Surat Al-Buruj merupakan salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memuat 22 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Arti dari surat Al-Buruj adalah gugusan bintang.
Mengutip buku Juz Amma: Latin dan Terjemahan oleh H. Cep Nurdin, surat ini adalah surat ke-85 dalam Al-Quran. Surat ini mengingatkan manusia tentang kekuasaan Allah, balasan bagi orang beriman, serta peringatan bagi orang yang zalim.
Bagi umat Islam, memahami isi surat Al-Buruj tidak hanya sebatas membaca ayatnya, tetapi juga memahami makna dan tafsir di balik setiap ayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini adalah surat Al-Buruj ayat 1-22 lengkap dengan tafsirnya, agar lebih mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Surat Al-Buruj Ayat 1-22
Ayat 1
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
Arab Latin: Was-samâ'i dzâtil-burûj
Artinya: Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
Ayat 2
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ
Arab Latin: wal-yaumil-mau'ûd
Artinya: demi hari yang dijanjikan,
Ayat 3
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
Arab Latin: wa syâhidiw wa masy-hûd
Artinya: demi yang menyaksikan dan yang disaksikan,
Ayat 4
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
Arab Latin: qutila ash-ḫâbul-ukhdûd
Artinya: binasalah orang-orang yang membuat parit (tempat menyiksa orang mukmin)
Ayat 5
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ
Arab Latin: an-nâri dzâtil-waqûd
Artinya: (yang dikobarkan) api penuh kayu bakar.
Ayat 6
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ
Arab Latin: idz hum 'alaihâ qu'ûd
Artinya: Ketika (itu) mereka (hanya) duduk di sekitarnya.
Ayat 7
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌۗ
Arab Latin: wa hum 'alâ mâ yaf'alûna bil-mu'minîna syuhûd
Artinya: Mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.
Ayat 8
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ
Arab Latin: wa mâ naqamû min-hum illâ ay yu'minû billâhil-'azîzil-ḫamîd
Artinya: Tidaklah mereka menyiksa (membakar) orang-orang mukmin itu, kecuali karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji,
Ayat 9
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌۗ
Arab Latin: alladzî lahû mulkus-samâwâti wal-ardl, wallâhu 'alâ kulli syai'in syahîd
Artinya: yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Ayat 10
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
Arab Latin: innalladzîna fatanul-mu'minîna wal-mu'minâti tsumma lam yatûbû fa lahum 'adzâbu jahannama wa lahum 'adzâbul-ḫarîq
Artinya: Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
Ayat 11
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
Arab Latin: innalladzîna âmanû wa 'amilush-shâliḫâti lahum jannâtun tajrî min taḫtihal-an-hâr, dzâlikal-fauzul-kabîr
Artinya: Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.
Ayat 12
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌۗ
Arab Latin: inna bathsya rabbika lasyadîd
Artinya: Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras.
Ayat 13
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ
Arab Latin: innahû huwa yubdi'u wa yu'îd
Artinya: Sesungguhnya Dialah yang memulai (penciptaan makhluk) dan yang mengembalikan (hidup setelah mati).
Ayat 14
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
Arab Latin: wa huwal-ghafûrul-wadûd
Artinya: Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,
Ayat 15
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ
Arab Latin: dzul-'arsyil-majîd
Artinya: Pemilik ʻArasy lagi Mahamulia,
Ayat 16
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
Arab Latin: fa''âlul limâ yurîd
Artinya: Mahakuasa berbuat apa saja yang Dia kehendaki.
Ayat 17
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
Arab Latin: hal atâka ḫadîtsul-junûd
Artinya: Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara,
Ayat 18
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ
Arab Latin: fir'auna wa tsamûd
Artinya: (yaitu bala tentara) Fir'aun dan Samud?
Ayat 19
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ
Arab Latin: balilladzîna kafarû fî takdzîb
Artinya: Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,
Ayat 20
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ
Arab Latin: wallâhu miw warâ'ihim muḫîth
Artinya: padahal Allah mengepung dari belakang mereka.
Ayat 21
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
Arab Latin: bal huwa qur'ânum majîd
Artinya: Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Qur'an yang mulia
Ayat 22
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍࣖ
Arab Latin: fî lauḫim maḫfûdh
Artinya: yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz).
Tafsir Surat Al-Buruj
Menurut Tafsir Quran Kemenag RI, ayat 1 Surat Al-Buruj menjelaskan bahwa Allah bersumpah dengan langit yang dipenuhi gugusan bintang yang jumlahnya sangat banyak dan luar biasa. Beberapa bintang berada sangat jauh dari bumi sehingga cahayanya baru bisa sampai kepada kita setelah ribuan atau bahkan miliaran tahun.
Allah SWT bersumpah dengan bintang-bintang ini karena keajaiban dan hikmah besar yang terkandung di dalamnya, yang dapat memberi manfaat bagi manusia sekaligus menunjukkan kebesaran-Nya.
Pada ayat 2, Allah SWT bersumpah dengan hari yang dijanjikan-Nya, yaitu Hari Kiamat, hari kepastian dan pembalasan, di mana hanya hukum dan kekuasaan Allah yang berlaku.
Ayat 3 menekankan bahwa Allah bersumpah dengan alam semesta yang dapat memalingkan perhatian manusia. Tujuannya agar manusia merenungkan kebesaran-Nya dan mengambil manfaat dari ciptaan-Nya, serta memahami rahasia alam yang masih tersembunyi.
Dalam ayat 4-8, Allah menceritakan tentang pembinasaan kota Najran di Yaman. Penduduknya menyiksa dan membunuh pengikut Nabi Isa yang meninggalkan agama Yahudi dan memeluk ajaran Nabi Isa. Mereka disiksa dengan dimasukkan ke parit-parit berapi sambil disaksikan orang-orang kafir.
Siksaan ini terjadi hanya karena keimanan orang mukmin kepada Allah Yang Mahaperkasa. Bagi orang mukmin, ujian ini menjadi cobaan yang akan membawa kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dan beriman.
Ayat 9 menegaskan bahwa Allah menyaksikan semua perbuatan manusia dan akan membalas setiap kekejaman yang dilakukan orang-orang kafir. Ayat 10 menjelaskan bahwa mereka yang menindas dan membunuh orang mukmin akan mendapat siksa neraka di akhirat jika tidak bertobat sebelum meninggal.
Ayat 11 menekankan bahwa orang beriman mengakui keesaan Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Mereka yang taat dijanjikan surga yang penuh kebahagiaan, dengan aliran sungai di bawahnya sebagai ganjaran atas iman dan kepatuhan mereka.
Ayat 12-13 menjelaskan bahwa siksaan bagi orang kafir yang menindas orang mukmin akan sangat keras. Allah-lah yang menciptakan dan menghidupkan mereka kembali. Jika mereka belum disiksa di dunia, siksaan itu akan ditunda hingga Hari Kiamat.
Ayat 14-16 menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun bagi yang bertobat dan Maha Pengasih bagi yang tulus mencintai-Nya. Namun, kekuasaan Allah mutlak; jika Dia menghendaki kebinasaan bagi orang ingkar, tidak ada yang bisa menghalangi-Nya.
Dalam ayat 17-19, Allah mengingatkan Nabi Muhammad tentang kisah Fir'aun dan kaumnya yang mendustakan Nabi Musa, serta kaum Samud yang menentang Nabi Saleh. Kaum-kaum tersebut dihancurkan sebagai akibat penolakan mereka terhadap kebenaran. Ini menjadi peringatan bahwa orang-orang kafir yang menolak Allah akan menerima balasan serupa jika tidak bertobat.
Ayat 20 menekankan bahwa tidak ada yang bisa lepas dari kekuasaan Allah, tidak ada jalan untuk menghindar dari-Nya.
Ayat 21-22 menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah kitab Allah yang mulia, tersimpan dalam Lauḥ Maḥfūẓ, terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Hal ini menjadi jawaban bagi orang kafir yang mendustakan Al-Qur'an dan menganggapnya hanya cerita-cerita lama.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Kenapa Mayoritas Penduduk Madinah Dulu Beragama Yahudi?