Bolehkah Menangis di Makam saat Ziarah Kubur?

Bolehkah Menangis di Makam saat Ziarah Kubur?

Tia Kamilla - detikHikmah
Minggu, 08 Feb 2026 11:00 WIB
Bolehkah Menangis di Makam saat Ziarah Kubur?
ilustrasi ziarah kubur. Foto: Getty Images/Enes Evren
Jakarta -

Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk mendoakan orang yang telah meninggal dan mengingat kematian. Dalil tentang diperbolehkannya ziarah kubur terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dari Buraidah, Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan 'hujran' (ucapan-ucapan batil)." (HR Muslim)

Saat berziarah, banyak orang tak bisa menahan air mata, baik karena rasa rindu, rasa bersalah, maupun kesadaran bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bolehkah menangis di makam saat ziarah kubur menurut Islam? Simak penjelasan tentang adab dan batasan yang perlu dipahami mengenai ziarah kubur.

Bolehkah Menangis di Makam saat Ziarah Kubur?

Menurut buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, menangis di makam saat ziarah kubur diperbolehkan selama tidak berlebihan. Air mata yang wajar diperbolehkan karena Rasulullah SAW pun pernah menangis ketika menziarahi makam ibunya. Namun, umat Islam dilarang meratap berlebihan, meraung, atau merobek pakaian saat berziarah.

ADVERTISEMENT

Selain menangis, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan jenazah. Rasulullah SAW pernah menziarahi kuburan sahabatnya untuk memohon ampun dan rahmat bagi mereka. Jika jenazah adalah seorang musyrik atau kafir, maka tidak diperbolehkan mendoakan atau memintakan ampunan untuknya.

Saat berdoa, boleh mengangkat tangan, tetapi tidak dianjurkan menghadap langsung ke kuburan, sebaiknya menghadap kiblat.

Selain itu, posisi berdiri saat berziarah lebih disunnahkan. Dengan demikian, berziarah dengan berdiri sambil mendoakan jenazah merupakan adab yang sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Tujuan Ziarah Kubur untuk Umat Islam

Ziarah kubur bukan sekadar mengunjungi makam dan berdoa, tapi juga memiliki makna penting bagi kehidupan sehari-hari umat Islam. Setidaknya, terdapat tiga tujuan utama dari ziarah kubur:

1. Mengingat Kematian

Berjalan di depan pemakaman seringkali mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini tidak kekal. Kematian bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi.

Dengan berziarah, umat Islam diingatkan untuk introspeksi diri, memperbanyak amal kebaikan, dan menggunakan waktu sebaik mungkin agar hidup tidak sia-sia.

2. Mendoakan Kebaikan bagi Orang yang Telah Wafat

Dalam hadits riwayat Aisyah RA, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW,

"Bagaimana yang harus aku ucapkan wahai Rasulullah, yaitu dalam ziarah kubur?" Beliau menjawab,

"Ucapkanlah, salam sejahtera pada penduduk makam ini dari kaum beriman dan muslimin. Semoga Allah mengasihi orang-orang yang terdahulu dari kalian dan kami serta orang-orang yang terkemudian. Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul bersama kalian." (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW membolehkan mendoakan orang yang telah meninggal dengan doa baik. Beliau sendiri mengajarkan doa ziarah kubur kepada Aisyah RA sebagai tuntunan.

3. Termotivasi untuk Memperbanyak Amal Baik

Ziarah kubur juga berfungsi sebagai pengingat agar memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW mengajarkan berbagai amalan sunnah, termasuk ziarah kubur, karena amalan sederhana ini memiliki makna yang mendalam. Ziarah tidak hanya membawa keberkahan bagi yang berziarah, tetapi juga untuk orang yang diziarahi.

Agar ziarah kubur sesuai syariat, umat Islam perlu memahami adab dan hal-hal yang tidak diperbolehkan selama pelaksanaannya, sehingga ibadah ini tetap menjadi amalan yang bernilai.

Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Berziarah ke kuburan merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Agar ziarah menjadi amal kebaikan, berikut beberapa adab ziarah kubur sesuai sunnah Rasulullah SAW:

1. Mengucapkan Salam

Peziarah disunnahkan menyampaikan salam kepada penghuni kuburan muslim. Ucapan salam yang dianjurkan adalah,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدَّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَا حِقُونَ ، أَنْتُمْ لَنَ فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ اللَّهِ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

Arab Latin: Assalāmu 'alaikum ahlad-diyāri minal-mu'minīna wal-muslimīn, wa innā in syā'allāhu bikum lāḥiqūn, antum lanā faraṭun, wa naḥnu lakum taba', as'alullāhal-'āfiyata lanā wa lakum.

Artinya: "Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua." (HR. Muslim).

2. Tidak Memakai Sandal di Atas Kuburan

Hendaknya melepas alas kaki saat berjalan di atas pekuburan sebagai bentuk penghormatan. Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai orang yang memakai sandal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat, dan tatkala ia mengetahui yang menegurnya adalah Rasulullah SAW, ia melepas dan melempar sandalnya." (HR. Abu Daud)

Namun, jika tanah panas atau basah, diperbolehkan memakai sandal.

3. Membaca Surat Pendek

Membaca surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas saat berziarah termasuk sunnah. Peziarah mendapat pahala dan mayit diharapkan menerima rahmat.

4. Mendoakan Mayit

Rasulullah SAW selalu mendoakan sahabat yang telah meninggal. Bagi musyrik atau kafir, doa dan permohonan ampun tidak diperbolehkan. Saat berdoa, disarankan menghadap kiblat, tidak langsung menghadap kubur, dan boleh mengangkat tangan.

5. Berziarah dalam Posisi Berdiri

Sunnah berziarah sambil berdiri, termasuk ketika mendoakan jenazah.

6. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan

Rasulullah SAW bersabda,

"Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR. Muslim)

Namun, masih diperbolehkan untuk berjalan di samping atau di antara pusara kubur.

7. Menyiramkan Air di Atas Makam

Disunnahkan menyiram air di atas kuburan, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW,

"Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram air di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya." (HR. Abu Daud)

8. Tidak Menaburkan Bunga

Menabur bunga ketika ziarah kubur bukan bagian dari ajaran Islam yang dianjurkan. Hingga kini, tidak ditemukan dalil khusus yang menyebutkannya, baik dari Al-Qur'an maupun hadits.

9. Hindari Perbuatan yang Tidak Pantas

Aktivitas seperti makan, minum, tertawa, banyak berbicara, atau membaca Al-Qur'an dengan suara keras di area kuburan sebaiknya dihindari. Berfoto atau bergaya juga tidak pantas, karena ziarah bertujuan untuk mengingat kematian dan mendoakan mayit.

10. Tidak Mengkhususkan pada Hari Tertentu

Ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja. Tidak ada ketentuan khusus seperti hari Jumat, hari ke tujuh kematian, atau hari raya. Tujuannya adalah mengingat kematian dan mendoakan yang telah meninggal.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads