Sholat Tarawih: Hukum, Waktu, Tata Cara dan Doa

Sholat Tarawih: Hukum, Waktu, Tata Cara dan Doa

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 26 Feb 2025 19:15 WIB
Sholat Tarawih: Hukum, Waktu, Tata Cara dan Doa
Ilustrasi sholat Tarawih (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sholat Tarawih adalah ibadah khas bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Sebagai sholat sunnah yang dianjurkan, Tarawih menjadi kesempatan untuk meraih ampunan dan keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini.

Dilaksanakan setelah sholat Isya, sholat Tarawih dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah, dengan jumlah rakaat yang bervariasi sesuai pendapat para ulama. Selain tata cara pelaksanaannya, doa yang dibaca setelah Tarawih juga memiliki nilai yang menjadikannya ibadah yang sangat istimewa selama bulan Ramadhan.

Hukum Tarawih

Dalam buku Tuntunan Shalat Sunnah Tarawih karya Shabri Shaleh Anwar, dijelaskan bahwa sholat Tarawih memiliki hukum sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan. Jika dilakukan secara berjamaah, hukumnya menjadi sunnah kifayah, yang berarti sudah cukup jika sebagian umat Islam melaksanakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Prof. Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqhul Islam wa Adillatuhu menjelaskan bahwa sholat Tarawih tidak harus selalu dilakukan di masjid, tetapi juga bisa dikerjakan di rumah.

Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak selalu mengerjakan sholat Tarawih di masjid.

ADVERTISEMENT

Dari Aisyah RA, ia berkata:

"Sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam sholat di masjid, lalu banyak orang sholat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jemaah sudah berkumpul (menunggu Nabi) tapi Rasulullah SAW justru tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda, 'Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali bila sholat ini diwajibkan pada kalian.' Sayyidah 'Aisyah berkata, 'Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim)

Waktu Sholat Tarawih

Dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar, Neni Nuraeni menjelaskan bahwa sholat Tarawih dapat dilakukan setelah sholat Isya. Waktu pelaksanaannya berlangsung hingga akhir malam, menjelang waktu Subuh.

Namun, pada umumnya sholat Tarawih dikerjakan langsung setelah sholat Isya tanpa jeda waktu yang lama. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan umat Islam untuk melaksanakannya di awal malam, terutama dalam bentuk berjamaah di masjid.

Tata Cara Tarawih

Dikutip dari buku Fiqh Praktis oleh Muhammad Bagir, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih. Sebagian berpendapat bahwa sholat Tarawih terdiri dari delapan rakaat yang ditambah dengan tiga rakaat sholat Witir, sebagaimana kebiasaan Nabi SAW.

Menurut riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah tidak pernah melaksanakan sholat sunnah malam hari lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya.

Namun, ada pula pendapat ulama yang menganjurkan sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat, ditambah tiga rakaat Witir.

Pendapat ini didasarkan pada riwayat Tirmidzi yang menyebutkan bahwa pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, umat Islam menjalankan sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat. Pandangan ini juga dianut oleh mayoritas ahli fiqih, termasuk ulama dari mazhab Hanafiyah, Hanabilah, dan Syafi'iyah.

Sholat Tarawih 8 Rakaat

Berdasarkan Buku Pintar Agama Islam karya Abu Aunillah Al-Baijury serta Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, berikut adalah tata cara pelaksanaan sholat Tarawih sebanyak 8 rakaat.

1. Niat

Berikut bacaan niat salat Tarawih 8 rakaat dengan 4 kali salam.

Ø§ŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘Ų‰ ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲŽ Ø§Ų„ØĒŲŽŲ‘ØąŲŽØ§ŲˆŲŲŠŲ’Ø­Ų ØąŲŽŲƒŲ’ØšŲŽØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ‹ ؄ؐ؄؇ؐ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Bacaan latin: Ushalli sunnatat tarāwÄĢhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adāan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca Al Fatihah kemudian surah pendek

6. Rukuk

7. I'tidal

8. Sujud

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Berdiri mengerjakan rakaat kedua, hingga salam. Kemudian lanjutkan hingga 8 rakaat.

Sholat Tarawih 20 Rakaat

Berikut ini adalah tata cara sholat Tarawih 20 rakaat dalam 10 salam.

1. Niat

Ø§ŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘Ų‰ ØŗŲŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲŽ Ø§Ų„ØĒŲŽŲ‘ØąŲŽØ§ŲˆŲŲŠŲ’Ø­Ų ØąŲŽŲƒŲ’ØšŲŽØĒŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØ¨Ų’Ų„ŲŽØŠŲ ØŖŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ‹ ؄ؐ؄؇ؐ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰

Bacaan latin: Ushalli sunnatat tarāwÄĢhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adāan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca Al Fatihah kemudian surah pendek

6. Rukuk

7. I'tidal

8. Sujud

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Berdiri mengerjakan rakaat kedua, hingga salam. Kemudian lanjutkan hingga 20 rakaat.

Doa setelah Tarawih

Untuk menyempurnakan ibadah Tarawih, muslim juga bisa membaca doa setelah sholat Tarawih. Doa ini juga dikenal dengan doa kamilin. Berikut bacaannya.

Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§Ų„ØĨŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†Ų ŲƒŲŽØ§Ų…ŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„ŲŲŽØąŲŽØ§ØĻؐØļؐ Ų…ŲØ¤ŲŽØ¯ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„ØĩŲŽŲ‘Ų„Ø§ØŠŲ Ø­ŲŽØ§ŲŲØ¸ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ø˛ŲŽŲ‘ŲƒŲŽØ§ØŠŲ ŲŲŽØ§ØšŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…ŲØ§ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲƒŲŽ ØˇŲŽØ§Ų„ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲØšŲŽŲŲ’ŲˆŲƒŲŽ ØąŲŽØ§ØŦŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØ¨ŲØ§Ų„Ų’Ų‡ŲØ¯ŲŽŲŠ Ų…ŲØĒŲŽŲ…ŲŽØŗŲŲ‘ŲƒŲŲŠŲ† ŲˆŲŽØšŲŽŲ† Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘ØēŲ’ŲˆŲ Ų…ŲØšŲ’ØąŲØļŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘Ų†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø˛ŲŽØ§Ų‡ŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲŲŲŠ Ø§Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ ØąŲŽØ§ØēŲŲŠŲŠŲ† ŲˆØ¨Ø§Ų„Ų‚ØļŲŽØ§ØĄŲ ØąŲŽØ§ØļŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų†ŲŽŲ‘ØšŲ’Ų…ŲŽØ§ØĄŲ Ø´ŲŽØ§ŲƒŲØąŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŠ Ø§Ų„Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲ ØĩŲŽØ§Ø¨ŲØąŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŽ Ų„ŲŲˆŲŽØ§ØĄŲ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ ØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲˆŲ’Øļؐ ŲˆŲŽØ§ØąŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ Ø¯ŲŽØ§ØŽŲŲ„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ Ų†ŲŽØ§ØŦŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽØąŲŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„ŲƒŲŽØąŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ Ų‚ŲŽØ§ØšŲØ¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø­ŲŲˆŲ’ØąŲ ØšŲŲŠŲ†Ų Ų…ŲØĒŲŽØ˛ŲŽŲˆŲŲ‘Ø­ŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŗŲŲ†Ų’Ø¯ŲØŗŲ ŲˆŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØ¨Ų’ØąŲŽŲ‚Ų ŲˆŲŽØ¯ŲŲŠŲ’Ø¨ŲŽØ§ØŦ Ų…ŲØĒŲŽŲ„Ø¨ŲŲ‘ØŗŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØˇŲŽØšŲŽØ§Ų…Ų Ø§Ų„ØŦŲŽŲ†ŲŽŲ‘ØŠŲ ØĸŲƒŲŲ„ŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ‘Ø¨ŲŽŲ† ŲˆŲŽØšŲŽØŗŲŽŲ„Ų Ų…ŲØĩŲŽŲŲ‹Ų‘Ų‰ Ø´Ø§ØąŲŠŲŠŲ† Ø¨ØŖŲƒŲ’ŲˆŲŽØ§Ø¨Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲŠŲ’Ų‚ŲŽ ŲˆŲŽŲƒŲŽØŖŲ’ØŗŲ ؅ؐ؆ؒ Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ†Ų Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠ ØŖŲŽŲ†Ų’ØšŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø¨ŲŲŠŲŲ‘ŲŠŲ† ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø¯ŲŲ‘ŲŠŲ‚ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´ŲŲ‘Ų‡ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲŽŲ‘Ø§Ų„ŲØ­ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽØ­ŲŽØŗŲŲ†ŲŽ ØŖŲŲˆŲ„ŲŽØĻŲŲƒŲŽ ØąŲŽŲŲŲŠŲ’Ų‚Ų‹Ø§ Ø°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØļŲ’Ų„Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲŽŲ‰ Ø¨Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ ؁ؐ؊ Ų„ŲŽŲŠŲ’Ų„ŲŽØŠŲ Ų‡ŲŽØ°Ø§ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ų‡Ų’ØąŲ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ØąŲŲŠŲŲŽØŠŲ Ø§Ų„Ų…ŲØ¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŲ‘ØšŲŽØ¯ŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ų…ŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų† ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽØ´Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØąŲ’Ø¯ŲŲˆŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†Ų Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø­ŲŽŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø§Ø­ŲŲ…ŲŲŠŲ†Ų

Bacaan latin: AllÃĸhummaj'al bil ÃŽmÃĸni kÃĸmilÃŽn walilfarÃĸidhi muaddÃŽn walishshalÃĸti hÃĸfidzÃŽn walizzakÃĸti fÃĸ'ilÃŽn walimÃĸ 'indaka thÃĸlibÃŽn wali'afwika rÃĸjÃŽn wabil hudÃĸ mutamassikÃŽn wa 'anillaghwi muĘŧridhÃŽn wafid-dunyÃĸ zÃĸhidÃŽn wafÃŽl Ãĸkhirati rÃĸghibÃŽn wa bil gadhÃĸ'i rÃĸdhÃŽn walin-na'mÃĸ'i syÃĸkirÃŽn wa 'alÃĸl balÃĸ'i shÃĸbirÃŽn watahta liwÃĸ'i sayyidinÃĸ Muhammadin shallallahu 'alayhi wa sallama yawmal qiyÃĸmati sÃĸirin wailÃĸlhawdhi wÃĸridÃŽn wailÃĸl-jannati dÃĸkhilÃŽn waminan-nÃĸri nÃĸjÃŽn wa 'alÃĸ sarÃŽr al-karÃĸmati qÃĸ'idÃŽn wamin hÃģrin 'ÃŽn mutazawwijÃŽn wamin sundusin wastabraqin wadÃŽbÃĸjin mutalabbisin wa min tha'Ãĸmil jannati ÃĸkilÃŽn wa min labanin wa 'asalin mushaffan syÃĸribÃŽn bi akwÃĸbin wa abÃĸrÃŽqa wa kaĘŧsin min maĘŧÃŽn ma'alladzÃŽ an'amta 'alayhim minannabiyyÃŽn wash-shiddÃŽqÃŽn wasy-syuhÃĸdÃĸ' wash-shÃĸlihÃŽn wa hasuna ulÃĸ'ika rafÃŽqan dzÃĸlikal fadhlu minallÃĸhi wakafÃĸ billÃĸhi 'alÃŽma. AllÃĸhummaj'alnÃĸ fÃŽlaylati hÃĸdzasyahr syarÃŽfatil mubÃĸrakati min al-syu'ÃĸdÃĸ'il maqbÃģlÃŽn wa lÃĸ taj'alnÃĸ minal asyqiyÃĸ'il mardÃģdÃŽn washallallÃĸhu 'alÃĸ sayyidinÃĸ Muhammadin wa Ãĸlihi washahbihi ajma'ÃŽn birahmatika ya ar-hamar-rÃĸhimÃŽn.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan sholat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang."




(hnh/kri)
Doa-doa di Bulan Ramadan

Doa-doa di Bulan Ramadan

45 konten
Bacaan doa-doa di bulan Ramadan. Mulai dari doa sahur hingga berbuka puasa.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads