Keutamaan Ziarah Kubur di Hari Jumat dalam Islam

Keutamaan Ziarah Kubur di Hari Jumat dalam Islam

Tia Kamilla - detikHikmah
Jumat, 06 Feb 2026 13:15 WIB
Keutamaan Ziarah Kubur di Hari Jumat dalam Islam
TPU di Jakarta mulai didatangi peziarah menjelang Ramadan. Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Ziarah kubur menjadi salah satu amalan yang sering dilakukan umat Islam untuk mendoakan orang yang sudah meninggal sekaligus mengingatkan kematian. Ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja, tapi hari Jumat disebut lebih utama.

Dalam Islam, ziarah kubur bertujuan untuk mengingatkan manusia tentang kematian dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, "Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat." (HR Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya ziarah kubur banyak dilakukan pada Kamis sore dan Jumat. Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah ada keutamaan jika ziarah kubur pada hari Jumat?

Jumat memang hari istimewa dalam Islam. Selain salat Jumat dan doa yang lebih mustajab, ternyata ziarah kubur pada hari ini juga punya keutamaan tersendiri.

ADVERTISEMENT

Keutamaan Ziarah Kubur di Hari Jumat dalam Islam

Imam Al-Ghazali dalam kitab Sakaratul Maut wa Syiddatuh, yang diterjemahkan Aep Saepulloh Darusmanwiatu, menceritakan sebuah kisah yang menunjukkan keutamaan ziarah kubur pada hari Jumat.

Seorang lelaki dari keluarga Ashim Al-Juhdary bermimpi bertemu Ashim dua tahun setelah kematiannya. Ia bertanya, "Bukankah kau telah meninggal dunia?"

Ashim menjawab, "Ya, aku telah meninggal dunia."

Lelaki itu kembali bertanya, "Di mana tempatmu sekarang?"

Ashim menjawab, "Demi Allah, aku bersama sekelompok kawan berada di salah satu taman surga. Kami berkumpul setiap malam Jumat dan paginya menemui Abu Bakar bin Abdullah al-Muzani. Dari sanalah kami mengetahui kabar kalian."

Lelaki itu lalu menanyakan, "Apakah kalian saling bertemu dengan tubuh kalian atau hanya roh kalian saja?"

Ashim menjawab, "Jasad-jasad itu telah musnah. Kami hanya bertemu roh-roh kami."

Ketika ditanya apakah mereka mengetahui saat dikunjungi, Ashim menjawab, "Ya, kamu mengetahuinya setiap Jumat sore dan sepanjang Jumat, serta setiap Sabtu hingga matahari terbit."

Ditanya lagi mengapa hanya Jumat dan Sabtu, Ashim menjelaskan, "Hal itu karena keutamaan dan kemuliaan Jumat."

Dalam buku Jum'ah Berkah: Amalan-Amalan Dahsyat di Hari Jum'ah untuk Kemakmuran dan Keberkahan Hidup karya M. Wildan Auliya disebutkan bahwa ziarah di hari Jumat bukan perbuatan bid'ah. Tradisi ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW,

"Barang siapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada hari Jumat, dia diampuni dan dicatat sebagai anak berbakti."

Meskipun hadits ini dhaif, ulama seperti Al-Ghazali tetap menggunakannya sebagai pedoman.

Kemudian, dikutip dari Panduan Amalan Hari Jumat karya Mahmud Ahmad Mustafa, ziarah ke makam orang tua, keluarga, guru, atau para ulama bisa dilakukan kapan saja. Namun, ada keutamaan khusus jika dilakukan pada hari Jumat.

Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَ كُتِبَ لَهُ بَرًا

Artinya: "Siapa pun yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya tiap hari Jumat, maka diampuni dosa-dosa (kecil)nya dan dia dicatat sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya."

Imam Ibnu Qayyim menambahkan, "Sesungguhnya arwah orang-orang yang meninggal mendekat dari kubur mereka pada hari Jumat. Mereka mengetahui siapa yang mengunjungi, melintasi, dan memberi salam kepada mereka."

Berdasarkan riwayat dan penjelasan tersebut, Jumat menjadi waktu utama untuk ziarah kubur karena keutamaannya dan keyakinan bahwa roh orang yang meninggal lebih dekat dengan kuburnya pada hari itu.

Meski begitu, ziarah kubur tetap diperbolehkan di hari lain. Yang terpenting adalah niat yang baik dan kesempatan yang ada untuk mendoakan orang yang telah meninggal.

Apakah Ada Waktu Khusus Saat Ziarah Kubur?

Dijelaskan dalam buku Mari Ziarah Kubur oleh Abdurrahman Misno BP, ketika tujuan ziarah adalah mengingatkan kepada akhirat, maka tidak ada waktu khusus untuk berziarah. Kapan saja diperbolehkan untuk ziarah, baik itu pagi, siang, dan malam. Rasulullah SAW sendiri pernah ziarah kubur pada malam hari.

Dari Aisyah RA ia berkata "Suatu malam Rasulullah keluar, maka aku mengutus Barirah di belakangnya untuk melihat ke mana beliau pergi. Barirah berkata 'Rasulullah berjalan ke Baqi al-Gharqad, beliau berhenti di bawah al-Baqi, kemudian mengangkat kedua tangannya, lalu pulang.' Maka Barirah kembali kepadaku. Setelah tiba waktu pagi, aku bertanya kepada beliau, 'Ya Rasulullah, keluar ke mana anda semalam?' Beliau menjawab, 'Aku telah diutus ke al-Baqi' untuk mendoakan mereka'." (HR Ahmad dan Nasa'i)

Adapun mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk berziarah kubur sebaiknya harus ada nash khusus yang memerintahkannya.

Hal yang Harus Dilakukan Saat Ziarah Kubur

Ketika seorang muslim ingin berziarah kubur, sebaiknya memperhatikan berbagai adab yang baik agar ibadahnya diterima dan penuh berkah. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan saat ziarah kubur:

1. Mendoakan Jenazah

Doa untuk orang yang telah meninggal merupakan hal utama saat berziarah. Lakukan dengan hati yang tulus, memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi mereka.

2. Mengucapkan Salam

Saat memasuki area pemakaman, disarankan menyapa penghuni kubur dengan salam. Ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa bagi mereka yang telah wafat.

3. Membacakan Surah Pendek

Peziarah dianjurkan membaca surah-surah pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bacaan ini menjadi doa dan rahmat bagi orang yang telah meninggal.

4. Jangan Menangis Berlebihan

Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk saat ziarah. Sebaiknya jangan terlalu larut dalam kesedihan hingga mengganggu ketenangan hati.

5. Hindari Duduk atau Menginjak Kuburan

Duduk atau menginjak kuburan dianggap tidak sopan dan kurang menghormati yang telah wafat. Lebih baik berdiri di tempat yang tersedia sambil mendoakan agar Allah mengampuni dosa mereka.

6. Menyiram Air di Atas Pusara Makam

Menyiram air di atas kuburan merupakan salah satu amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Ja'far dan ayahnya:

"Sesungguhnya Nabi Muhammad menyiram air di atas kuburan Ibrahim anaknya dan, ia juga meletakkan kerikil di atasnya." (HR Baihaqi)




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads