Malam 27 Rajab sering kali diperingati oleh umat Islam sebagai malam terjadinya peristiwa Isra Miraj. Di tengah masyarakat, terdapat amalan sholat sunnah khusus yang dilakukan pada malam tersebut. Namun, muncul pertanyaan, apakah tuntunan sholat khusus malam Isra Miraj berasal dari hadits shahih?
Anjuran sholat malam Isra Miraj berasal dari ulama. Imam al-Ghazali menyebutkan keutamaan menghidupkan malam 27 Rajab dengan sholat 12 rakaat. Di sisi lain, banyak ulama hadits yang meragukan dasar hukumnya. Untuk itu, berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah Ada Sholat Khusus Malam Isra Miraj?
Dikutip dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali yang diterjemahkan oleh Purwanto, melakukan ibadah pada malam hari yang memiliki keutamaan hukumnya sunnah. Imam al-Ghazali mengatakan terdapat 15 malam yang memiliki keutamaan dan salah satunya adalah malam Isra Miraj 27 Rajab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam al-Ghazali menyebutkan sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa yang mengerjakan amal kebajikan pada malam ini, niscaya dia akan memperoleh kebaikan seratus tahun."
Imam al-Ghazali kemudian mengatakan, "Maka barang siapa di antara kaum muslim mengerjakan sholat 12 rakaat pada malam ini di mana setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, membaca tasyahud setiap dua rakaat lalu salam dan selesai sholat membaca sholawat kepada Nabi SAW 100 kali, membaca istighfar 100 kali, berdoa untuk dirinya dengan apa yang diinginkan dalam urusan dunia dan akhirat kemudian pagi harinya berpuasa, maka sungguh Allah SWT akan mengabulkan semua doanya."
detikHikmah tidak menemukan hadits shahih terkait pelaksanaan sholat khusus pada malam Isra Miraj.
Dijelaskan dalam buku Bid'ah-Bid'ah yang Dianggap Sunnah oleh Muhammad Abdus-salam Khadr asy-Syaqiry, al-Majd al-Lughawi berpendapat sholat pada malam Isra Miraj, Lailatul Qadr, sholat setiap malam di bulan Rajab, Syaban dan Ramadan, tak ada dasar hadits yang shahih.
Sama halnya dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang mengatakan sholat malam pada 27 Rajab atau sholat malam Isra Miraj tidak diisyaratkan berdasarkan ijma para ulama.
Tata Cara Sholat Malam 27 Rajab
Merujuk pada Ihya Ulumuddin, sholat pada malam 27 Rajab dapat dilakukan sebanyak 12 rakaat. Pelaksanaan dilakukan dengan tasyahud setiap dua rakaat kemudian salam.
Untuk gerakan dan bacaannya sama dengan sholat sunnah pada umumnya, yang membedakan hanyalah niatnya saja. Berikut tata cara sholat malam Isra Miraj menurut Imam al-Ghazali:
- Dikerjakan dalam 12 rakaat dengan tiap 2 rakaat salam
- Setiap rakaat membaca surah Al Fatihah dan satu surah dalam Al-Qur'an
- Setelah selesai sholat, membaca sholawat 100 kali
- Lanjutkan membaca istighfar 100 kali
- Tutup dengan berdoa untuk urusan dunia dan akhirat
Dzikir Sholat Malam 27 Rajab
Setelah selesai melaksanakan sholat malam 27 Rajab, dilanjutkan untuk membaca dzikir khusus sebanyak 100 kali. Berikut bacaan lengkapnya:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illa Allah wa Allahu Akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal 'adziim.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shallallaahu 'ala Muhammad.
Artinya: "Ya Allah berikanlah kamu tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad."
Doa Malam 27 Rajab
Dikutip dalam buku 71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap susunan Yusuf Chudlori, berikut bacaan doa malam 27 Rajab:
اللَّهُمَّ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِيِّينَ وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ اَنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
Allâhumma bi musyahadati asrâril-muhib-bîna wa bil-khalwatil-latî khashshashat bihâ sayyidal-mursalîna hîna asraita bihî lailatas-sâbi'iwal-'isyrîna antarhamaqalbiyal-hazîna wa tujîba da'watî yâ akramal-akramîn.
Artinya: "Ya Allah, dengan kesaksian rahasia-rahasia para pecinta, dan dengan khalwat (kesendirian) yang Engkau khususkan bagi pemimpin para Rasul ketika Engkau isra-kan pada malam 27 Rajab, aku memohon Engkau kabulkan doaku, wahai Yang paling Pemurah dari segala yang pemurah."
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Israel Kembali Serang Gaza setelah Gabung Dewan Perdamaian, 31 Warga Tewas
Kerjanya Meletihkan, Honor Petugas Haji 2026 Bisa Tembus Rp1 Juta per Hari
Anjuran Mempertahankan Nyawa dan Harta dalam Islam