4 Larangan Bulan Rajab yang Disebut dalam Al-Qur'an

4 Larangan Bulan Rajab yang Disebut dalam Al-Qur'an

Kristina - detikHikmah
Rabu, 17 Jan 2024 08:45 WIB
4 Larangan Bulan Rajab yang Disebut dalam Al-Quran
Ilustrasi larangan pada bulan Rajab. Foto: Getty Images/iStockphoto/chingyunsong
Jakarta -

Rajab termasuk bulan haram yang di dalamnya memuat sejumlah larangan. Larangan bulan Rajab ini disebutkan langsung dalam Al-Qur'an.

Larangan bulan Rajab yang disebut dalam Al-Qur'an ini tidak hanya spesifik untuk Rajab saja, melainkan untuk bulan-bulan haram lainnya. Disebutkan dalam Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ada empat bulan yang ditetapkan sebagai bulan haram, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.

Para ahli tafsir menyebutkan empat bulan haram tersebut saat menafsirkan firman Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲØ¯Ų‘ŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŲ‡ŲŲˆŲ’ØąŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų اØĢŲ’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽØ´ŲŽØąŲŽ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ‹Ø§ ŲŲŲŠŲ’ ؃ؐØĒŲ°Ø¨Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲŒ Ø­ŲØąŲŲ…ŲŒ Û—Ø°Ų°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ…Ų ەۙ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¸Ų’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲƒŲŽØ§Û¤ŲŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲƒŲŽØ§Û¤ŲŲ‘ŲŽØŠŲ‹ Û—ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ų“Ø§ Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲŖŲĻ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."

ADVERTISEMENT

Dalam Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkah M. Abdul Ghoffar dkk terdapat hadits yang menjelaskan tentang empat bulan haram. Rasulullah SAW bersabda,

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų‚ŲŽØ¯Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØ¯ŲŽØ§ØąŲŽ ŲƒŲŽŲ‡ŲŽŲŠŲ’ØĻŲŽØĒؐ؇ؐ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…ŲŽŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽØąŲ’ØļŲŽØŒ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ†ŲŽØŠŲ اØĢŲ’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽØ´ŲŽØąŲŽ Ø´ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ‹Ø§ØŒ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲŒ [Ø­ŲØąŲŲ…ŲŒØŒ ØĢŲŽŲ„ŲŽØ§ØĢŲŽØŠŲŒ] Ų…ŲØĒŲŽŲˆŲŽØ§Ų„ŲŲŠŲŽØ§ØĒ،: Ø°ŲŲˆ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽØŠŲØŒ ŲˆŲŽØ°ŲŲˆ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲØŦŲ‘ŲŽØŠŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽØąŲ‘ŲŽŲ…ŲØŒ ŲˆŲŽØąŲŽØŦŲŽØ¨Ų Ų…ŲØļŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØŦŲŲ…ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽØ´ŲŽØšŲ’Ø¨ŲŽØ§Ų†ŲŽ

Artinya: "Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, darinya ada empat bulan haram, tiga di antaranya adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Sedangkan Rajab adalah bulan Mudhar yang terdapat di antara Jumadats Tsaniy dan Syakban." (HR Bukhari dan Muslim)

Larangan Bulan Rajab

Ada sejumlah larangan dalam bulan haram, termasuk Rajab, sebagaimana dikatakan dalam surah At Taubah ayat 36. Merangkum Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, berikut sejumlah larangan bulan Rajab.

1. Dilarang Berbuat Aniaya pada Diri Sendiri

Allah SWT melarang hamba-Nya berbuat aniaya terhadap diri sendiri pada bulan haram. Menurut Tafsir Ibnu Katsir, dosa yang diperbuat pada bulan haram jauh lebih berat daripada hari-hari lainnya. Hal ini seperti berbuat maksiat di Tanah Suci Makkah yang berlipat ganda dosanya sebagaimana firman Allah SWT,

ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲØąŲØ¯Ų’ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ø¨ŲØĨŲŲ„Ų’Ø­ŲŽØ§Ø¯Ų Ø¨ŲØ¸ŲŲ„Ų’Ų…Ų Ų†ŲØ°ŲŲ‚Ų’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų ØŖŲŽŲ„ŲŲŠŲ…Ų

Artinya: "dan siapa yang dimaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya Kami akan rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih." (QS Al-Hajj: 25)

2. Dilarang Berbuat Maksiat

Larangan bulan Rajab dan bulan haram lainnya adalah berbuat maksiat. Sejumlah ahli tafsir menafsirkan berbuat maksiat ini masuk dalam larangan berbuat aniaya terhadap diri sendiri.

3. Dilarang Balas Dendam

Allah SWT juga melarang balas dendam pada bulan Rajab. Diterangkan dalam Tafsir Al Azhar, larangan balas dendam ini supaya umat Islam bisa mengerjakan umrah pada bulan Rajab.

Larangan balas dendam atau dendam kesumat ini juga ditujukan untuk tiga bulan haram lainnya, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Zulkaidah adalah bulan persiapan untuk menunaikan ibadah haji, sedangkan Zulhijah adalah bulan pelaksanaan haji, dan Muharram adalah bulan perjalanan pulang dari haji.

4. Dilarang Menjarah

Larangan bulan Rajab lainnya adalah melakukan penjarahan atau merampas milik orang lain. Penjarahan biasanya terjadi dalam konteks peperangan.

Diperbolehkan Memerangi Orang Musyrik

Sebelumnya, Allah SWT juga melarang berperang pada bulan Rajab. Namun, larangan ini lalu dinasakh atau dihapus hukumnya dengan firman-Nya untuk memerangi kaum musyrik.

Perintah memerangi kaum musyrik, sekalipun harus dilakukan pada bulan haram, juga disebutkan dalam surah Al Baqarah ayat 217,

ŲŠŲŽØŗŲ’Ų€Ų”ŲŽŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ‡Ų’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ؂ؐØĒŲŽØ§Ų„Ų ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲÛ— Ų‚ŲŲ„Ų’ ؂ؐØĒŲŽØ§Ų„ŲŒ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų ŲƒŲŽØ¨ŲŲŠŲ’ØąŲŒ ۗ ŲˆŲŽØĩŲŽØ¯Ų‘ŲŒ ØšŲŽŲ†Ų’ ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲˆŲŽŲƒŲŲŲ’ØąŲŒÛĸ Ø¨ŲŲ‡Ų– ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØŗŲ’ØŦŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØąŲŽØ§Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ŲØŽŲ’ØąŲŽØ§ØŦŲ Ø§ŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲ‡Ų– Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡Ų Ø§ŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ۚ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲØĒŲ’Ų†ŲŽØŠŲ Ø§ŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØĒؒ؄ؐ ۗ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØ˛ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲŠŲŲ‚ŲŽØ§ØĒŲŲ„ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø­ŲŽØĒŲ‘Ų°Ų‰ ŲŠŲŽØąŲØ¯Ų‘ŲŲˆŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ†Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŲˆŲ’Ø§ ۗ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØąŲ’ØĒŲŽØ¯ŲØ¯Ų’ Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲ‡Ų– ŲŲŽŲŠŲŽŲ…ŲØĒŲ’ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ŲƒŲŽØ§ŲŲØąŲŒ ŲŲŽØ§ŲŲˆŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽ Ø­ŲŽØ¨ŲØˇŲŽØĒŲ’ Ø§ŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽØŠŲ ۚ ŲˆŲŽØ§ŲŲˆŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­Ų°Ø¨Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲÛš Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ØŽŲ°Ų„ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲĸŲĄŲ§

Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan." Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat tersebut memerintahkan kepada kaum muslimin agar memerangi kaum musyrikin karena mereka mengingkari perjanjian yang telah disepakati dan memerangi kaum muslimin.




(kri/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads