5 Pesan Penting untuk Jemaah Haji dari Musyrif Diny Kemenhaj

Kabar Haji Bersama BSI

5 Pesan Penting untuk Jemaah Haji dari Musyrif Diny Kemenhaj

Rachmatunnisa - detikHikmah
Selasa, 19 Mei 2026 18:30 WIB
Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Asrorun Niam Sholeh.
Foto: Media Center Haji 2026
Makkah -

Memasuki awal Zulhijah 1447 Hijriah, Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan lima pesan keagamaan kepada jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Untuk diketahui, Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, wukuf di Arafah berlangsung pada 26 Mei 2026 dan Idul Adha jatuh sehari setelahnya.

Saat ini, seluruh jemaah haji gelombang pertama sudah berada di Makkah. Sementara jemaah gelombang kedua mulai berdatangan langsung dari Tanah Air menuju Makkah melalui Jeddah. Berdasarkan data per 19 Mei 2026, sebanyak 184.773 jemaah dari 478 kloter telah berada di Tanah Suci.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangannya kepada Media Center Haji, Niam mengingatkan jemaah agar memperbanyak ibadah, zikir, dan munajat kepada Allah SWT selama berada di Tanah Haram.

"Bagi yang sehat dapat ke Masjidil Haram dengan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia. Bagi yang ada uzur, salat jemaah dilakukan di masjid-masjid tempat tinggal selama di Makkah," kata Niam.

ADVERTISEMENT

Niam yang juga Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa seluruh kawasan tempat tinggal jemaah Indonesia di Makkah termasuk bagian dari Tanah Haram yang memiliki keutamaan tersendiri. "Tanah Haram tidak hanya Masjidil Haram," ujarnya.

Pesan kedua, Niam meminta jemaah terus memperdalam pemahaman manasik haji agar dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. "Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji itu adalah ibadah mahdlah yang harus memenuhi syarat rukun serta ketentuan keagamaan," kata Niam.

Ia juga meminta pembimbing ibadah mengintensifkan pembekalan fikih haji praktis, termasuk memahami rukun, wajib, serta larangan selama berhaji. Selain itu, Niam mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan menjelang puncak haji. Jemaah diminta tidak memforsir diri dengan aktivitas ibadah sunnah berlebihan.

Menurutnya, rangkaian ibadah haji mulai 8 hingga 13 Zulhijah membutuhkan kesiapan fisik yang baik karena haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah jasmani dan pengorbanan harta.

Pesan berikutnya, Niam mengajak jemaah memperbanyak doa untuk kelancaran ibadah haji, keluarga, serta bangsa Indonesia. Ia juga meminta jemaah mendoakan para pemimpin negeri agar mampu memimpin dengan adil dan bijaksana.

Terakhir, Niam mengingatkan agar ibadah haji menjadi momentum memperbaiki diri dan kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.

"Perbaiki negeri mulai dari perbaiki diri sendiri. Etos haji adalah etos kesetaraan, kebersamaan, kejujuran dan kerja keras," tutupnya.






(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads