- Apa Pengertian dari Puasa Itu?
- Apa Saja 4 Jenis Puasa? 1. Puasa Wajib 2. Puasa Sunah 3. Puasa Haram atau Makruh 4. Puasa Hari Syak
- Apa Saja Rukun Puasa?
- Apa Saja 3 Syarat Wajib Puasa?
- Apa Tujuan Berpuasa? 1. Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah 2. Memperbanyak Rasa Syukur 3. Mengendalikan Hawa Nafsu 4. Meraih Pintu Surga 5. Memohon Pengampunan dari Allah
Puasa merupakan salah satu pilar utama dalam rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim. Perintah untuk melaksanakan ibadah ini tertuang jelas dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 183.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa puasa bukan sekadar ritual, melainkan sarana menuju ketakwaan.
Apa Pengertian dari Puasa Itu?
Secara bahasa, puasa berarti menahan diri. Dalam buku Fikih Islam Lengkap karya Moh. Rifa'i, secara syara' puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Ibadah ini dilakukan semata-mata karena menaati perintah Allah SWT, disertai dengan niat dan pemenuhan syarat tertentu.
Puasa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan ibadah lain. Ibadah ini bersifat sangat personal dan rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya. Hal ini ditegaskan dalam sebuah Hadits Qudsi:
"Semua amal perbuatan anak Adam untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku (Allah) dan Aku-lah yang akan membalasnya." Dyayadi dalam buku Puasa Sebagai Terapi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan nuansa batiniah yang dalam, di mana keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalankannya.
Apa Saja 4 Jenis Puasa?
Berdasarkan buku Rahasia Puasa 4 Mazhab karya Thariq Muhammad Suwaidan, puasa dapat dikategorikan menjadi empat jenis utama:
1. Puasa Wajib
Puasa yang harus dilaksanakan dan berdosa jika ditinggalkan tanpa uzur syar'i:
- Puasa Ramadan: Kewajiban tahunan bagi seluruh umat Islam yang mampu.
- Puasa Qadha: Puasa pengganti bagi mereka yang batal puasa Ramadan karena alasan syar'i (sakit, perjalanan, dll).
- Puasa Nazar: Puasa yang dilakukan karena janji yang pernah diucapkan jika suatu keinginan tercapai.
- Puasa Kafarat: Puasa tebusan atas dosa atau pelanggaran tertentu, seperti melanggar sumpah atau jimak di siang hari Ramadan.
2. Puasa Sunah
Puasa yang jika dikerjakan mendapat pahala, namun tidak berdosa jika ditinggalkan:
- Puasa Senin dan Kamis.
- Puasa 6 hari di bulan Syawal.
- Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah).
- Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak).
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dan 'Asyura (10 Muharram).
3. Puasa Haram atau Makruh
Kondisi di mana puasa dilarang atau tidak dianjurkan, seperti pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah), serta puasa seorang istri tanpa izin suami.
4. Puasa Hari Syak
Puasa yang dilakukan pada tanggal 30 Sya'ban ketika status awal bulan Ramadan belum jelas karena faktor cuaca (mendung).
Apa Saja Rukun Puasa?
Agar ibadah puasa diterima, seorang Muslim harus memahami rukun dan syaratnya sebagaimana dijelaskan dalam buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Ahmad. Berikut rukunnya:
- Niat: Dilakukan dalam hati sebelum fajar menyingsing.
- Menahan diri: Menjauhi segala hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dsb) dari fajar hingga maghrib.
- Pelaku puasa: Orang yang menjalankan ibadah tersebut.
Apa Saja 3 Syarat Wajib Puasa?
Syarat puasa dibagi menjadi dua bagian:
- Syarat Wajib: Islam, Baligh (cukup umur), Berakal, dan Mampu secara fisik maupun syariat.
- Syarat Sah: Islam, Tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk), suci dari haid/nifas bagi wanita, dan dilakukan pada waktu yang diperbolehkan (bukan hari raya).
Apa Tujuan Berpuasa?
Berdasarkan Al-Qur'an dan hadits, berikut beberapa tujuan berpuasa bagi seorang Muslim:
1. Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah
Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 183,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
2. Memperbanyak Rasa Syukur
Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 185,
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
3. Mengendalikan Hawa Nafsu
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ, وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ, فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Artinya: " Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah lebih bisa menundukan pandangan dan lebih mudah menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, sesungguhnya puasa itu adalah penekan syahwatnya." (HR Imam Ahmad dan Imam Bukhari).
4. Meraih Pintu Surga
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ
Artinya: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu," (HR Bukhari dan Muslim).
Sementara itu, dalam hadits lainnya,
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Artinya: "Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan." (HR Ahmad).
5. Memohon Pengampunan dari Allah
Puasa dapat menghapus dosa-dosa, hal itu tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi:
مَنْصَامَرَمَضَانَإِيْمَانًاوَاحْتِسَابًاغُفِرَلَهُمَاتَقَدَّمَمِنْذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Wallahu a'lam.
(hnh/lus)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026