- Hal-hal yang Membatalkan Keislaman 1. Berbuat Syirik 2. Menjadikan Perantara antara Diri dan Allah 3. Tidak Menganggap Musyrik Pelaku Kesyirikan 4. Mengutamakan Hukum Thogut daripada Hukum Allah 5. Membenci Sunnah Rasul 6. Mengolok-olok Ajaran Islam 7. Belajar Sihir 8. Menolong Orang Musyrik yang Memusuhi Islam 9. Tidak Mengikuti Syariat Nabi Muhammad SAW 10. Berpaling dari Ajaran Islam
Islam adalah agama yang paripurna karena memberikan tuntunan yang jelas dan mulia dalam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Menjadi seorang muslim merupakan nikmat yang tak terhingga, sebab iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah anugerah paling berharga yang wajib terus dipelihara.
Namun demikian, keislaman seseorang dapat hilang apabila ia melakukan perbuatan yang termasuk dalam hal-hal yang membatalkan Islam. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu mengetahui dan memahami 10 pembatal keislaman agar lebih waspada, mampu menjaga kemurnian akidah, serta terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal-hal yang Membatalkan Keislaman
Dalam buku Memurnikan Laa Ilahailallah karya Muhammad Saiq bersama rekan-rekannya, dijelaskan bahwa terdapat sepuluh perbuatan yang dapat mengakibatkan seseorang keluar dari agama Islam atau batal keislamannya.
1. Berbuat Syirik
Syirik adalah perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam, yakni mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu selain-Nya. Menujukan doa atau ibadah kepada selain Allah adalah dosa besar. Tanpa taubat sebelum ajal, perbuatan tersebut tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Dalam Surah An-Nisa ayat 116, Allah Swt. berfirman:
اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲ ŲŲŲØ´ŲØąŲŲŲ Ø¨ŲŲŲ ŲŲŲŲØēŲŲŲØąŲ Ų ŲØ§ دŲŲŲŲŲ Ø°Ų°ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØ´ŲØ§Û¤ØĄŲÛ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØ´ŲØąŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲØ¯Ų ØļŲŲŲŲ ØļŲŲŲ°ŲŲØ§ Ûĸ Ø¨ŲØšŲŲŲØ¯Ųا ÛŲĄŲĄŲĻ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.
2. Menjadikan Perantara antara Diri dan Allah
Menjadikan benda atau makhluk sebagai perantara menuju Allah tetap dikategorikan sebagai syirik, meskipun seseorang tidak melakukan ritual penyembahan secara langsung kepada objek tersebut. Apabila hal ini terus dilakukan dan diyakini kebenarannya, maka dapat menyebabkan gugurnya keislaman seseorang.
3. Tidak Menganggap Musyrik Pelaku Kesyirikan
Keengganan untuk menghukumi musyrik terhadap pelaku yang secara nyata melakukan kesyirikan dikategorikan sebagai salah satu bentuk kekufuran. Dalam urusan akidah, kebatilan wajib diingkari, dan seorang Muslim tidak dibenarkan membenarkan atau membiarkan keyakinan yang menyimpang.
4. Mengutamakan Hukum Thogut daripada Hukum Allah
Seseorang yang lebih meyakini dan mendahulukan hukum thogut dibandingkan hukum Allah dan Rasul-Nya berpotensi keluar dari Islam. Sikap tersebut mencerminkan kelemahan iman serta keraguan terhadap kebenaran syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
5. Membenci Sunnah Rasul
Para ulama telah bersepakat bahwa membenci sunnah rasul merupakan salah satu bentuk kekufuran. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Muhammad ayat 28 yang berbunyi:
Ø°Ų°ŲŲŲŲ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ØĒŲŲØ¨ŲØšŲŲŲØ§ Ų ŲØĸ Ø§ŲØŗŲØŽŲØˇŲ اŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲŲŲØąŲŲŲŲŲØ§ ØąŲØļŲŲŲØ§ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲØŲØ¨ŲØˇŲ Ø§ŲØšŲŲ ŲØ§ŲŲŲŲŲ ŲāŖ ÛŲĸŲ¨
Artinya: Yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya. Oleh karena itu, Dia menghapus (pahala) amal-amal mereka.
6. Mengolok-olok Ajaran Islam
Pembahasan terkait hal ini sangat luas karena mencakup persoalan pahala, dosa, serta berbagai ketentuan hukum dalam Islam. Hal tersebut dijelaskan secara rinci dalam Surah At-Taubah ayat 65-66 melalui firman-Nya sebagai berikut:
ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ ØŗŲØ§ŲŲŲØĒŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØŽŲŲŲØļŲ ŲŲŲŲŲŲØšŲبŲÛ ŲŲŲŲ Ø§ŲØ¨ŲاŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§Ų°ŲŲ°ØĒŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØĒŲŲ Ų ØĒŲØŗŲØĒŲŲŲØ˛ŲØĄŲŲŲŲŲ ÛŲĻŲĨ
Artinya: Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
ŲŲØ§ ØĒŲØšŲØĒŲØ°ŲØąŲŲŲØ§ ŲŲØ¯Ų ŲŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų Ø¨ŲØšŲØ¯Ų Ø§ŲŲŲŲ ŲØ§ŲŲŲŲŲ ŲÛ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲØšŲŲŲ ØšŲŲŲ ØˇŲØ§Û¤ŲŲŲŲŲØŠŲ Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲذŲŲØ¨Ų ØˇŲØ§Û¤ŲŲŲŲŲØŠŲ Ûĸ Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ Ų ŲØŦŲØąŲŲ ŲŲŲŲŲāŖ ÛŲĻŲĻ
Artinya: Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa.
7. Belajar Sihir
Sihir termasuk perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam. Larangan tersebut dijelaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 102, sebagaimana firman-Nya:
ŲŲØ§ØĒŲŲØ¨ŲØšŲŲŲØ§ Ų ŲØ§ ØĒŲØĒŲŲŲŲØ§ Ø§ŲØ´ŲŲŲŲ°ØˇŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲ°Ų Ų ŲŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲŲŲ Ų°ŲŲÛ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲØąŲ ØŗŲŲŲŲŲŲ Ų°ŲŲ ŲŲŲŲ°ŲŲŲŲŲ Ø§ŲØ´ŲŲŲŲ°ØˇŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲŲŲØ§ ŲŲØšŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ§ØŗŲ Ø§ŲØŗŲŲØŲØąŲ ŲŲŲ ŲØĸ اŲŲŲØ˛ŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲØ¨ŲابŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲŲŲØĒŲ ŲŲŲ ŲØ§ØąŲŲŲØĒŲÛ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØšŲŲŲŲŲ Ų°ŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØŲØ¯Ų ØŲØĒŲŲ°Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲØĸ اŲŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØŲŲŲ ŲŲØĒŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲŲŲØąŲÛ ŲŲŲŲØĒŲØšŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲØ§ Ų ŲØ§ ŲŲŲŲØąŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØąŲØĄŲ ŲŲØ˛ŲŲŲØŦŲŲŲÛ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲ Ų Ø¨ŲØļŲØ§Û¤ØąŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØŲØ¯Ų اŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ§ŲذŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲÛ ŲŲŲŲØĒŲØšŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲØļŲØąŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲŲŲŲŲØ¯Ų ØšŲŲŲŲ ŲŲŲØ§ ŲŲŲ ŲŲŲ Ø§Ø´ŲØĒŲØąŲ°ŲŲŲ Ų ŲØ§ ŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§Ų°ØŽŲØąŲØŠŲ Ų ŲŲŲ ØŽŲŲŲØ§ŲŲÛ ŲŲŲŲØ¨ŲØĻŲØŗŲ Ų ŲØ§Ø´ŲØąŲŲŲØ§ بŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲŲ ŲÛ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ŲŲØšŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ÛŲĄŲ Ųĸ
Artinya: Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) oleh sebab itu janganlah kufur!" Maka, mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui(-nya).
8. Menolong Orang Musyrik yang Memusuhi Islam
Seseorang yang memberikan bantuan atau dukungan kepada pihak musyrik yang memusuhi Islam perlu waspada terhadap keimanannya. Hal ini telah diperingatkan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Ma'idah ayat 51,
Û ŲŲ°ŲØ§ŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ Ø§Ų°Ų ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ ØĒŲØĒŲŲØŽŲذŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲØĩŲ°ØąŲ°ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲØ§Û¤ØĄŲÛ Ø¨ŲØšŲØļŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲŲØ§Û¤ØĄŲ Ø¨ŲØšŲØļŲÛ ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ ŲÛ Ø§ŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ°ŲŲ ŲŲØ§ ŲŲŲŲØ¯ŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲØ¸ŲŲ°ŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ÛŲĨŲĄ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
9. Tidak Mengikuti Syariat Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW diutus sebagai pembawa petunjuk dan penerang bagi umat Islam. Oleh karena itu, siapa pun yang enggan mengikuti syariat yang beliau bawa patut dipertanyakan keislamannya, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 85:
ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØ¨ŲØĒŲØēŲ ØēŲŲŲØąŲ اŲŲØ§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų Ø¯ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲØ¨ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲÛ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲŲØ§Ų°ØŽŲØąŲØŠŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲ°ØŗŲØąŲŲŲŲŲ ÛŲ¨ŲĨ
Artinya: Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.
10. Berpaling dari Ajaran Islam
Orang yang berpaling dari Islam adalah mereka yang enggan mempelajari maupun mengamalkan ajaran Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya. Allah SWT memberikan peringatan keras terhadap sikap tersebut dalam Surah As-Sajdah ayat 22, sebagaimana firman-Nya:
ŲŲŲ ŲŲŲ Ø§ŲØ¸ŲŲŲŲ Ų Ų ŲŲ ŲŲŲŲ Ø°ŲŲŲŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų°ŲŲ°ØĒŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲ ØĢŲŲ ŲŲ Ø§ŲØšŲØąŲØļŲ ØšŲŲŲŲŲØ§Û اŲŲŲŲØ§ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŦŲØąŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲØĒŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲāŖ ÛŲĸŲĸ
Artinya: Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa.
Baca juga: Puasa: Jenis, Rukun, Syarat dan Tujuannya |
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Israel Kembali Serang Gaza setelah Gabung Dewan Perdamaian, 31 Warga Tewas
MUI Minta RI Mundur dari Board of Peace: Tidak Berpihak pada Palestina
Kerjanya Meletihkan, Honor Petugas Haji 2026 Bisa Tembus Rp1 Juta per Hari