Kalender Bulan Syaban 1447 H: Catat Jadwal Nisfu Syaban 2026

Kalender Bulan Syaban 1447 H: Catat Jadwal Nisfu Syaban 2026

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 20 Jan 2026 14:00 WIB
Ilustrasi Kalender 2026
Ilustrasi Kalender 2026. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Mengetahui kalender bulan Syaban penting bagi umat Islam untuk mengatur jadwal ibadah seperti puasa sunnah serta mengetahui malam yang dimuliakan yaitu Nisfu Syaban. Pada tahun ini, pemerintah dan beberapa organisasi Islam di Indonesia menetapkan 1 Syaban 1447 H secara bersamaan.

Lantas, kapan tepatnya malam Nisfu Syaban berlangsung dan apa saja amalan yang bisa kita kerjakan untuk mengisi malam tersebut? Berikut adalah penjelasan beserta kalender Syaban 1447 H untuk membantu umat Islam dalam beribadah.

Kapan 1 Syaban 1447 H?

Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu juga dengan Muhammadiyah, menetapkan 1 Syaban jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Keputusan tersebut merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) milik Muhammadiyah.

Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dinukil dari laman NU Online, turut menetapkan 1 Syaban 1447 H pada Selasa, 20 Januari 2026. Keputusan tersebut tertera dalam Pengumuman Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan antara pemerintah dan organisasi Islam di Indonesia dalam menentukan awal bulan Syaban 1447 H.

Kalender Syaban 1447 H

Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut rincian kalender bulan Syaban 1447 H:

1 Syaban 1447 H: 20 Januari 2026
2 Syaban 1447 H: 21 Januari 2026
3 Syaban 1447 H: 22 Januari 2026
4 Syaban 1447 H: 23 Januari 2026
5 Syaban 1447 H: 24 Januari 2026
6 Syaban 1447 H: 25 Januari 2026
7 Syaban 1447 H: 26 Januari 2026
8 Syaban 1447 H: 27 Januari 2026
9 Syaban 1447 H: 28 Januari 2026
10 Syaban 1447 H: 29 Januari 2026
11 Syaban 1447 H: 30 Januari 2026
12 Syaban 1447 H: 31 Januari 2026
13 Syaban 1447 H: 1 Februari 2026
14 Syaban 1447 H: 2 Februari 2026
15 Syaban 1447 H: 3 Februari 2026
16 Syaban 1447 H: 4 Februari 2026
17 Syaban 1447 H: 5 Februari 2026
18 Syaban 1447 H: 6 Februari 2026
19 Syaban 1447 H: 7 Februari 2026
20 Syaban 1447 H: 8 Februari 2026
21 Syaban 1447 H: 9 Februari 2026
22 Syaban 1447 H: 10 Februari 2026
23 Syaban 1447 H: 11 Februari 2026
24 Syaban 1447 H: 12 Februari 2026
25 Syaban 1447 H: 13 Februari 2026
26 Syaban 1447 H: 14 Februari 2026
27 Syaban 1447 H: 15 Februari 2026
28 Syaban 1447 H: 16 Februari 2026
29 Syaban 1447 H: 17 Februari 2026
30 Syaban 1447 H: 18 Februari 2026

Malam Nisfu Syaban 2026

Berdasarkan Kalender Hijriyah Indonesia 2026, awal bulan Syaban 1447 H jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Dengan begitu, malam Nisfu Syaban atau malam ke-15 di bulan Syaban akan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026.

Penting untuk diingat, bahwa dalam sistem penanggalan Islam, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam. Oleh karena itu, umat Islam sudah mulai memasuki waktu Nisfu Syaban sejak Senin, 2 Februari 2026, setelah waktu Maghrib tiba. Hal ini menandakan dimulainya waktu ibadah dan amalan malam pertengahan Syaban hingga keesokan harinya.

Amalan Malam Nisfu Syaban

Tidak terdapat hadits shahih yang menjelaskan terkait amalan khusus yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Meski begitu, umat Islam dapat melakukan amalan sunnah seperti yang pernah dilakukan pada malam-malam lainnya, antara lain sebagai berikut:

1. Salat Qiyamul Lail

Qiyamul lail atau salat malam adalah salat yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 79,

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Keutamaan salat malam juga disebutkan dalam hadits, sebagaimana terdapat dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ} أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: Dan dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim dalam Shahih Muslim)

2. Membaca Al-Qur'an

Dari Anas bin Malik, beliau berkata,

"Adapun kaum Muslimin ketika memasuki bulan Syaban, maka mereka menuju kepada mushaf-mushaf (Al-Qur'an) untuk membacanya. Mereka mengeluarkan zakat dari harta mereka, guna diberikan kepada orang yang miskin dan tidak mampu agar kuat berpuasa di bulan Ramadan."

Penjelasan diatas diriwayatkan berdasarkan sanad yang dhaif. Meski demikian, umat Islam tetap dapat membaca Al-Qur'an pada bulan Syaban seperti pada bulan-bulan lainnya.

3. Membaca Doa

Dilansir dari laman MUI, dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya terdapat doa yang dibaca pada malam Nisfu Syaban, berikut bacaan doanya.

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُومِيْنَ أَوْ مُقَتَرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَّاوَتِيْ وَحِرْمَانِي وَافْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفِّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifin. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fii ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fii ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fii kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallahu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihi wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku disisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang la kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."



(inf/inf)
Syaban Istimewa

Syaban Istimewa

32 konten
Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadan. Syaban dikenal sebagai bulan persiapan spiritual, di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, seperti puasa sunah hingga sedekah

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads