10 Pembatal Keislaman yang Harus Dihindari

10 Pembatal Keislaman yang Harus Dihindari

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 04 Feb 2026 16:15 WIB
10 Pembatal Keislaman yang Harus Dihindari
Ilustrasi sihir. Foto: (Mysteria Pragensia/Facebook)
Jakarta -

Islam adalah agama yang paripurna karena memberikan tuntunan yang jelas dan mulia dalam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Menjadi seorang muslim merupakan nikmat yang tak terhingga, sebab iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya adalah anugerah paling berharga yang wajib terus dipelihara.

Namun demikian, keislaman seseorang dapat hilang apabila ia melakukan perbuatan yang termasuk dalam hal-hal yang membatalkan Islam. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu mengetahui dan memahami 10 pembatal keislaman agar lebih waspada, mampu menjaga kemurnian akidah, serta terhindar dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal-hal yang Membatalkan Keislaman

Dalam buku Memurnikan Laa Ilahailallah karya Muhammad Saiq bersama rekan-rekannya, dijelaskan bahwa terdapat sepuluh perbuatan yang dapat mengakibatkan seseorang keluar dari agama Islam atau batal keislamannya.

1. Berbuat Syirik

Syirik adalah perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam, yakni mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu selain-Nya. Menujukan doa atau ibadah kepada selain Allah adalah dosa besar. Tanpa taubat sebelum ajal, perbuatan tersebut tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Dalam Surah An-Nisa ayat 116, Allah Swt. berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا ۝١١٦

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.

2. Menjadikan Perantara antara Diri dan Allah

Menjadikan benda atau makhluk sebagai perantara menuju Allah tetap dikategorikan sebagai syirik, meskipun seseorang tidak melakukan ritual penyembahan secara langsung kepada objek tersebut. Apabila hal ini terus dilakukan dan diyakini kebenarannya, maka dapat menyebabkan gugurnya keislaman seseorang.

3. Tidak Menganggap Musyrik Pelaku Kesyirikan

Keengganan untuk menghukumi musyrik terhadap pelaku yang secara nyata melakukan kesyirikan dikategorikan sebagai salah satu bentuk kekufuran. Dalam urusan akidah, kebatilan wajib diingkari, dan seorang Muslim tidak dibenarkan membenarkan atau membiarkan keyakinan yang menyimpang.

4. Mengutamakan Hukum Thogut daripada Hukum Allah

Seseorang yang lebih meyakini dan mendahulukan hukum thogut dibandingkan hukum Allah dan Rasul-Nya berpotensi keluar dari Islam. Sikap tersebut mencerminkan kelemahan iman serta keraguan terhadap kebenaran syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

5. Membenci Sunnah Rasul

Para ulama telah bersepakat bahwa membenci sunnah rasul merupakan salah satu bentuk kekufuran. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Muhammad ayat 28 yang berbunyi:

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اتَّبَعُوْا مَآ اَسْخَطَ اللّٰهَ وَكَرِهُوْا رِضْوَانَهٗ فَاَحْبَطَ اَعْمَالَهُمْࣖ ۝٢٨

Artinya: Yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya. Oleh karena itu, Dia menghapus (pahala) amal-amal mereka.

6. Mengolok-olok Ajaran Islam

Pembahasan terkait hal ini sangat luas karena mencakup persoalan pahala, dosa, serta berbagai ketentuan hukum dalam Islam. Hal tersebut dijelaskan secara rinci dalam Surah At-Taubah ayat 65-66 melalui firman-Nya sebagai berikut:

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ ۝٦٥

Artinya: Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَࣖ ۝٦٦

Artinya: Tidak perlu kamu membuat-buat alasan karena kamu telah kufur sesudah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah bertobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berbuat dosa.

7. Belajar Sihir

Sihir termasuk perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam. Larangan tersebut dijelaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 102, sebagaimana firman-Nya:

وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ ۝١٠٢

Artinya: Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) oleh sebab itu janganlah kufur!" Maka, mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui(-nya).

8. Menolong Orang Musyrik yang Memusuhi Islam

Seseorang yang memberikan bantuan atau dukungan kepada pihak musyrik yang memusuhi Islam perlu waspada terhadap keimanannya. Hal ini telah diperingatkan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Ma'idah ayat 51,

۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۝٥١

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(-mu). Sebagian mereka menjadi teman setia bagi sebagian yang lain. Siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

9. Tidak Mengikuti Syariat Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW diutus sebagai pembawa petunjuk dan penerang bagi umat Islam. Oleh karena itu, siapa pun yang enggan mengikuti syariat yang beliau bawa patut dipertanyakan keislamannya, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 85:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ۝٨٥

Artinya: Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

10. Berpaling dari Ajaran Islam

Orang yang berpaling dari Islam adalah mereka yang enggan mempelajari maupun mengamalkan ajaran Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya. Allah SWT memberikan peringatan keras terhadap sikap tersebut dalam Surah As-Sajdah ayat 22, sebagaimana firman-Nya:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَاۗ اِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَࣖ ۝٢٢

Artinya: Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa.




(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads