Bolehkah Ziarah Kubur Saat Nisfu Syaban?

Bolehkah Ziarah Kubur Saat Nisfu Syaban?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 03 Feb 2026 08:45 WIB
Bolehkah Ziarah Kubur Saat Nisfu Syaban?
Ilustrasi ziarah kubur (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Ziarah kubur sering dilakukan oleh muslim, khususnya di Indonesia. Tujuan dari ziarah kubur sendiri mengunjungi makam keluarga, kerabat, teman dan sebagainya yang sudah meninggal dunia.

Dalam Islam, anjuran ziarah kubur disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW berikut:

"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah. Karena dengannya, akan bisa mengingatkan pada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan hujr (ucapan yang buruk)." (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari buku Adab Berziarah Kubur untuk Wanita susunan Mutmainah Afra Rabbani, ziarah kubur jadi amalan pengingat akhirat dan kematian. Karenanya, ziarah kubur diperbolehkan selama tidak dilakukan dengan niatan maksiat seperti syirik atau musyrik.

ADVERTISEMENT

Jelang Ramadan kira-kira pada bulan Syaban, muslim Indonesia berbondong-bondong melakukan ziarah kubur. Ini menjadi tradisi tahunan sebelum datangnya puasa Ramadan.

Lantas, bolehkah muslim ziarah kubur saat Nisfu Syaban?

Ziarah Kubur ketika Nisfu Syaban Apakah Boleh?

detikHikmah tidak menemukan dalil khusus anjuran ziarah kubur ketika Nisfu Syaban maupun bulan Syaban. Sebagaimana diketahui, momen Nisfu Syaban jatuh pada 15 Syaban dan sering diisi dengan berbagai amalan seperti tadarus, sholat malam, puasa sunnah dan lain sebagainya.

Adapun ziarah kubur ketika bulan Syaban mengacu pada keutamaan Syaban itu sendiri. Dari Rasulullah SAW berikut hadits keistimewaan Syaban.

"Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan rajab dan Ramadan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR Dawud dan An Nasa'i)

Dinukil dari buku Masa-il Diniyyah susunan Kholil Abou Fateh, hadits anjuran ziarah kubur merupakan hadits umum tanpa ketentuan waktu diperbolehkan maupun dilarang. Dengan begitu, ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja tanpa ketentuan waktu.

Amalan Nisfu Syaban

Mengacu pada sumber yang sama, ada beberapa amalan Nisfu Syaban yang bisa dilakukan musim. Perlu dipahami, amalan ini bisa juga dikerjakan pada malam-malam lainnya karena tidak ada dalil terkait amalan khusus Nisfu Syaban.

  1. Sholat malam
  2. Membaca Al-Qur'an
  3. Membaca doa
  4. Bersholawat
  5. Membaca surah Yasin tiga kali
  6. Memperbanyak zikir

Cara Ziarah Kubur yang Benar

  1. Mengucap salam
  2. Membaca surah-surah pendek
  3. Membaca doa ziarah kubur
  4. Menghadap kiblat ketika berada di kuburan
  5. Sebaiknya bersuci dulu sebelum berziarah
  6. Tidak salat menghadap kuburan

Doa Ziarah Kubur

Berikut doa ziarah kubur singkat yang dikutip dari buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah terbitan Puspa Swara.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا تُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَابِما أَبَدًا

Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa 'azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa tuhshii tsanaa-a 'alaika anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu."




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads