Tata Cara Salat Istisqa, Bisa Dikerjakan Saat Mengharap Hujan

Tata Cara Salat Istisqa, Bisa Dikerjakan Saat Mengharap Hujan

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 15 Sep 2023 19:15 WIB
Ilustrasi Hujan
Ilustrasi sholat istisqa untuk meminta hujan Foto: Getty Images/iStockphoto/BrianAJackson
Jakarta -

Tata cara salat Istisqa harus dipahami sebelum mengerjakan salat sunnah yang ditujukan untuk mengharapkan hujan kepada Allah SWT. Salat ini bisa dikerjakan ketika musim kemarau dan kekeringan.

Alam semesta dan segala isinya adalah milik Allah SWT. Maka Allah SWT yang mengatur segala yang ada di dalamnya, termasuk kuasa atas turunnya hujan.

Sebagai muslim yang beriman, wajib hukumnya untuk menggantungkan harapan apapun kepada Allah SWT. Demikian juga ketika mengharapkan turunnya hujan. Apalagi hujan termasuk nikmat dan berkah yang diturunkan dari langit ke bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW oleh Ustadz Arif Rahman, dijelaskan salat Istisqa adalah salat untuk meminta hujan pada Allah SWT. Salat istisqa hukumnya sunnah muakkad bagi orang yang bermukim dan musafir.

Dalam pengerjaan salat Istisqa, tidak ada waktu yang ditentukan. Artinya salat ini dapat dikerjakan kapan saja saat membutuhkan air karena telah lama tak turun hujan.

ADVERTISEMENT

Dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah RA:

"Rasulullah itu keluar untuk melaksanakan sholat istisqa manakala matahari mulai naik." (HR Abu Dawud & Al-Hakim)

Sebagian ulama berpendapat bahwa salat istisqa lebih utama dilaksanakan setelah salat Jum'at. Dan sebagian yang lain mengatakan bahwa salat istisqa bisa dikerjakan di setiap waktu.

Tata Cara Salat Istisqa

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak mengerjakan salat Istisqa. Seorang imam disunnahkan untuk menyerukan pada muslimin untuk berpuasa 3 hari berturut-turut, meninggalkan kezaliman, bertobat dan menjauhi bentuk kemaksiatan.

Setelah puasa selesai, pada hari keempat muslimin dianjurkan keluar menuju tanah lapang dengan menggiring binatang ternaknya dan dianjurkan berpakaian sederhana tanpa memakai wangi-wangian kemudian mendirikan salat istisqa berjemaah.

Melansir buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i oleh Syaikh DR. Alauddin Za'tari, dijelaskan Rasulullah SAW salat dua rakaat seperti salat Id. Dan setelah selesai salat, imam berkhutbah dua kali juga seperti dua khutbah dalam salat Id. Dalam khutbahnya diisi dengan beristighfar memohon ampunan kepada Allah SWT.

Berdasarkan riwayat dari Thalhah, ia berkata: 'Marwan menyuruhku menemui Ibnu Abbas untuk menanyakan kepadanya tentang salat istisqa. Ibnu Abbas menjawab:

"Salat istisqa sama seperti salat idul fitri dan salat idul adha. Hanya saja Rasulullah SAW memindahkan kain surbannya. Beliau memindahkan yang berada di sebelah kanan ke sebelah kiri, lalu dari sebelah kiri ke sebelah kanan. Beliau salat dua rakaat. Pada rakaat pertama beliau bertakbir tujuh kali, lalu membaca surat Al-A'la. Dan pada rakaat kedua beliau bertakbir lima kali, lalu membaca surat Al-Ghasyiyah. Setiap kali bertakbir beliau mengangkat kedua tangannya. Beliau membaca dengan suara keras. Sebaiknya yang dibaca dalam dua rakaat sama seperti yang dibaca dalam sholat id." (HR Ad-Daruquthni)

Berikut Tata Cara Salat Istisqa

Mengucapkan niat melaksanakan salat Istisqa, yaitu:

اُصَلِّ سُنَّتَ الأِسْتِسْقَاءِرَكْعَتَيْنِ اِمَامًا/مأَمُوْمًالِلّٰهِ تَعَالٰى

Arab Latin: Ushallii sunnatal Istisqaa'i rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi Ta'aala.

Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunah Istisqa sebanyak dua rakaat, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta'ala.

Pada rakaat pertama melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Kemudian membaca doa iftitah, Surah Al-Fatihah, dan membaca Surah Al-A'la.

Rakaat kedua takbir lima kali, lalu membaca surah Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ghasyiyah.

Setelah selesai sholat, imam berkhutbah dua kali. Khutbah pertama dimulai dengan istighfar sebanyak sembilan kali, dengan bacaan:

Astaghfirullah al-'azhim alladzi la ilaha illa huwa al-hayyu al-qayyum wa atubu ilaihi

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus makhluk Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.

Selama khutbah dianjurkan sering membaca istighfar dan membaca Surah Nuh ayat 10-12. Imam hendaknya membaca doa:

اللَّهُمَّ اسْقِنا غَيْثًا مُغيثًا، هَنيئًا مَريئًا، غَدَقًا مُجَلِّلًا، عامًّا طَبَقًا، سَحًّا دائمًا، اللَّهُمَّ اسْقِنا الغَيثَ ولا تَجعَلْنا منَ القانِطينَ، اللَّهُمَّ إنَّ بالعبادِ والبلادِ والبهائمِ والخَلقِ منَ اللَّأْواءِ والجَهْدِ والضنْكِ ما لا نَشْكوه إلَّا إليكَ، اللَّهُمَّ أنْبِتْ لنا الزرْعَ، وأدِرَّ لنا الضَّرْعَ، واسْقِنا من بَرَكاتِ السماءِ، وأنْبِتْ لنا من بَرَكاتِ الأرضِ، اللَّهُمَّ ارفَعْ عنَّا الجَهدَ والجوعَ والعُريَ، واكشِفْ عنَّا منَ البَلاءِ ما لا يَكشِفُه غيرُكَ، اللَّهُمَّ إنَّا نَستَغفِرُكَ إنَّكَ كُنْتَ غفَّارًا، فأرسِلِ السماءَ علينا مِدْرارًا

Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii'an ghadaqan mujalla lan 'aaman thabaqan sahhan daa'iman. Allaahummasqinal ghaitsa wa laa taj'alnaa minal qaanithiina. Allaahumma bil 'ibaadi wal balaadi wal bahaa'imi wal khalqi minal-la'awaa'i wal jahdi wadh-dhanki maa laa nasykuhu illaa ilaika. Allahumma anbit lanaz-zar'a wa adirra lanadh-dhar'a, wasqinaa min barakaatis-samaa'i, wa anbit lanaa min barakaatil ardhi. Al laahummarfa' 'annal jahda, wal juu'a wal 'uraa, waksyif 'annaa minal balaa'i maa laa yaksyifuhu ghairuka. Allaahumma innaa nastaghfiruka innaka kunta ghaffaaran, fa arsilis-samaa'a 'alainaa midraaran.

Artinya: Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang deras, yang menyenangkan, yang berakibat baik, yang membawa kesuburan, yang melimpah, dan yang selalu membawa manfaat. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang deras, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa. Ya Allah, sesungguhnya pada hamba dan negeri ini ada kesusahan, penderitaan, dan kesempitan yang hanya kami adukan kepada Engkau. Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman, deraskan untuk kami puting susu ternak, dan turunkan kepada kami hujan dari berkah-berkah bumi.Ya Allah, hilangkan dari kami kesusahan, lapar, dan telanjang. Keluarkan kami dari bencana di mana selain Engkau tidak ada yang sanggup mengeluarkannya. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan kepada Engkau. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun, kirimkanlah dari langit hujan yang deras kepada kami.

Pada khutbah kedua, imam beristighfar tujuh kali dan menghadap ke kiblat. Ia juga dianjurkan membalikkan kain sorbannya dari kanan ke kiri, dan dari kiri ke kanan. Juga membalikkan sorban yang bawah ke atas.

Dalam khutbah kedua imam berdoa dengan suara pelan, dan jamaah mengikutinya. Berikut doanya:


اَللّهُمَّ أَنْتَ أَمَرْتَنَا بِدُعَائِكَ، وَوَعَدْتَنَا إِجَابَتَكَ، وَقَدْ دَعَوْنَاكَ كَمَا أَمَرْتَنَا، فَأَجِبْنَا كَمَا وَعَدْتَنَا ، اَللّهُمَّ امْنُنْ عَلَيْنَا بِمَغْفِرَةِ مَا قَارَفْنَا، وَإِجَابَتِكَ فِيْ سُقْيَانَا، وَسَعَةِ رِزْقِنَا

Allahumma anta amratan bidu'aika wa wa'adtana ijaabataka wa qad da'awnaaka kamaa amartanaa fa ajabnaa kamaa wa'adtanaa, Allahumma amnun alaynaa bimaghfirati ma qaarafnaa wa ijaabatika fi suqyaana wa sa'ati rizqina

Artinya: "Ya Allah, Engkau memerintahkan kami untuk Berdoa kepada-Mu, dan menjanjikan kepada kami kalau Engkau akan mengabulkannya. Sesungguhnya kami telah Berdoa kepada-Mu sebagaimana yang Engkau perintahkan. Kabulkanlah doa kami, sebagaimana yang Engkau janjikan. Ya Allah, karuniakan kepada kami ampunan atas apa yang telah kami langgar, perkenan-Mu menurunkan hujan kepada kami, dan kelapangan rezeki kami."

Demikian tata cara salat Istisqa untuk mengharapkan turunnya hujan. Niatkan amalan ini semata-mata hanya untuk mengharapkan ridho Allah SWT.




(dvs/erd)

Hide Ads