- Penyebab Doa Tidak Dikabulkan 1.Tergesa-gesa saat Berdoa 2. Memutuskan Tali Persaudaraan 3. Berdoa Bukan kepada Allah SWT 4. Hanya Berdoa di Waktu Sempit 5. Jarang Berbuat Kebaikan 6. Malas Beribadah 7. Melakukan Perbuatan Dosa Besar
- Tips agar Doa Cepat Dikabulkan
- Kapan Waktu Mustajab untuk Berdoa?
- Bolehkah Berdoa Pakai Bahasa Indonesia?
Doa adalah salah satu bentuk amalan yang penting. Saat berdoa, tentunya seorang muslim berharap agar Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa tersebut.
Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan setiap doa hamba-Nya, sebagaimana tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 186,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wa iżā sa'alaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb(un), ujību da'watad-dā'i iżā da'ān(i), falyastajībū lī walyu'minū bī la'allahum yarsyudūn(a).
Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Namun, kenyataannya tidak semua doa yang dipanjatkan langsung dijawab oleh Allah SWT. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab doa tidak dikabulkan.
Baca juga: Doa Menyambut Bulan Syaban Menuju Ramadan |
Penyebab Doa Tidak Dikabulkan
Dalam buku Rahasia Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Fahruddin Ghozy, kata "doa" berasal dari bahasa Arab yaitu "da'a yad'u da'watan", yang artinya meminta. Sementara dalam kitab Subulus Salam, Ash-Shan'ani menjelaskan bahwa secara umum, kata doa digunakan untuk anjuran mengerjakan sesuatu.
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan doa seorang muslim tidak dikabulkan oleh Allah SWT merangkum dari buku Al-Jawabul Kafi: Solusi Syar'i dan Qur'ani atas Segala Masalah Hati karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, buku Salah Kaprah! Shalat, Puasa, Sedekah, dan Doa Penyebab Ibadah Tertolak, Rezeki Seret, dan Hidup Ruwet karya Rizem Aizid, serta buku Ngopi Bareng Ustaz karya Amirulloh Syarbini.
1.Tergesa-gesa saat Berdoa
Rasulullah SAW bersabda, "Doa setiap kalian dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan, 'Aku telah berdoa, namun belum dikabulkan juga'." (HR Bukhari)
Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa umat Islam jangan langsung putus asa atau kecewa saat doa belum dikabulkan. Sabar dan yakinlah bahwa Allah SWT mendengar setiap doa hamba-Nya.
2. Memutuskan Tali Persaudaraan
Doa seorang muslim tidak akan dikabulkan jika ia masih melakukan dosa besar atau memutus hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama manusia.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang hamba pasti dikabulkan selama tidak diiringi perbuatan dosa, memutuskan tali persaudaraan, dan selama ia tidak tergesa-gesa."
Ada seseorang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah tergesa-gesa itu?" Beliau menjawab, "Yaitu dengan mengucapkan, 'Sungguh, aku telah berdoa, aku telah berdoa, ternyata belum juga terkabul,' kemudian ia kecewa dan meninggalkan doa." (HR Ahmad dan Muslim)
3. Berdoa Bukan kepada Allah SWT
Doa hanya akan dikabulkan jika ditujukan kepada Allah SWT. Meminta kepada selain-Nya termasuk perbuatan syirik, yang paling dibenci Allah.
Allah SWT berfirman dalam surah Luqman ayat 13,
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Wa iż qāla luqmānu libnihī wa huwa ya'iẓuhū yā bunayya lā tusyrik billāh(i), innasy-syirka laẓulmun 'aẓīm(un).
Artinya: "(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, 'Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.'"
4. Hanya Berdoa di Waktu Sempit
Beberapa orang hanya berdoa saat mengalami kesulitan atau masalah besar. Padahal, doa sebaiknya dilakukan setiap waktu, baik dalam keadaan senang maupun susah. Dengan begitu, hubungan seorang hamba dengan Allah SWT selalu terjaga.
5. Jarang Berbuat Kebaikan
Amalan baik kepada orang lain dapat membuka pintu doa kita. Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa yang berbuat kebaikan pada yang ada di bumi, maka yang di langit akan berbuat kebaikan padanya." (HR Muslim)
6. Malas Beribadah
Doa dikabulkan oleh Allah SWT bagi mereka yang rajin beribadah dan taat pada-Nya. Jika seseorang malas beribadah, doa cenderung tidak dikabulkan karena belum menunjukkan kesungguhan.
7. Melakukan Perbuatan Dosa Besar
Selain syirik, perbuatan dosa besar juga menghalangi doa dikabulkan. Misalnya menipu, menganiaya, durhaka pada orang tua, mengingkari janji, korupsi, zina, atau selingkuh. Hindari semua perbuatan ini agar doa bisa diterima Allah SWT.
Tips agar Doa Cepat Dikabulkan
Menurut ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Ad-Daa' wa Ad-Dawaa', ada beberapa kunci agar doa lebih cepat dikabulkan Allah SWT. Doa akan lebih mudah diijabah jika dipanjatkan dengan hati yang fokus, khusyuk, rendah hati di hadapan Allah, serta pada waktu-waktu yang mustajab.
Lalu, ada beberapa adab dan cara berdoa kepada Allah SWT, yaitu:
- Menghadap kiblat.
- Berdoa dalam keadaan suci.
- Mengangkat kedua tangan ke langit.
- Mulai doa dengan memuji Allah SWT dan bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan.
- Memohon ampun atas dosa-dosa sebelum menyampaikan hajat, membersihkan diri dari penghalang doa (istighfar).
- Fokus dan merasakan kehadiran Allah saat berdoa.
- Menunjukkan kebutuhan dan ketergantungan yang penuh kepada Allah.
- Berdoa dengan lembut, penuh harap, dan rasa takut akan dosa.
- Memohon kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang indah, sifat-Nya yang mulia, dan keesaan-Nya.
- Bersedekah sebelum berdoa.
Ibnu Qayyim menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan dengan cara-cara ini hampir tidak akan pernah tertolak, terutama jika doa tersebut merupakan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Kapan Waktu Mustajab untuk Berdoa?
Selain memperhatikan adab, memilih waktu yang tepat sangat dianjurkan agar doa lebih mudah dikabulkan. Menurut Ibnu Qayyim, beberapa waktu mustajab untuk berdoa antara lain:
- Sepertiga Malam Terakhir: Saat Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
- Saat Azan Berkumandang: Momen penuh berkah saat panggilan salat dikumandangkan.
- Antara Azan dan Iqamah: Waktu yang dianjurkan karena doa jarang ditolak.
- Setelah Salat Wajib: Doa setelah menunaikan salat fardhu memiliki keutamaan khusus.
- Saat Imam Naik Mimbar pada Hari Jumat hingga Salat Selesai: Kesempatan istimewa di hari Jumat yang penuh berkah.
- Penghujung Waktu Ashar (khusus Hari Jumat): Waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa.
Memperhatikan waktu-waktu ini dapat membantu doa lebih cepat terkabul sesuai sunnah Rasulullah SAW dan tuntunan para ulama.
Bolehkah Berdoa Pakai Bahasa Indonesia?
Dikutip dari buku Rahasia Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Fahruddin Ghozy, sebagian ulama memperbolehkan berdoa menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya bahasa Indonesia, agar doa lebih mudah dirasakan dalam hati.
Namun, ini tidak berlaku untuk doa ibadah, seperti doa sebelum makan atau doa setelah adzan, melainkan untuk doa permohonan, misalnya meminta dikaruniai anak atau pekerjaan.
Ibnu Taimiyah menegaskan, "Berdoa boleh dengan bahasa Arab atau selain Arab. Allah Subhanahu wa Ta'ala tentu memahami maksud setiap hamba-Nya, walaupun lisan tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap doa dan kebutuhan yang diucapkan dalam berbagai bahasa."
Meski boleh menggunakan bahasa sehari-hari, doa yang terbaik adalah berdoa dengan menggunakan lafal-lafal doa yang ada di Al-Quran dan hadits.
Ibnu Taimiyah menambahkan, "Hamba sebaiknya berdoa dengan doa yang ada di Al-Qur'an dan hadits karena doa ini memiliki keutamaan. Doa-doa tersebut juga pernah dipanjatkan oleh para nabi, orang shalih, dan para syuhada, yang pastinya berada di jalan yang benar."
Sementara itu, Syekh Shalih al-Munajid dalam Al Islam Sual wa Jawab menjelaskan, "Jika mampu berdoa dengan bahasa Arab saat salat, maka sebaiknya tetap menggunakan bahasa Arab. Tapi jika belum bisa, boleh memakai bahasa yang dipahami sambil belajar bahasa Arab. Sedangkan untuk doa di luar salat, boleh berdoa dengan bahasa selain Arab."
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Waspada! Kurma Israel Dijual dengan Nama Berbeda