Jemaah Haji Diimbau Tak Pindah Lantai Saat Lempar Jumrah

Kabar Haji by Le Minerale

Jemaah Haji Diimbau Tak Pindah Lantai Saat Lempar Jumrah

Rachmatunnisa - detikHikmah
Selasa, 19 Mei 2026 17:45 WIB
Koordinator Bidang Satuan Operasi Armuzna dan Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Armuzna dan Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman. Foto: Media Center Haji 2026
Mina -

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina untuk memperkuat perlindungan dan pendampingan jemaah Indonesia selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tim ini disiapkan khusus untuk membantu pengaturan pergerakan jemaah, terutama lansia dan jemaah sakit, saat prosesi lempar jumrah yang rawan kepadatan.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Armuzna dan Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan anggota Timsus Mina berasal dari personel perlindungan jemaah yang telah berpengalaman dalam operasional haji sebelumnya.

"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah calon haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju jamarat, Minggu (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Harun, fase kedatangan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina menjadi salah satu titik paling krusial selama puncak haji karena berpotensi memicu kelelahan fisik dan kepadatan tinggi.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Timsus Mina akan bertugas melakukan pengawasan, penyambutan, hingga pemantauan pergerakan jemaah, termasuk bagi jemaah yang mengikuti skema murur atau melintas dari Arafah tanpa turun di Muzdalifah.

Selain menyiapkan tim khusus, PPIH juga memberikan sejumlah imbauan penting kepada jemaah Indonesia yang akan melaksanakan lempar jumrah di kawasan jamarat. Salah satunya, jemaah yang tinggal di tenda Mina diminta tetap berada di jalur lantai tiga dan tidak berpindah ke lantai bawah setelah selesai melontar jumrah.

"Bagi jemaah calon haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah," kata Harun.

Ia meminta jemaah mengikuti arahan petugas agar arus pergerakan tetap tertib dan tidak menimbulkan penumpukan massa. "Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," ujarnya.

Harun menjelaskan, jalur pulang-pergi dari tenda Mina menuju jamarat melalui Terowongan Muaisim diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer.

Selain itu, jemaah juga diimbau tidak panik apabila lampu di jalur terowongan tiba-tiba padam. Menurut Harun, kondisi tersebut terkadang terjadi dan jemaah diminta segera menepi ke pinggir jalur agar tidak terjadi benturan saat suasana gelap.

"Kalau lampu mati jangan panik, minggir dulu ke pinggir supaya tidak bentrok dengan jemaah lain yang berjalan," katanya.

Saat ini, mayoritas jemaah haji Indonesia ditempatkan di Zona 3 dan Zona 5 dekat Terowongan Muaisim yang terbagi ke dalam 61 markaz atau maktab. Sementara itu, skema tanazul atau jemaah yang langsung kembali ke hotel usai lempar jumrah Aqabah masih dalam tahap finalisasi dan rencananya akan ditempatkan di Zona 5.



(rns/kri)
Kabar Haji dari Tanah Suci

Kabar Haji dari Tanah Suci

381 konten
Seputar berita tentang jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci. detikHikmah akan mengabarkan kegiatan jemaah haji Indonesia dari awal hingga akhir musim haji.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads