Puasa Rajab Berapa Hari? Ini Jadwalnya Sesuai Sunnah

Puasa Rajab Berapa Hari? Ini Jadwalnya Sesuai Sunnah

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 23 Des 2025 12:15 WIB
Puasa Rajab Berapa Hari? Ini Jadwalnya Sesuai Sunnah
Ilustrasi puasa Rajab. Foto: Freepik
Jakarta -

Puasa Rajab merupakan salah satu amalan yang sering kali dilakukan ketika memasuki bulan Rajab. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, salah satunya dengan puasa sunnah tersebut.

Ada beberapa puasa sunnah yang bisa dikerjakan umat Islam pada bulan Rajab. Berikut ketentuannya.

Hukum Puasa Rajab

Dijelaskan dalam buku Bid'ah-Bid'ah yang Dianggap Sunnah oleh Muhammad Abdussalam Khadr asy-Syaqiry, Rasulullah SAW tidak melakukan puasa selama satu bulan penuh di bulan Rajab (haram). Beliau juga pernah tidak melakukan puasa satu bulan penuh pada bulan Rajab dan tidak menganjurkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut an-Nawawi tidak terdapat hadits yang secara jelas menyatakan larangan atau anjuran untuk berpuasa pada bulan Rajab. Namun, dasar hukum puasa bulan Rajab adalah sunnah. Dalam Sunan Abu Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada bulan-bulan yang disucikan (haram) dan bulan Rajab salah satunya.

Adapun, puasa yang dianjurkan pada setiap bulan adalah Ayyamul Bidh. Puasa ini dikerjakan tiga hari pada tanggal 13, 14, dan 15. Dalil pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh bersandar pada hadits dari Abu Hurairah RA,

ADVERTISEMENT

أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: "Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat duha, dan salat witir sebelum tidur." (Muttafaq 'alaih)

Jadwal Puasa Sunnah Rajab 1447 H

Tidak terdapat ketentuan terkait dengan berapa hari pelaksanaan puasa pada bulan Rajab. Seseorang bisa memilih kapan dia bisa melaksanakan puasa sunnah sesuai dengan kemampuannya.

Adapun jika menjalankan puasa Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis, berikut jadwalnya mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2025-2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Puasa Senin-Kamis Rajab 1447 H

  • Senin, 22 Desember 2025
  • Kamis, 25 Desember 2025
  • Senin, 29 Desember 2025
  • Kamis, 1 Januari 2026
  • Senin, 5 Januari 2026
  • Kamis, 8 Januari 2026
  • Senin, 12 Januari 2026
  • Kamis, 15 Januari 2026
  • Senin, 19 Januari 2026

Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H

  • 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
  • 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
  • 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026

Adapun menurut ikhbar Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) yang menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025, maka jadwal puasa Ayyamul Bidh Rajab sebagai berikut:

  • 13 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
  • 14 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
  • 15 Rajab 1447 H: Senin, 5 Januari 2026

Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab 1447 H

Sebelum melakukan ibadah, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Dikutip dari Buku Pintar Agama Islam Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah karya Abu Aunillah Al-Baijury, berikut bacaan niat puasa sunnah:

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta'aalaa.

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Sengaja saya berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."




(kri/kri)
Puasa Rajab

Puasa Rajab

20 konten
Di bulan Rajab umat Islam dapat melaksanakan beberapa amalan yang mendatangkan pahala seperti berpuasa sunnah dan juga amalan lainnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads