Kemenhaj Bagikan Tips agar Jemaah Terhindar dari Penipuan Travel Umrah Nakal

Kemenhaj Bagikan Tips agar Jemaah Terhindar dari Penipuan Travel Umrah Nakal

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 06 Feb 2026 14:45 WIB
Suasana masjidil haram
Suasana Masjidil Haram (Foto: Haris/detik)
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) membagikan sejumlah tips kepada calon jemaah agar terhindar dari penipuan travel umrah yang disebut 'nakal'. Dengan begitu, jemaah bisa melangsungkan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Dilansir dari situs resmi Kemenhaj RI, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar senantiasa waspada dan cermat memilih travel umrah. Edukasi tersebut juga jadi upaya untuk melindungi jemaah, terlebih masih sering ditemukan aduan terkait dugaan penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan umrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenhaj melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah mengimbau calon jemaah tidak mudah tergiur dengan penawaran yang tak masuk akal dan selalu memastikan legalitas hingga kredibilitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Andi Muhammad Taufik menegaskan kehati-hatian jemaah jadi kunci utama mencegah terjadinya penipuan.

ADVERTISEMENT

"Jemaah perlu cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian," katanya.

Kemudian, Andi juga menegaskan peran aktif masyarakat dinilai penting untuk upaya perlindungan jemaah.

"Laporan dari jemaah adalah bagian penting dari pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj," jelasnya.

Berikut beberapa tips bagi jemaah umrah agar terhindar dari travel nakal.

Tips agar Jemaah Terhindar dari Penipuan Travel Umrah Nakal

1. Pastikan Travel Umrah Terdaftar Resmi

Tips pertama bagi jemaah yaitu memastikan travel umrah yang dipilih resmi dan terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) Kemenhaj. Nantinya, jemaah bisa mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku.

Travel yang tidak terdaftar sebagai PPIU dinyatakan ilegal. Selain itu, jemaah sebaiknya memastikan keberadaan kantor fisik, rekam jejak operasional minimal dua tahun, serta mewaspadai paket umrah dengan harga tidak wajar.

2. Telusuri Ulasan Travel Umrah Terkait Lewat Media Sosial

Setelah mengecek legalitas travel umrah, jemaah hendaknya menelusuri ulasan travel umrah terkait melalui media sosial. Ini bisa dilihat lewat Google Reviews, hindari travel yang tidak memiliki testimoni kredibel.

Cari juga situs resmi atau media sosial dari travel umrah terkait. Lebih baik lagi jika travel umrah berasal dari rekomendasi keluarga atau kerabat yang berpengalaman. Jemaah juga dianjurkan memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi.

3. Tinjau Rincian Biaya dan Dokumen

Tips lainnya bagi jemaah umrah yang tak kalah penting yaitu meminta rincian biaya secara lengkap. Ini termasuk tiket, visa, akomodasi, konsumsi serta transportasi.

Jemaah harus memastikan adanya bukti reservasi hotel dan jadwal keberangkatan yang jelas sebelum melakukan pelunasan. Selain itu, perhatikan kontrak perjanjian utamanya klausul pengembalian dana (refund) dan asuransi. Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan dan seluruh bukti transaksi disimpan dengan baik.

4. Pastikan Travel Menyediakan Fasilitas dan Layanan yang Memadai

Jemaah harus memastikan travel umrah yang dipilih menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, akomodasi yang layak dan kepastian jadwal berangkat. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan beberapa paket umrah dari travel terpercaya sebelum memilih agen.




(aeb/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads