Tujuan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam

Tujuan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Senin, 12 Jan 2026 20:00 WIB
Tujuan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
Ilustrasi Isra Miraj. Foto: Freepik
Jakarta -

Tujuan Isra Miraj perlu diketahui oleh umat Islam sebab peristiwa ini merupakan salah satu mukjizat terbesar Rasulullah SAW setelah Al-Qur'an.

Kebenaran peristiwa ini menjadi ujian keimanan bagi kaum beriman, karena tanpa keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT, Isra Miraj sulit dipahami oleh akal manusia semata.

Penegasan mengenai peristiwa agung ini kemudian dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Latin: Subḥānal-lażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī'ul-baṣīr(u).

ADVERTISEMENT

Artinya: Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS Al-Isra: 1)

Berdasarkan ayat tersebut, menurut Tafsir Kemenag, dijelaskan bahwa Isra Miraj merupakan peristiwa penting yang dialami Rasulullah SAW yang memiliki banyak tujuan dan hikmah yang dapat dipetik di dalamnya.

Tujuan Isra Miraj bagi Umat Islam

Berikut tujuan utama Isra Mi'raj dikutip dari buku Sirah Nabawiyah: Menelusuri Jejak Kehidupan dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW oleh Abdul Hasan `Ali Al-Hasani An-Nadwi dan Kementerian Agama RI:

1. Menghibur dan Menguatkan Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj terjadi pada masa penuh cobaan dalam kehidupan Rasulullah SAW (setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib serta penolakan di Thaif). Peristiwa ini menjadi bentuk penghiburan langsung dari Allah SWT agar Rasulullah tetap teguh dalam dakwahnya.

2. Memperlihatkan Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT

Allah SWT memperlihatkan kepada Rasulullah SAW ayat-ayat kebesaran-Nya, baik di bumi maupun di langit, hingga Sidratul Muntaha. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah yang tidak terbatas dan memperkuat keyakinan akan kebenaran wahyu.

3. Menegaskan Universalitas Risalah Islam

Pertemuan Rasulullah dengan para nabi dan peristiwa shalat di Masjidil Aqsha menegaskan bahwa Islam adalah agama untuk seluruh umat manusia, tidak terbatas oleh suku, bangsa, wilayah, atau zaman.

4. Menguji Keimanan Hamba-hamba Allah

Isra Miraj menjadi ujian keimanan, khususnya bagi umat Islam di masa awal. Hanya orang-orang yang beriman dengan sepenuh hati yang mampu menerima peristiwa luar biasa ini sebagai kebenaran dari Allah SWT.

5. Menurunkan Perintah Salat Lima Waktu

Isra Miraj merupakan satu-satunya peristiwa di mana perintah ibadah diturunkan secara langsung tanpa perantara malaikat. Salat menjadi ibadah utama dan paling mulia, sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT.

6. Memuliakan Umat Nabi Muhammad SAW

Dengan salat lima waktu, umat Islam diberi kehormatan untuk "menghadap" Allah SWT setiap hari. Ini merupakan bentuk kemuliaan yang tidak diberikan kepada umat lain, sebagai tanda kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.

7. Menegaskan Peran Rasulullah sebagai Pemimpin Dunia dan Akhirat

Isra Miraj menegaskan bahwa Rasulullah SAW bukan sekadar pemimpin lokal, melainkan utusan Allah yang membawa risalah langit ke bumi, memimpin umat manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Makna dan Hikmah Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj merupakan kehendak Allah SWT untuk memperlihatkan kebesaran dan kekuasaan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung ini terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Rasulullah SAW, sehingga menjadi bentuk penguatan, penghiburan, dan peneguhan hati dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang terpilih.

Dalam buku Sirah Nabawiyah: Menelusuri Jejak Kehidupan dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW karya Abdul Hasan 'Ali Al-Hasani An-Nadwi dijelaskan bahwa Isra bukanlah peristiwa biasa. Rasulullah SAW diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah yang sangat agung.

Beliau menyaksikan alam langit dan bumi dengan penglihatan yang melampaui batas kemampuan manusia biasa. Perjalanan gaib tersebut mengandung makna yang sangat dalam, luas, dan sarat dengan petunjuk bagi umat manusia sepanjang zaman.

Kisah Isra Mi'raj diabadikan dalam dua surat Al-Qur'an, yaitu Surah Al-Isra' dan Surah An-Najm, yang menegaskan kemuliaan Rasulullah SAW. Dalam peristiwa ini, Rasulullah ditetapkan sebagai Nabi dua kiblat (Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha), pemimpin Timur dan Barat, pewaris para nabi terdahulu, serta imam bagi generasi sesudahnya.

Dalam diri Rasulullah SAW dan peristiwa Isra Mi'raj, bertemulah Makkah dan Al-Quds, Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Para nabi 'alaihimus salam menjadi makmum di belakang beliau. Hal ini menegaskan bahwa risalah Islam bersifat universal, abadi, dan sesuai untuk seluruh umat manusia di berbagai tempat dan zaman.

Isra Miraj menjadi garis pemisah antara kepemimpinan yang terbatas oleh suku dan wilayah dengan kenabian yang bersifat global dan langit. Rasulullah SAW bukan sekadar pemimpin suatu kaum, melainkan utusan Allah yang membawa risalah langit ke bumi untuk seluruh manusia, lintas bangsa dan generasi.

Melalui peristiwa ini pula, Allah SWT menurunkan perintah salat. Awalnya diwajibkan lima puluh kali sehari semalam, kemudian diringankan menjadi lima waktu, namun dengan pahala setara lima puluh kali salat.

Salat menjadi bentuk kemuliaan dan kehormatan terbesar bagi umat Islam, karena dengannya manusia dipanggil langsung menghadap Allah SWT setiap hari.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads