Tata cara menyalatkan jenazah penting diketahui umat Islam. Pada dasarnya, mengerjakan salat jenazah hukumnya fardhu kifayah bagi setiap muslim.
Sayyid Sabiq melalui buku Fikih Sunnah Jilid 2 terjemahan Khairul Amru Harahap, kewajiban salat jenazah dianggap terpenuhi apabila dalam satu wilayah sudah ada yang melaksanakannya. Gerakan salatnya hanya berupa takbir, tidak ada rukuk atau sujud.
Salat jenazah harus dilaksanakan secara berjamaah. Apabila jenazah laki-laki, maka posisi imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah laki-laki. Sementara jika jenazah perempuan, posisi imam berada di tengah jenazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tata Cara Menyalatkan Jenazah Laki-laki dan Perempuan
Merujuk pada sumber yang sama, berikut tata cara menyalatkan jenazah laki-laki dan perempuan.
1. Membaca niat
Niat menyalatkan jenazah laki-laki dan perempuan lafaznya berbeda. Berikut bacaan niat salat jenazah laki-laki,
ØŖŲØĩŲŲŲŲŲ ØšŲŲ ŲŲØ°Ųا اŲŲ ŲŲŲŲØĒŲ ØŖŲØąŲØ¨ŲØšŲ ØĒŲŲØ¨ŲŲØąŲاØĒŲ ŲŲØąØļŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲØŠŲ )ØĨŲŲ ŲØ§Ų ŲØ§ / Ų ŲØŖŲŲ ŲŲŲ ŲØ§( ØąŲŲŲØšŲØĒŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ. اŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲ.
Arab latin: Ushalli 'ala hadzal mayyiti arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
Adapun, niat menyalatkan jenazah perempuan ialah sebagai berikut:
ØŖŲØĩŲŲŲŲŲ ØšŲŲ ŲŲØ°ŲŲŲ Ø§ŲŲ ŲŲŲØĒŲØŠŲ ØŖŲØąŲØ¨ŲØšŲ ØĒŲŲØ¨ŲŲØąŲاØĒŲ ŲŲØąØļŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲØŠŲ )ØĨŲŲ ŲØ§Ų ŲØ§ Ų ŲØŖŲŲ ŲŲŲ Ø§Ų( ØąŲŲŲØšŲØĒŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ. اŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲ
Arab latin: Ushalli 'ala hadzihil mayyitati arba'a takbiratin fardhu kifayati (imaman/ma'muman) lillahi Ta'ala. Allahu akbar.
Artinya: "Saya berniat sholat untuk mayat ini empat takbir karena menjalankan fardhu kifayah sebagai (imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."
2. Takbiratul ihram
اŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØ¨ŲØąŲ
Arab latin: Allahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar." (HR Muslim dan IbnuMajah)
3. Membaca surah Al Fatihah
4. Takbir kedua
5. Membaca sholawat nabi
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲŲ ŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲ Ų ŲŲØ¨ŲØ§ØąŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲŲ ŲØ§ Ø¨ŲØ§ØąŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŲŲ ŲŲØ¯Ų Ų ŲŲØŦŲŲØ¯Ų
Arab latin: Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa 'ala aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima, wa baarik 'alaa Muhammadin wa 'alaa aali Muhammadin kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiima fill 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berikanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya di seluruh alam semesta. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Mahamulia."
6. Takbir ketiga
7. Membaca doa jenazah
Mengutip buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa oleh Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, doa untuk jenazah berbunyi:
اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØ§ØąŲØŲŲ ŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØšŲاŲŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØ§ØšŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲ (ØšŲŲŲŲŲØ§) ŲŲØŖŲŲŲØąŲŲ Ų ŲŲØ˛ŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲŲŲØŗŲØšŲ Ų ŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØ§ØēŲØŗŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) Ø¨ŲØ§ŲŲŲ ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲØĢŲŲŲŲØŦŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØąŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØŽŲØˇŲØ§ŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲØĒŲ Ø§ŲØĢŲŲŲŲØ¨Ų اŲŲØŖŲبŲŲŲØļŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲØŗŲ ŲŲØŖŲØ¨ŲØ¯ŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) Ø¯ŲØ§ØąŲا ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø¯ŲØ§ØąŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØŖŲŲŲŲŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ ØŖŲŲŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØ˛ŲŲŲØŦŲØ§ ØŽŲŲŲØąŲا Ų ŲŲŲ Ø˛ŲŲŲØŦŲŲŲ (ŲŲØ§) ŲŲØŖŲØ¯ŲØŽŲŲŲŲŲ (ŲŲØ§) اŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ŲŲØŖŲØšŲØ°ŲŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲØąŲ ŲŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØąŲ
Arab latin: Allaahummaghfir lahu (haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wa wassi' madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa-i wats-tsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal khathaayaa kamaa naqqaytats-tsaubal abyadha minad-danasi wa abdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul (hal) jannata wa a-'idzhu min 'azaabil qabri wa min 'azaabin nar
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan gantilah pasangan hidupnya yang lebih baik daripada pasangan hidupnya yang dahulu, masukkanlah ia ke dalam surga, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka."
8. Takbir keempat
Dikutip dari buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap oleh Abdul Kadir Nuhuyanan, setelah takbir keempat, doa yang dibaca adalah:
ØŖŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ŲŲØ§ ØĒŲØŲØąŲŲ ŲŲŲØ§ ØŖŲØŦŲØąŲŲŲ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲŲŲØĒŲŲŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲ ŲŲØ§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ
Arab latin: Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinnaa ba'dahu wagfirlanaa wa lahu.
Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."
9. Salam
Ø§ŲØŗŲŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØąŲØŲŲ ŲØŠŲ اŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØąŲŲŲØ§ØĒŲŲŲ
Arab latin: Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
Artinya: "Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua."
Syarat Salat Jenazah
Sebelum salat jenazah, ada sejumlah syarat yang harus dipahami oleh kaum muslimin. Berikut rinciannya yang dinukil dari buku Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah oleh Ahmad Fathoni El-Kaysi.
- Jenazah telah dimandikan/disucikan dari najis, baik tubuh, kafan, hingga tempatnya.
- Orang yang mensholati telah memenuhi syarat sah sholat.
- Jika jenazah hadir, posisi orang yang sholat (mushalli) harus berada di belakang jenazah. Jenazah laki-laki dibaringkan dengan posisi kepala berada di sebelah Utara, dengan munfarid berdiri lurus dengan kepala jenazah. Jenazah perempuan peletakannya sama dengan jenazah laki-laki tapi imam atau munfaridnya berdiri lurus dengan pantat jenazah.
- Tidak ada penghalang antara keduanya, jika jenazah berada di dalam keranda, maka keranda tersebut tidak boleh dipaku.
- Jika jenazah hadir, maka orang yang mensholati juga harus hadir di tempat tersebut.
Itulah tata cara menyalatkan jenazah dilengkapi dengan doa yang dibaca. Jangan lupa diamalkan ya!
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Apakah Nanti Malam Takbiran? Ini Prediksinya