Tradisi Isra Mi'raj di Negara-Negara Muslim yang Unik dan Menginspirasi

Tradisi Isra Mi'raj di Negara-Negara Muslim yang Unik dan Menginspirasi

Tia Kamilla - detikHikmah
Rabu, 14 Jan 2026 20:00 WIB
Sejumlah warga mengikuti pawai obor di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong , Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/6/2025). Pawai obor yang diikuti ratusan warga tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Pawai obor. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta -

Isra Miraj atau Isra Mikraj bukan hanya peristiwa spiritual yang penting bagi umat Islam, tetapi juga menjadi sebuah tradisi yang dirayakan dengan berbagai cara di seluruh dunia. Setiap negara memiliki tradisi unik yang mencerminkan budaya dan keimanan masyarakatnya.

Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Islam. Bertepatan dengan tahun ini, Isra Miraj jatuh pada tanggal 16 Januari 2026.

Dalam kisah Isra Miraj, disebutkan Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dalam satu malam dari Makkah ke Masjidil Aqsa, yang merupakan masjid terjauh di Yerusalem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW naik ke langit ketujuh dan mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu.

ADVERTISEMENT

Tradisi Isra Mi'raj di Negara-negara Muslim yang Menginspirasi

Merangkum dari berbagai sumber, berikut merupakan tradisi Isra Mi'raj di negara-negara muslim yang unik dan menginspirasi.

1. Indonesia

Di Indonesia, peringatan Isra Mi'raj memiliki beragam tradisi. Salah satunya adalah tradisi Rajaban di Cirebon, di mana masyarakat muslim berkumpul di masjid atau alun-alun. Acara ini biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan, mulai dari ceramah hingga doa dan dzikir bersama yang dipimpin oleh ustadz.

Selain itu, terdapat juga tradisi pawai obor di Bandung, di mana pada malam Isra Mi'raj warga berkumpul dan berkeliling sambil membawa obor, disertai lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW sepanjang perjalanan.

Selain dua tradisi tersebut, Indonesia memiliki tradisi lainnya, seperti khataman Kitab Arjo di Temanggung, Nanggung di Bangka Belitung, Ngusiran di Lombok, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang berbeda di tiap daerah.

2. Turki

Di Turki, Isra Mi'raj dikenal dengan nama Miraç Kandili. Mengutip laman Yeni Şafak, Lailat al Miraj dirayakan sebagai salah satu dari lima malam suci, yang masing-masing disebut "kandil" atau lilin dalam bahasa Turki. Pada malam-malam ini, menara masjid diterangi, dan doa-doa khusus dilaksanakan.

Masyarakat Turki memanfaatkan malam suci ini untuk beribadah hingga larut malam, termasuk melakukan shalat sunnah, zikir, dan doa. Masjid-masjid ramai dengan jamaah, dan biasanya ada khutbah khusus yang membahas hikmah Isra Mi'raj serta menekankan pentingnya shalat dalam kehidupan sehari-hari.

3. Uni Emirat Arab (UEA)

Mengutip dari Khaleej Times, perayaan Isra Mi'raj di UEA sempat termasuk dalam daftar hari libur resmi hingga tahun 2018. Namun, sejak 2019, pemerintah tidak lagi menetapkannya sebagai hari libur resmi.

Meski demikian, masyarakat UEA tetap merayakan Isra Mi'raj dengan melakukan berbagai amalan ibadah. Aktivitas yang umum dilakukan antara lain shalat Tahajud, pembacaan Al-Qur'an, menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak, serta berkumpul di masjid untuk mengikuti khutbah dan kegiatan keagamaan, seperti dikutip dari situs Social Kandura.

4. Bangladesh

Di Bangladesh, peringatan Isra Mi'raj biasanya dilakukan dengan doa bersama, pengajian, dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an. Masjid menjadi pusat aktivitas keagamaan, terutama pada malam Isra Mi'raj.

Tema ceramah yang disampaikan umumnya menekankan pada keteladanan Rasulullah SAW, kesabaran, dan ketaatan dalam menjalankan perintah Allah SWT, sehingga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi.

5. Malaysia

Di Malaysia, Isra Mi'raj diperingati melalui ceramah keagamaan yang diadakan di masjid dan surau. Pemerintah setempat kerap mendukung pelaksanaan kajian dan dakwah yang menekankan makna shalat serta akhlak Rasulullah SAW.

Tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi keagamaan, khususnya bagi generasi muda, agar mereka memahami nilai-nilai Islam dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

6. Palestina

Umat Muslim di Palestina memperingati Isra Mi'raj dengan mengenakan pakaian tradisional khas mereka. Mengutip situs Middle East Monitor (MEMO), Isra Mi'raj di Palestina biasanya diperingati dengan kegiatan keagamaan di sekitar Masjid Al-Aqsa. Mereka juga memainkan musik yang indah untuk memeriahkan acara Isra Mi'raj.

Kenapa Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Mi'raj?

Isra Mi'raj merupakan momen penting dalam sejarah Islam yang diperingati di banyak negara, tetapi Arab Saudi tidak merayakannya dengan tradisi khusus. Ada beberapa alasan mengapa perayaan Isra Mi'raj tidak dilakukan di negeri ini.

Alasan pertama, yaitu meskipun Arab Saudi mayoritas Muslim, mereka suka mengikuti ajaran yang lebih sederhana. Mereka tidak membuat perayaan yang tidak ada dasarnya di Al-Qur'an atau hadits.

Kemudian, mereka biasanya lebih fokus dengan ibadah sehari-hari, seperti salat lima waktu, puasa, dan doa. Mereka tidak menambahkan perayaan lain yang dinilai tidak wajib.

Selain itu, di masyarakat Arab lebih suka menjalankan agama dengan sederhana. Mereka tidak melakukan perayaan besar seperti di negara lain.

Sumber lain juga menyebut bahwa hal ini berkaitan dengan Wahhabisme. Menurut Encyclopedia Britannica, gerakan Wahabi dibawa oleh Muhammad ibn 'Abd al-Wahhab pada abad ke-18 dan menganjurkan umat Islam untuk kembali pada ajaran Islam asli yang ada di Al-Qur'an dan sunnah.



(lus/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads