Siapakah 70.000 Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab?

Siapakah 70.000 Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab?

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 12 Jan 2026 06:30 WIB
Siapakah 70.000 Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab?
Ilustrasi surga. Foto: Getty Images/iStockphoto/JadeThaiCatwalk
Jakarta -

Setiap Muslim tentunya mendambakan surga sebagai tempat kembali yang abadi. Namun, di Padang Mahsyar kelak, terdapat satu golongan istimewa yang mendapatkan jalur khusus dari Allah SWT. Mereka adalah 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab.

Lantas, siapakah mereka dan amalan apa yang membuat mereka begitu mulia di mata Allah? Simak penjelasan lengkapnya berdasarkan hadits-hadits berikut ini.

Golongan 70.000 Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Dikutip dalam kitab An-Nihayah Fi Al-Fitan Wa Al-Malahim karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan oleh Ali Nurdin, Imam Al-Bukhari berkata, "Imran bin Maisarah menuturkan dari Ibnu Fadhal, dari Hushain, dari Usaid bin Zaid, dari Hasyim, dari Hushain, ia berkata: 'Aku tengah bersama Sa'id bin Jubair, ia berkata: 'Ibnu Abbas bercerita tentang Rasulullah SAW yang bersabda,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Umat-umat diperlihatkan kepadaku lalu seorang nabi melintas bersama umatnya, nabi lainnya melewat bersama beberapa orang, nabi lainnya melewat bersama sepuluh orang, nabi lainnya melewat bersama lima orang, dan seorang nabi melewat bersama satu orang.

Selanjutnya, aku melihat ternyata ada kerumunan orang banyak, aku bertanya, 'Wahai Jibril, apakah mereka umatku?' Jibril menjawab, 'Bukan, tetapi lihatlah ke ufuk.' Aku pun melihat ke ufuk, ternyata ada kerumunan orang banyak.

ADVERTISEMENT

Jibril berkata, 'Mereka itu umatmu. Jumlah mereka 70.000 yang pertama kali tidak dihisab dan diazab. Aku bertanya, 'Mengapa?' Jibril menjawab, 'Mereka tidak berobat dengan besi panas, tidak meminta diruqyah, tidak meramal dengan burung, dan mereka bertawakal kepada tuhannya.'

Tiba-tiba Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata, 'Mohonkan kepada Allah agar aku menjadi bagian dari mereka.' Selanjutnya, seseorang berdiri dan berkata, 'Mohonkanlah kepada Allah agar menjadikanku bagian dari mereka.' Nabi bersabda, 'Ukasyah telah mendahuluimu.'" (HR Bukhari)

Selain Imam Al-Bukhari, Imam Muslim turut meriwayatkan hadits yang sama dari Sa'id bin Manshur, dari Hasyim namun dengan redaksi yang lebih panjang.

Tambahan Jumlah Umat yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Dalam Riwayat lain dijelaskan, bahwa dari 70.000 umat Nabi Muhammad yang masuk surga tanpa hisab, jumlahnya masih akan bertambah. Imam Ahmad berkata, "Yahya bin Abi Bukair menuturkan, Zuhair bin Muhammad mengabarkan dari Suhail bin Abi Saleh, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

"Aku memohon kepada Tuhanku Azza wa Jalla lalu Dia menjanjikan kepadaku akan memasukkan 70.000 dari umatku (ke surga) dalam rupa bulan pada malam purnama. Aku meminta tambahan dan Dia pun menambahkannya untukku dari setiap seribu sebanyak 70.000 orang.

Aku berkata, 'Wahai Tuhanku, bagaimana jika umatku kaum Muhajirin tidak memenuhinya?' Allah SWT berfirman, 'Kalau begitu, Aku akan melengkapkan untukmu dari kalangan Arab Badui.'" (HR Ahmad)

Gambaran Saling Bergandengan Tangan Memasuki Surga

70.000 orang yang masuk surga tersebut, akan memasuki surga secara beriringan dan saling bergandengan tangan, tanpa terputus mulai dari orang pertama hingga yang paling akhir.

Hal ini dijelaskan dalam riwayat lain, Al-Bukhari berkata, "Said bin Abi Maryam meriwayatkan, Abu Ghassan menuturkan, Abu Hazim bercerita dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"(Sebanyak) 70.000 dan 600.000 orang umatku akan masuk surga --ia ragu-ragu pada salah satunya-- dalam keadaan saling berpegangan satu dengan lainnya hingga yang pertama dan yang terakhir masuk surga dengan wajah bersinar laksana bulan pada malam bulan purnama.'" (HR Bukhari)

Hadis dengan redaksi tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang bersumber dari Qutaibah melalui Abdul Aziz bin Abi Hazim.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads