Puasa: Jenis, Rukun, Syarat dan Tujuannya

Puasa: Jenis, Rukun, Syarat dan Tujuannya

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 04 Feb 2026 15:30 WIB
Puasa: Jenis, Rukun, Syarat dan Tujuannya
Ilustrasi Puasa (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Puasa merupakan salah satu pilar utama dalam rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim. Perintah untuk melaksanakan ibadah ini tertuang jelas dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 183.

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ ŲƒŲØĒŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„ØĩŲŲ‘ŲŠŲŽØ§Ų…Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲØĒŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆŲ†ŲŽ

Arab-Latin: Yā ayyuhallaÅŧÄĢna āmanáģĨ kutiba 'alaikumuášŖ-ášŖiyāmu kamā kutiba 'alallaÅŧÄĢna ming qablikum la'allakum tattaqáģĨn

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa puasa bukan sekadar ritual, melainkan sarana menuju ketakwaan.

ADVERTISEMENT

Apa Pengertian dari Puasa Itu?

Secara bahasa, puasa berarti menahan diri. Dalam buku Fikih Islam Lengkap karya Moh. Rifa'i, secara syara' puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Ibadah ini dilakukan semata-mata karena menaati perintah Allah SWT, disertai dengan niat dan pemenuhan syarat tertentu.

Puasa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan ibadah lain. Ibadah ini bersifat sangat personal dan rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya. Hal ini ditegaskan dalam sebuah Hadits Qudsi:

"Semua amal perbuatan anak Adam untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku (Allah) dan Aku-lah yang akan membalasnya." Dyayadi dalam buku Puasa Sebagai Terapi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan nuansa batiniah yang dalam, di mana keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalankannya.

Apa Saja 4 Jenis Puasa?

Berdasarkan buku Rahasia Puasa 4 Mazhab karya Thariq Muhammad Suwaidan, puasa dapat dikategorikan menjadi empat jenis utama:

1. Puasa Wajib

Puasa yang harus dilaksanakan dan berdosa jika ditinggalkan tanpa uzur syar'i:

  • Puasa Ramadan: Kewajiban tahunan bagi seluruh umat Islam yang mampu.
  • Puasa Qadha: Puasa pengganti bagi mereka yang batal puasa Ramadan karena alasan syar'i (sakit, perjalanan, dll).
  • Puasa Nazar: Puasa yang dilakukan karena janji yang pernah diucapkan jika suatu keinginan tercapai.
  • Puasa Kafarat: Puasa tebusan atas dosa atau pelanggaran tertentu, seperti melanggar sumpah atau jimak di siang hari Ramadan.

2. Puasa Sunah

Puasa yang jika dikerjakan mendapat pahala, namun tidak berdosa jika ditinggalkan:

  • Puasa Senin dan Kamis.
  • Puasa 6 hari di bulan Syawal.
  • Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah).
  • Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak).
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dan 'Asyura (10 Muharram).

3. Puasa Haram atau Makruh

Kondisi di mana puasa dilarang atau tidak dianjurkan, seperti pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah), serta puasa seorang istri tanpa izin suami.

4. Puasa Hari Syak

Puasa yang dilakukan pada tanggal 30 Sya'ban ketika status awal bulan Ramadan belum jelas karena faktor cuaca (mendung).

Apa Saja Rukun Puasa?

Agar ibadah puasa diterima, seorang Muslim harus memahami rukun dan syaratnya sebagaimana dijelaskan dalam buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Ahmad. Berikut rukunnya:

  • Niat: Dilakukan dalam hati sebelum fajar menyingsing.
  • Menahan diri: Menjauhi segala hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dsb) dari fajar hingga maghrib.
  • Pelaku puasa: Orang yang menjalankan ibadah tersebut.

Apa Saja 3 Syarat Wajib Puasa?

Syarat puasa dibagi menjadi dua bagian:

  • Syarat Wajib: Islam, Baligh (cukup umur), Berakal, dan Mampu secara fisik maupun syariat.
  • Syarat Sah: Islam, Tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk), suci dari haid/nifas bagi wanita, dan dilakukan pada waktu yang diperbolehkan (bukan hari raya).

Apa Tujuan Berpuasa?

Berdasarkan Al-Qur'an dan hadits, berikut beberapa tujuan berpuasa bagi seorang Muslim:

1. Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 183,

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ŲƒŲØĒŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„ØĩŲŲ‘ŲŠŲŽØ§Ų…Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲØĒŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

2. Memperbanyak Rasa Syukur

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 185,

Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰Ų“ ØŖŲŲ†Ø˛ŲŲ„ŲŽ ŲŲŲŠŲ‡Ų ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲØąŲ’ØĄŲŽØ§Ų†Ų Ų‡ŲØ¯Ų‹Ų‰ Ų„ŲŲ‘Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ ŲˆŲŽØ¨ŲŽŲŠŲŲ‘Ų†ŲŽŲ°ØĒŲ Ų…ŲŲ‘Ų†ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ų‡ŲØ¯ŲŽŲ‰Ų° ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ŲŲØąŲ’Ų‚ŲŽØ§Ų†Ų ۚ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ† Ø´ŲŽŲ‡ŲØ¯ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ø´ŲŽŲ‘Ų‡Ų’ØąŲŽ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØĩŲŲ…Ų’Ų‡Ų ۖ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØąŲŲŠØļŲ‹Ø§ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØŗŲŽŲŲŽØąŲ ŲŲŽØšŲØ¯ŲŽŲ‘ØŠŲŒ ؅ؐؑ؆ؒ ØŖŲŽŲŠŲŽŲ‘Ø§Ų…Ų ØŖŲØŽŲŽØąŲŽ ۗ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų’ŲŠŲØŗŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų Ø¨ŲŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų’ØšŲØŗŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŲƒŲ’Ų…ŲŲ„ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų’ØšŲØ¯ŲŽŲ‘ØŠŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŲƒŲŽØ¨ŲŲ‘ØąŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° Ų…ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲ‰Ų°ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

3. Mengendalikan Hawa Nafsu

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

ŲŠŲŽØ§ Ų…ŲŽØšŲ’Ø´ŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ø¨ŲŽØ§Ø¨Ų Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØĄŲŽØŠŲŽ ŲŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØĒŲŽØ˛ŲŽŲˆŲŽŲ‘ØŦŲ’, ŲŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØŖŲŽØēŲŽØļŲŲ‘ Ų„ŲŲ„Ų’Ø¨ŲŽØĩŲŽØąŲ, ŲˆŲŽØŖŲŽØ­Ų’ØĩŲŽŲ†Ų Ų„ŲŲ„Ų’ŲŲŽØąŲ’ØŦؐ, ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲØšŲ’ ŲŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲŽŲ‘ŲˆŲ’Ų…Ų, ŲŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„ŲŽŲ‡Ų ؈ؐØŦŲŽØ§ØĄŲŒ

Artinya: " Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah lebih bisa menundukan pandangan dan lebih mudah menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, sesungguhnya puasa itu adalah penekan syahwatnya." (HR Imam Ahmad dan Imam Bukhari).

4. Meraih Pintu Surga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

ØĨŲØ°ŲŽØ§ Ø¯ŲŽØŽŲŽŲ„ŲŽ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†Ų ØĩŲŲŲŲ‘Ø¯ŲŽØĒؐ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ŲŠŲŽØ§ØˇŲŲŠŲ†Ų ، ŲˆŲŽŲŲØĒŲØ­ŲŽØĒŲ’ ØŖŲŽØ¨ŲŲˆŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„ØŦŲŽŲ‘Ų†ŲŽØŠŲ ، ŲˆŲŽØēŲŲ„ŲŲ‘Ų‚ŲŽØĒŲ’ ØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ

Artinya: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu," (HR Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, dalam hadits lainnya,

Ų‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽØ§ØĄŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†Ų Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲŒŲ…ŲØ¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŒ Ø§ŲŲ’ØĒŲŽØąŲŽØļŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ØĩŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽŲ‡Ų ØĒŲŲŲ’ØĒŲŽØ­Ų ŲŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØŖØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ ŲˆŲŽŲŠŲØēŲ’Ų„ŲŽŲ‚Ų ŲŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØŖØ¨Ų’ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØĒŲØēŲŽŲ„Ų‹Ų‘ ŲŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ŲŠŲŽØ§ØˇŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲŒ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲ„Ų’ŲŲ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ

Artinya: "Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan." (HR Ahmad).

5. Memohon Pengampunan dari Allah

Puasa dapat menghapus dosa-dosa, hal itu tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi:

Ų…ŲŽŲ†Ų’ØĩŲŽØ§Ų…ŲŽØąŲŽŲ…ŲŽØļŲŽØ§Ų†ŲŽØĨŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ŲˆŲŽØ§Ø­Ų’ØĒŲØŗŲŽØ§Ø¨Ų‹Ø§ØēŲŲŲØąŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¯ŲŽŲ‘Ų…ŲŽŲ…ŲŲ†Ų’Ø°ŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų

Artinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu a'lam.




(hnh/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads