Rukun Puasa dalam Islam: Dalil, Penjelasan, dan Ketentuannya

Rukun Puasa dalam Islam: Dalil, Penjelasan, dan Ketentuannya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 10 Des 2025 17:45 WIB
Rukun Puasa dalam Islam: Dalil, Penjelasan, dan Ketentuannya
Ilustrasi puasa. Foto: Getty Images/rachasuk
Jakarta -

Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini tidak hanya menuntut kesungguhan dalam menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, tetapi juga harus dilakukan sesuai rukun dan ketentuan yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an.

Menurut buku Rukun Islam karya Slamet Mulyono, puasa secara bahasa berarti menahan diri. Adapun secara istilah, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Menahan diri di sini mencakup tidak makan dan minum, serta tidak melakukan perbuatan tercela seperti berkata kotor, berbohong, bertengkar, atau mencuri, karena hal-hal tersebut dapat merusak dan membatalkan nilai puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa sendiri telah tercantum dalam perintah Allah SWT, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan perintah berpuasa bagi orang beriman. Ayat tersebut menegaskan bahwa kewajiban puasa memiliki tujuan mulia, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ADVERTISEMENT

ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ŲƒŲØĒŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲØĒŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™

Latin: Yā ayyuhal-laÅŧÄĢna āmanÅĢ kutiba 'alaikumuášŖ-ášŖiyāmu kamā kutiba 'alal-laÅŧÄĢna min qablikum la'allakum tattaqÅĢn(a).

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al-Baqarah [2]:183)

Rukun Puasa

Rukun puasa, sebagaimana dijelaskan dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, merupakan hal-hal pokok yang harus dipenuhi agar ibadah puasa dianggap sah. Rukun-rukun inilah yang menjadi dasar pelaksanaan puasa sesuai tuntunan syariat. Rukun puasa adalah sebagai berikut:

1. Niat Puasa

Niat puasa harus dilakukan pada malam hari sebelum pelaksanaan puasa, dan ketentuan ini khusus berlaku untuk puasa wajib seperti puasa Ramadan.

Sementara itu, puasa sunnah tidak mensyaratkan niat sejak malam sebelumnya. Seseorang boleh berniat puasa sunnah di siang hari selama ia belum makan, minum, atau melakukan hubungan suami istri sejak pagi.

Adapun terkait niat puasa Ramadan, terdapat beberapa hadits yang menjadi dasar anjuran untuk menetapkan niat sebelum berpuasa. Di antaranya adalah hadits yang berbunyi:

Ų…Ų† Ų„Ų…Ų’ ŲŠŲØŦŲŲŠØš Ø§Ų„ØĩŲŠØ§Ų…ŲŽ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØŦŲ’ØąŲ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĩŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų

"Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya" [Hadits Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa'i, dan At-Tirmidzi]

2. Menahan Diri

Menahan diri untuk tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan suami istri, dan juga menahan diri dari pembatal-pembatal puasa lainnya; sejak dari munculnya Fajar shidiq (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu maghrib).

Ketentuan ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 187. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Ø§ŲØ­ŲŲ„Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŲŠŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽŲŲŽØĢŲ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‰ Ų†ŲØŗŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŲ…Ų’ ۗ Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų„ŲØ¨ŲŽØ§ØŗŲŒ Ų„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų„ŲØ¨ŲŽØ§ØŗŲŒ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ۗ ØšŲŽŲ„ŲŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲƒŲŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØŽŲ’ØĒŲŽØ§Ų†ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽØĒŲŽØ§Ø¨ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØšŲŽŲŲŽØ§ ØšŲŽŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ۚ ŲŲŽØ§Ų„Ų’Ų€Ų”Ų°Ų†ŲŽ Ø¨ŲŽØ§Ø´ŲØąŲŲˆŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų’ØĒŲŽØēŲŲˆŲ’Ø§ Ų…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØĒŲŽØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۗ ŲˆŲŽŲƒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø§ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ØąŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ø§ Ø­ŲŽØĒŲ‘Ų°Ų‰ ŲŠŲŽØĒŲŽØ¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŽŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØˇŲ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØ¨Ų’ŲŠŲŽØļŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØˇŲ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØŗŲ’ŲˆŲŽØ¯Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØŦŲ’ØąŲÛ– ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽØĒŲŲ…Ų‘ŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲÛš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲØ¨ŲŽØ§Ø´ŲØąŲŲˆŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ ØšŲ°ŲƒŲŲŲŲˆŲ’Ų†ŲŽÛ™ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ°ØŦŲØ¯Ų ۗ ØĒŲŲ„Ų’ŲƒŲŽ Ø­ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ‚Ų’ØąŲŽØ¨ŲŲˆŲ’Ų‡ŲŽØ§Û— ŲƒŲŽØ°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽ ŲŠŲØ¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ†Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų°ŲŠŲ°ØĒؐ؇ؖ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲŠŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Latin: Uá¸Ĩilla lakum lailataášŖ-ášŖiyāmir-rafaᚥu ilā nisā'ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn(a), 'alimallāhu annakum kuntum takhtānÅĢna anfusakum fatāba 'alaikum wa 'afā 'ankum, fal-āna bāsyirÅĢhunna wabtagÅĢ mā kataballāhu lakum, wa kulÅĢ wasyrabÅĢ á¸Ĩattā yatabayyana lakumul-khaiáš­ul-abyaḍu minal-khaiáš­il-aswadi minal-fajr(i), ᚥumma atimmuášŖ-ášŖiyāma ilal-lail(i), wa lā tubāsyirÅĢhunna wa antum 'ākifÅĢna fil-masājid(i) tilka á¸ĨudÅĢdullāhi falā taqrabÅĢhā, kaÅŧālika yubayyinullāhu āyātihÄĢ lin-nāsi la'allahum yattaqÅĢn(a).

Artinya: Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa. (Al-Baqarah [2]:187)

Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa

Syarat wajib dan syarat sah puasa, sebagaimana dijelaskan dalam buku Rukun Islam karya Slamet Mulyono, mencakup ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi seseorang sebelum ia dikenai kewajiban berpuasa.

Syarat Wajib Puasa:

  1. Beragama Islam.
  2. Balig (cukup umur).
  3. Berakal sehat, artinya sehat akalnya, bukan gila.
  4. Mampu (kuat menjalankan).

Syarat Sah Puasa:

  1. Islam.
  2. Mumayyiz (dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk).
  3. Suci dari haid dan nifas.

Dengan memahami rukun puasa dan ketentuan puasa lainnya, seorang muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan benar sesuai tuntunan syariat.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads