Benarkah Setan Berkeliaran Saat Maghrib? Begini Pandangan Islam

Benarkah Setan Berkeliaran Saat Maghrib? Begini Pandangan Islam

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 07 Jan 2026 17:45 WIB
Benarkah Setan Berkeliaran Saat Maghrib? Begini Pandangan Islam
Ilustrasi waktu Maghrib (Foto: Muhammad Syaif Ar Rijal/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Maghrib merupakan waktu terbenamnya matahari yang menandai peralihan dari siang menuju malam. Banyak dari masyarakat yang menyebut Maghrib sebagai waktu setan berkeliaran.

Rasulullah SAW bahkan menganjurkan muslim untuk menutup pintu rumah dan jangan membiarkan anak-anak berkeliaran di luar ketika Maghrib. Apakah hal ini ada kaitannya dengan setan yang keluar ketika Maghrib?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah Setan Berkeliaran ketika Maghrib?

Anjuran menutup pintu rumah dan tidak membiarkan anak-anak keluar disebutkan dalam hadits Nabi SAW. Beliau bersabda,

"Jika kalian memasuki waktu sore - maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup." (HR Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Dilansir dari buku Hidup Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam susunan Daeng Naja, kata awal malam pada hadits di atas dimaknai sebagai terbenamnya matahari. Nabi SAW juga menganjurkan umat Islam tidak melepaskan hewan-hewan ternak ketika matahari terbenam.

Dalam kitab Al Istidzkar susunan Imam Ibnu Abdilbarra dikatakan ternyata anjuran dari sang rasul jadi upaya menjaga diri dari gangguan setan serta jin. Melalui hadits tersebut dikatakan setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.

Terdapat juga hadits lain yang berasal dari riwayat Ahmad terkait perintah menutup pintu sewaktu Maghrib. Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walau hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya." (HR Ahmad)

Waktu Maghrib hingga awal malam jadi momen makhluk halus seperti jin dan setan mulai berpencar dan berkeliaran. Mereka mencari tempat tinggal atau berlindung, termasuk rumah-rumah manusia atau bahkan menyusup ke dalam tubuh manusia yang lengah dari zikir.

Bahkan menurut pendapat Imam Nawawi yang dikutip pada buku yang sama, kekuatan setan lebih besar karena bebas berkeliaran sebelum dikendalikan oleh kegelapan total malam. Karenanya, muslim dianjurkan menjaga anak-anaknya di dalam rumah untuk melindungi mereka agar tidak diganggu makhluk halus.

Doa agar Terhindar dari Gangguan Setan

Dilansir dari buku Panduan Ibadah Doa dan Zikir Harian Terlengkap oleh Ahmad Zacky, ada beberapa doa yang bisa dibaca muslim agar terhindar dari gangguan setan.

1. Mengucap Ta'awwudz

Ta'awudz dikenal sebagai ucapan perlindungan setan. Berikut bacaannya,

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ

A'ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīm

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

2. Membaca Ayat Kursi

Selain membaca ta'awudz, muslim juga bisa mengamalkan Ayat Kursi agar dilindungi hingga pagi hari dari gangguan setan. Berikut bacaannya yang tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 255,

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

3. Membaca Surah Al Falaq dan An Naas

Surah Al Falaq dan An Naas dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur dan saat petang hari sebagai pelindung dari gangguan setan. Berikut bacaan surah Al Falaq,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ۝١

qul a'ụżu birabbil-falaq

Artinya: Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh),

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝٢

min syarri mā khalaq

Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝٣

wa min syarri gāsiqin iżā waqab

Artinya: dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ ۝٤

wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad

Artinya: dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝٥

wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Adapun surah An Naas adalah sebagai berikut,

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝١

Qul a'ûdzu birabbin-nâs

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia."

مَلِكِ النَّاسِۙ ۝٢

malikin-nâs

Artinya: "Raja manusia."

اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝٣

ilâhin-nâs

Artinya: "Sembahan manusia."

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ۝٤

min syarril-waswâsil-khannâs

Artinya: "dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi."

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝٥

alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs

Artinya: "yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ۝٦

minal-jinnati wan-nâs

Artinya: "dari (golongan) jin dan manusia."




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads