- Niat Puasa Syaban: Arab, Latin, dan Artinya Niat Puasa Senin-Kamis Syaban Niat Puasa Ayyamul Bidh Syaban Niat Puasa Nisfu Syaban
- Dalil Anjuran Puasa Syaban
- Keutamaan Puasa Syaban 1. Puasa Sunnah yang Dicontohkan Rasulullah SAW 2. Bulan Diubahnya Arah Kiblat 3. Turunnya Perintah Bersholawat kepada Nabi Muhammad 4. Bulan Dianjurkan Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Niat puasa Syaban perlu dilakukan umat Islam sebelum menjalankan puasa. Hal ini penting karena niat termasuk salah satu syarat sah puasa. Tanpa niat, puasa yang dikerjakan menjadi tidak sah.
Puasa Syaban sendiri adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Syaban. Amalan ini dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan dan menjadi salah satu ibadah yang sering dilakukan Rasulullah SAW.
Dalam buku Kemuliaan Bulan Sya'ban karya Ustaz Abu Ghozie as-Sundawie dijelaskan Syaban adalah bulan penuh kebaikan. Pada bulan ini, Allah SWT membuka pintu ampunan, memberikan pertolongan, dan membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai puasa sunnah, puasa Syaban tidak ditetapkan jumlah hari tertentu. Umat Islam dapat melakukannya beberapa hari saja atau memperbanyak puasa sepanjang bulan, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Umumnya, puasa Syaban sering dikerjakan bersamaan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Nisfu Syaban. Puasa Nisfu Syaban dilakukan pada pertengahan bulan, tepatnya tanggal 15 Syaban. Amalan ini dianjurkan oleh sebagian ulama, meski ada pula pendapat yang menilai dalilnya masih lemah.
Adapun puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang rutin dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Lalu, bagaimana niat puasa Syaban? Berikut penjelasan lengkapnya.
Niat Puasa Syaban: Arab, Latin, dan Artinya
Adapun bacaan niat puasa Syaban lengkap dengan Arab, latin, dan artinya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ شَهْرٍ شَعْبَانَ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu sauma gadin min syahri sya 'bān sunnatal lillāhi ta alā.
Artinya: "Saya niat berpuasa besok dari bulan Syaban sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Senin-Kamis Syaban
- Bacaan niat puasa Senin bulan Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah ta'âlâ."
- Bacaan niat puasa Kamis bulan Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."
Niat Puasa Ayyamul Bidh Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ."
Niat Puasa Nisfu Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah SWT."
Niat puasa Nisfu Syaban ini bisa diamalkan ketika malam hari. Namun, jika lupa, niat ini bisa dilakukan siang hari dengan bacaan berikut ini,
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Syaban hari ini karena Allah SWT."
Dalil Anjuran Puasa Syaban
Dalam buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban karya Dra. Udji Asiyah dijelaskan puasa pada bulan Syaban berfungsi sebagai pengantar sebelum memasuki puasa Ramadan. Hal ini sebagaimana keterangan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau berkata,
"Nabi Muhammad SAW belum pernah berpuasa dalam satu bulan melebihi puasa bulan Syaban." (HR Bukhari)
Syaban berada di antara dua bulan besar, yaitu Rajab yang termasuk bulan haram dan Ramadan sebagai bulan wajib berpuasa. Puasa Syaban memiliki peran penting sebagai latihan sebelum menjalankan puasa Ramadan.
Dengan membiasakan diri berpuasa di bulan Syaban, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Kebiasaan ini membantu agar puasa Ramadan dapat dijalani dengan lebih ringan, terbiasa, dan penuh kesadaran.
Selain itu, terdapat hadits lain yang diriwayatkan dari Ummu Salamah RA, beliau mengatakan,
"Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah tidak puasa dari satu tahun satu bulan yang sempurna kecuali bulan Syaban yang beliau sambung dengan Ramadan." (HR Abu Dawud)
Keutamaan Puasa Syaban
Mengacu pada buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan karya Ceceng Salamudin, puasa Syaban memiliki sejumlah keutamaan yang patut diketahui dan diamalkan oleh umat Islam.
1. Puasa Sunnah yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Puasa Syaban termasuk puasa sunnah yang paling sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Kebiasaan ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa Syaban. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan ini.
2. Bulan Diubahnya Arah Kiblat
Syaban juga memiliki keistimewaan sebagai bulan terjadinya perpindahan arah kiblat. Pada bulan ini, Allah SWT memerintahkan perubahan arah salat dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Ka'bah di Makkah. Peristiwa tersebut menjadi momen penting dalam sejarah Islam sebagai penegasan identitas dan kemandirian umat Islam.
Perintah pemindahan arah kiblat tertuang dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 144,
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
3. Turunnya Perintah Bersholawat kepada Nabi Muhammad
Keutamaan lainnya dari bulan Syaban adalah diturunkannya ayat yang memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini menjadi pengingat agar kaum muslimin senantiasa memuliakan Rasulullah SAW dengan memperbanyak shalawat.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 56,
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
4. Bulan Dianjurkan Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Dalam kitab Dzuratun Nashihin disebutkan bahwa para ulama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan bacaan Al-Qur'an di bulan Syaban, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan saat Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Syaban memiliki keutamaan sendiri dibandingkan dengan bulan-bulan islam lainnya.
Memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan Syaban juga menjadi cara agar umat Islam lebih siap menyambut dan menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
(kri/kri)
