Hadats 9. Hindari Kemusyrikan 10. Menjaga Kesucian Area Makam
- Doa Ziarah Kubur 1. Doa Ziarah Kubur versi Pendek 2. Doa Ziarah Kubur Versi Panjang
- Hukum Perempuan Ziarah Kubur Menurut Ulama
- Perempuan Boleh Ziarah Kubur Asal Menjaga Adab
- Tujuan Ziarah Kubur bagi Perempuan
Ziarah kubur merupakan kegiatan yang sering dilakukan untuk memberikan doa bagi keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia.
Selain menjadi momen untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat, ziarah kubur juga harus dilakukan dengan mengikuti adab sesuai sunnah Rasulullah SAW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adab Ziarah Kubur
Dikutip dari Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani dan buku Saku Yaasiin & Tahlil Dilengkapi al-Kahfi, al-Waqiah yang diterbitkan Tim Mutiara Media, berikut ini adalah adab ziarah kubur yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
1. Mengucap Salam
Adab pertama dalam ziarah kubur adalah mengucapkan salam. Peziarah dianjurkan untuk menyampaikan salam kepada penghuni kuburan yang beragama Islam.
Ø§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØ§ØąŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØĨŲŲŲŲØ§ ØĨŲŲŲ Ø´ŲØ§ØĄŲ اŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ØŲŲŲŲŲŲ ØŖŲØŗŲØŖŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲŲØŠ
Arab Latin: Assalaamu 'alaikum ahlad diyaari minal mu`miniina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu bikum Laahiquun. As`alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyah.
Artinya: "Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaallah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan dan kalian semua." (HR Muslim)
2. Tidak Mengenakan Alas Kaki di Kuburan
Saat berziarah, umat Islam dianjurkan untuk melepas alas kaki saat melangkah di atas kuburan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada penghuni makam. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya." (HR Abu Daud)
3. Membaca Surat Pendek
Adab ziarah kubur lainnya adalah membaca surat pendek saat berziarah kubur. Amalan ini memberikan pahala bagi peziarah yang membacanya dengan ikhlas.
Selain itu, bacaan surat pendek diharapkan dapat mendatangkan rahmat bagi mayit yang dikunjungi. Dengan begitu, ziarah kubur tidak hanya bermanfaat bagi yang masih hidup, tetapi juga bagi mereka yang telah meninggal dunia.
4. Mendoakan Mayat
Rasulullah SAW mengunjungi makam para sahabatnya untuk mendoakan mereka serta memohon ampunan bagi mereka. Saat berdoa, dianjurkan untuk menghadap kiblat dan diperbolehkan mengangkat tangan.
Menangis ketika berziarah kubur tidak dilarang, sebagaimana Rasulullah SAW juga pernah menangis saat mengunjungi makam ibunya. Namun, kesedihan tersebut sebaiknya tidak berlebihan hingga berubah menjadi ratapan atau tangisan yang berlarut-larut.
5. Tidak Duduk dan Berjalan di Atas Kuburan
Salah satu adab yang harus diperhatikan saat berziarah kubur adalah menghindari duduk atau berdiri di atas makam. Namun, diperbolehkan berjalan di sisi atau di antara makam-makam yang ada. Rasulullah SAW bersabda,
"Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim)
6. Menyiram Air
Menyiram air di atas makam saat berziarah diperbolehkan dalam Islam. Hal ini didasarkan pada salah satu hadits yang menyebutkan praktik tersebut.
"Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya." (HR Abu Daud)
7. Niat Ikhlas Karena Allah SWT
Ziarah kubur hendaknya dilakukan dengan niat ikhlas hanya karena Allah. Tujuannya mendoakan ahli kubur agar amal kebaikannya diterima dan dosa-dosanya diampuni Allah.
8. Suci dari Hadats
Seorang peziarah dianjurkan dalam keadaan suci, baik dari hadas kecil maupun hadas besar.
9. Hindari Kemusyrikan
Jangan melakukan hal-hal bertentangan dengan ajaran Islam, misalnya meminta kepada orang mati agar hajat terkabul, membawa dupa, atau bermeditasi di makam.
10. Menjaga Kesucian Area Makam
Jangan melakukan hal yang tidak pantas, seperti buang air besar atau kecil di area pemakaman.
Doa Ziarah Kubur
Doa saat ziarah kubur merupakan salah satu adab penting yang dianjurkan Rasulullah SAW. Berdasarkan Buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza, berikut panduan doa ziarah kubur yang bisa dibaca.
1. Doa Ziarah Kubur versi Pendek
Doa pendek ini dibaca ketika berkunjung ke makam,
Ø§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ØŖŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲØ§Øą Ų ŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ŲŲ ŲØŗŲŲ ŲŲ ŲØĨŲØ§ ØĨŲ Ø´Ø§ØĄ اŲŲŲ Ø¨ŲŲ ŲØ§ØŲŲŲ ØĒŲØŗŲØŖŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲØŠ
Arab Latin: Assalaamu'alaikum ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allaahu bikum laahiquun, nas'alullaaha lanaa wa lakumul'aafiyah
Artinya: "Keselamatan semoga tercurah kepada para penghuni kubur dari golongan mukmin dan muslim. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian semua." (HR Ibnu Majah)
2. Doa Ziarah Kubur Versi Panjang
Selain doa pendek, terdapat doa panjang yang bisa dibaca untuk mendoakan ahli kubur agar mendapat ampunan dan rahmat Allah. Ini bacaan doanya,
اŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲ ŲŲØšŲاŲŲŲŲ ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲØ ŲŲØŖŲŲŲØąŲŲ Ų ŲŲØ˛ŲŲŲŲŲØ ŲŲŲŲØŗŲŲØšŲ Ų ŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲØ ŲŲØ§ØēŲØŗŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲØĢŲŲŲŲØŦŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØąŲØ¯ŲØ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ°ŲŲŲŲŲØ¨Ų ŲØ§ŲŲØŽŲØˇŲØ§ŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ¨Ų اŲŲØŖŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲØ ŲŲØŖŲØ¨ŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲا ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲŲŲØ ŲŲØ˛ŲŲŲØŦŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲØ ŲŲØŖŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲØ ŲŲØŖŲØšŲØ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲØąŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§Øą, ŲŲØ§ŲŲØŗŲØŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØąŲŲŲØ ŲŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ
Arab Latin: AllahummaghfÃŦrlahu warhamhu wa 'aafÃŦhÃŦ wa'fu anhu, wa akrÃŦm nuzuulahu wawassÃŦ' madholahu, waghsÃŦlhu bÃŦl maa'ÃŦ watssaljÃŦ walbaradÃŦ, wa naqqÃŦhÃŦ mÃŦnaddzzunubÃŦ wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mÃŦnad danasÃŦ. WabdÃŦlhu daaran khaÃŦran mÃŦn daarÃŦhÃŦ wa zaujan khaÃŦran mÃŦn zaujÃŦhÃŦ. Wa adkhÃŦlhul jannata wa aÃŦdzhu mÃŦn adzabÃŦl qabrÃŦ wa mÃŦn adzabÃŦnnaarÃŦ wafsah lahu fÃŦ qabrÃŦhÃŦ wa nawwÃŦr lahu fÃŦhÃŦ.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Berikanlah keselamatan dan maaf kepadanya. Hormati tempat tinggalnya, luaskan masuknya, mandikan dengan air, es, dan embun. Bersihkan dia dari dosa seperti Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikan rumahnya dengan yang lebih baik, istri dengan yang lebih baik. Masukkan ke surga, lindungi dari azab kubur dan neraka, lapangkan kuburnya, dan terangi di dalamnya." (HR Muslim)
Hukum Perempuan Ziarah Kubur Menurut Ulama
Mengutip dari buku Fiqh Wanita Empat Mazhab oleh Dr. Muhammad Utsman al-Khasyat, dijelaskan bahwa terdapat perbedaan hukum perempuan melakukan ziarah kubur oleh para ulama.
Sebagian ulama, termasuk Imam Ibnu Taimiyah, berpendapat bahwa perempuan sebaiknya tidak melakukan ziarah kubur. Sebagian ulama Mazhab Hanafi dan mayoritas ulama Mazhab Syafi'i dan Hambali menilai makruh bagi perempuan muda untuk ziarah kubur.
Sementara, menurut Mazhab Maliki, perempuan yang sudah tidak menarik bagi laki-laki hukumnya sama seperti laki-laki, yaitu boleh ziarah kubur.
Ada juga ulama dari Mazhab Hanafi, Imam Malik, dan Imam Ahmad yang membolehkan perempuan berziarah kubur, asalkan mengikuti adab yang benar.
Perempuan tidak boleh berziarah kubur jika mereka tidak bisa menjaga adab, misalnya, berteriak histeris, berdandan atau menampilkan diri berlebihan (tabarruj), menampar pipi, atau meratap berlebihan.
Perempuan Boleh Ziarah Kubur Asal Menjaga Adab
Imam Muslim dan Imam Ahmad meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah SAW mengajari Aisyah RA apa yang diucapkan ketika berziarah kubur. Aisyah bertanya, "Apa yang harus aku ucapkan kepada mereka (penghuni makam kaum muslimin), wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Ucapkanlah: 'Semoga kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada para penghuni makam, yakni dari kalangan kaum mukminin dan kaum muslimin. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita, baik yang wafat lebih dahulu maupun yang masih hidup. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian (wahai para penghuni kubur).'" (HR Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa perempuan boleh berziarah kubur selama mengikuti adab yang diajarkan Nabi SAW.
Kemudian, Imam Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Mulaikah, bahwa Aisyah RA pernah pulang dari makam saudaranya, Abdurrahman bin Abu Bakar. Saat ditanya, "Bukankah Rasulullah Saw melarang ziarah kubur?"
Aisyah menjawab, "Dahulu beliau memang melarang, tetapi kemudian memerintahkan kami untuk berziarah kubur." (Hadits shahih, Adz-Dzahabi)
Ini menunjukkan bahwa izin ziarah kubur berlaku umum, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Tujuan Ziarah Kubur bagi Perempuan
Rasulullah Saw membolehkan ziarah kubur agar semua orang, termasuk perempuan, karena ziarah kubur bisa membuat seseorang mengambil pelajaran dari kematian dan mengingat kehidupan akhirat nanti. Beliau bersabda,
"Ziarah kubur dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan kepada kehidupan akhirat."
Kesimpulannya adalah perempuan boleh berziarah kubur selama ia bisa menjaga adab dan kesopanan, tidak menangis atau meratap berlebihan, mengucapkan doa dan salam sesuai ajaran Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, namun kini silakan berziarah kubur."
(dvs/dvs)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Kisah Wanita Pemberani 'Sang Perisai Rasulullah' di Perang Uhud
MUI: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Keterlibatan RI di Board of Peace