Gus Yusuf Berharap Muktamar NU Berjalan Bermartabat dan Solutif

Gus Yusuf Berharap Muktamar NU Berjalan Bermartabat dan Solutif

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Selasa, 19 Mei 2026 17:00 WIB
Tokoh Muda NU KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf
Foto: detikcom
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah merencanakan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yakni pada awal Agustus 2025. Pekan ini rencananya PBNU akan melaksanakan rapat pleno untuk menentukan kepastian dilaksanakannya Munas dan Konbes Alim Ulama sebagai bagian awal dari Muktamar.

Tokoh Muda NU KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf menyampaikan harapannya agar forum tertinggi organisasi tersebut dapat berlangsung dengan penuh martabat serta melahirkan keputusan yang solutif bagi masa depan NU. Muktamar mendatang memiliki tanggung jawab besar karena berlangsung di tengah perjalanan NU memasuki abad kedua.

Sehingga dia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi juga mampu menghadirkan arah baru yang lebih kuat bagi organisasi. "Jadi kami sangat berharap muktamar besok bisa berlangsung menjadi muktamar yang bermartabat dan muktamar yang solutif," kata Gus Yusuf kepada Tim detikcom pada Selasa (19/05/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang ini tantangan yang dihadapi NU pada abad kedua tidaklah ringan. Di satu sisi, organisasi harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah. Namun di sisi lain, NU juga memiliki tradisi dan nilai-nilai khas yang harus tetap dijaga.

ADVERTISEMENT

Hasil muktamar nantinya harus mampu melahirkan keputusan-keputusan serta kepengurusan yang benar-benar mencerminkan semangat islah dan membawa solusi bagi tantangan NU ke depan.

"NU harus bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman yang tidak ada habisnya. Sementara di satu sisi NU memiliki keunikan tradisi-tradisi yang harus dijaga. Ini merupakan tugas yang berat," kata dia.

Karena itu, Gus Yusuf berharap siapa pun yang nantinya terpilih memimpin PBNU dapat menghadirkan semangat kolaborasi seluruh elemen NU, bukan dominasi kelompok tertentu.

"Maka ke depan kita berharap siapa pun nanti yang terpilih betul-betul mencerminkan kolaborasi kekuatan NU. Sesungguhnya tidak ada lagi istilah dominasi di NU, tetapi yang ada adalah kolaborasi NU," tuturnya.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads