Sejumlah pendapat menyatakan umur umat Islam di bumi tidak sampai 1500 Hijriah. Tahun ini umat Islam sudah memasuki 1448 Hijriah atau setengah abad lagi menuju 1500 Hijriah. Benarkah demikian?
Pada hakikatnya, tidak ada yang tahu kapan batas umur bumi maupun umur umat yang menghuninya kecuali Allah SWT. detikHikmah tidak menemukan dalil shahih baik dalam Al-Qur'an maupun hadits yang menyebut umur umat Islam tidak sampai 1500 Hijriah. Angka 1500 dalam hal ini berasal dari penafsiran para ahli hadits dan sejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan dalam Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam oleh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah terjemahan Subhanur, yang mengutip pendapat Imam Suyuthi dalam risalahnya, Al-Kasyfu 'an Mujawazati Hadzihil Ummatil Alfi, tentang penjelasan keluarnya Yakjuj dan Makjuj, banyak hadits menunjukkan umur umat Islam lebih dari 1000 tahun dan kelebihan itu tidak sampai 500 tahun.
Dalam risalah itu, Imam Suyuthi juga mengatakan umat manusia saat ini hidup di masa akhir dunia sebelum kiamat, tepatnya pada masa persiapan menghadapi berbagai bencana dan tragedi yang mendahului tanda-tanda kiamat kubra.
Pendapat lain menghitung umur umat Islam 1400 tahun lebih sedikit. Angka ini diperoleh dari umur Yahudi dikurangi umur umat Nasrani ditambah 500 tahun sebagaimana hadits dari Sa'id bin Abu Waqqas RA. Rasulullah SAW bersabda, "Saya berharap umatku tidak lemah di sisi Tuhannya yang menunda mereka selama setengah hari." Sa'id bertanya, "Berapakah setengah hari itu?" Beliau menjawab, "500 tahun." (HR Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah)
Umur umat Yahudi diperoleh dari jarak waktu ahli kitab hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW dikurangi umur Nasrani. Para ahli hadits, seperti dikatakan Al-Hafizh dalam Al-Fath, sepakat jarak waktu kaum Yahudi hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah lebih dari 2000 tahun, sedangkan masa Nasrani 600 tahun. Sehingga umur umat Yahudi 2000 - 600 = 1400 tahun ditambah sedikit. Menurut ahli hadits dan sejarah, tambahan itu sekitar 100 tahun. Jadi, umur Yahudi kira-kira 1500 tahun.
Jika umur umat Islam sama dengan umur Yahudi dikurangi umur umat Nasrani ditambah 500 tahun, maka (1500 - 600) + 500 = 1400 tahun ditambah sedikit, tidak sampai 1500 tahun.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menegaskan hanya Allah SWT yang mengetahui waktu datangnya kiamat. Bahkan Rasulullah SAW pun tidak pernah menyebut waktunya melainkan hanya gambaran dahsyatnya hari tersebut.
Buya Yahya mencontohkan, saat Rasulullah SAW ditanya para sahabat tentang kiamat, beliau menjelaskan tentang dahsyatnya kiamat. Maksud penjelasan itu, kata Buya Yahya, agar manusia mempersiapkan datangnya hari kiamat yang begitu dahsyat itu.
"Pasti datang hari kiamat. Cuman apakah kita sudah punya persiapan? Pakai hitungan segala macam. Biarpun dinisbatkan kepada ulama sudah dikatakan tidak ada yang tahu hari kiamat (tiba) kecuali Allah," jelas Buya Yahya dalam ceramah yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Senin (5/10/2026). detikHikmah telah mendapat izin mengutip unggahan dalam channel tersebut.
"Kalau ada seseorang (yang mengatakan) 1500 kiamat, maksudnya gimana ini? Kiamat apa? Apakah kiamat kubra dengan leburnya semesta ini? Oh bukan. Enggak boleh kita ngomong itu karena sudah dikatakan yang tahu hanya Allah," tegasnya.
Kiamat Terjadi Tiba-tiba, Bisa Saja Sudah Dekat
Kiamat berarti berakhirnya seluruh kehidupan di bumi dan kehancuran total alam semesta. Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui waktu persisnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 187,
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ١٨٧
Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Allah SWT juga berfirman,
يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا ٦٣
Artinya: "Orang-orang bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah bahwa pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah." Tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat." (QS Al-Ahzab: 63)
10 Tanda Kiamat
Menurut sejumlah hadits shahih, datangnya kiamat akan didahului dengan berbagai tanda. Sepuluh tanda di antaranya disebutkan dalam hadits Abu Syuraihah Hudzaifah bin Usaid bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya: (1) terbitnya matahari dari barat, (2) asap, (3) binatang melata, (4) munculnya Yakjuj dan Makjuj, (5) keluarnya Dajjal, (6) munculnya Isa bin Maryam, (7) tiga gerhana; gerhana di barat (8) gerhana di timur, (9) gerhana di Jazirah Arab, (10) api yang keluar dari dasar Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia dan bersama mereka di mana saja berada." (HR Muslim, Ahmad, dan lainnya. Ibnu Katsir mengatakan hadits ini shahih)
Wallahu a'lam.
