Kebencian Setan terhadap Azan, Lari Saat Dengar Suaranya

Kebencian Setan terhadap Azan, Lari Saat Dengar Suaranya

Rahma Harbani - detikHikmah
Kamis, 17 Agu 2023 12:00 WIB
Kebencian Setan terhadap Azan, Lari Saat Dengar Suaranya
Ilustrasi setan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Grandfailure)
Jakarta -

Rasulullah SAW mengatakan bahwa setan begitu membenci suara panggilan azan. Hal ini diceritakan Rasulullah SAW dalam sejumlah riwayat haditsnya.

Salah satunya melalui hadits yang bersumber dari Abu Hurairah RA dalam Kitab Adzan dan Shalat oleh Imam Bukhari dan Muslim, berikut bunyi haditsnya.

ØĨØ°ŲŽØ§ Ų†ŲŲˆØ¯ŲŲŠŲŽ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØŖŲŽØ¯Ų’Ø¨ŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų ØļŲØąŲŽØ§ØˇŲŒ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽØŖŲ’Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲØ¯ŲŽØ§ØĄŲ ØŖŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØŒ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĨŲØ°ŲŽØ§ ØĢŲŲˆØ¨ŲŽ ؄ؐ؄ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ØŖŲŽØ¯Ų’Ø¨ŲŽØąŲŽØŒ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĨŲØ°ŲŽØ§ Ų‚ŲØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„ØĒŲ‘ŲŽŲ†Ų’ŲˆŲŲŠØ¨Ų ØŖŲŽŲ‚Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽØŽŲ’ØˇŲØąŲŽ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØąŲ’ØĄŲ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲ‡Ų ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„Ų: Ø§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲ’ ŲƒŲŽØ°ŲŽØ§ØŒ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲ’ ŲƒŲŽØ°ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲŽØ¨Ų’Ų„Ų Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽØ¸Ų„Ų‘Ų Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØŦŲŲ„Ų Ų…ŲŽØ§ŲŠŲŽØ¯Ų’ØąŲŲ‰ ŲƒŲŽŲ…Ų’ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲŲŽŲ‚ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Apabila dikumandangkan azan untuk salat, maka larilah setan dengan mengeluarkan kentut agar ia tidak mendengar adan itu. Dan apabila azan telah selesai dikumandangkan, maka setan datang lagi. Apabila dikumandangkan iqamat, maka setan lari sampai iqamat itu selesai. Apabila iqamat telah selesai, maka setan datang lagi untuk membisiki hatinya. Ia berkata, Ingatlah ini, dan ingatlah itu. Padahal ia tidak ingat akan hal itu sebelumnya, hingga seseorang tidak tahu berapa rakaat yang telah dikerjakannya dalam salat." (Muttafaq 'alaih)

Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2, kalimat setan lari hingga mengeluarkan kentut dalam hadits di atas merupakan kata kiasan. Artinya, kiasan tersebut merujuk pada setan yang lari begitu cepat dan terburu-buru dari suara azan.

ADVERTISEMENT

"Pasalnya, dia merasakan kesakitan karena melihat syiar Islam dikumandangkan dan akidah Islam ditampakkan," jelas Imam Nawawi.

Riwayat lainnya yang termaktub dalam kitab ash-Shahihain menjelaskan hal serupa. Sahl bin Abu Shalih berkata,

"Ayahku mengutusku untuk menemui Ibnu Harits, sedangkan saat itu aku membawa anakku (atau aku pergi bersama seorang teman). Kemudian, tiba-tiba seseorang memanggil namanya dari sebuah kebun di Madinah. Orang yang bersamaku segera menengok ke kebun. Namun, dia tidak melihat apa-apa. kembali, aku menceritakan hal itu kepada ayahku.

Mendengar cerita tersebut, ayahku berkata, 'Seandainya, mengetahui bahwa kamu akan menjumpai kejadian seperti itu, niscaya aku tidak akan mengutusmu untuk pergi. Namun, jika engkau mendengar lagi suara maka ajaklah dia untuk salat dengan mengumandangkan adzan karena aku mendengar Abu Hurairah RA. meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, 'Sesungguhnya, setan jika dia dipanggil untuk shalat (dengan adzan) maka dia akan segera kabur terbirit-birit.'" (HR Muslim)

Untuk itu, Rasulullah SAW pernah menganjurkan muslim untuk mengumandangkan azan dalam mengusir setan. Hal ini bersumber dari Jabir bin Abdillah RA yang mengutip perkataan Rasulullah SAW,

ŲˆŲŽØĨŲØ°ŲŽØ§ ØĒŲŽØēŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØĒŲ’ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ØēŲŲŠŲ„ŲŽØ§Ų†ŲØŒ ŲŲŽØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØąŲŲˆØ§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØŖŲŽØ°ŲŽØ§Ų†Ų

Artinya: "Jika setan (hantu) menjelma menjadi sesuatu terhadap kalian maka segera kumandangkan azan." (HR Ahmad)

Prof Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 1 menjelaskan, disunnahkan pula untuk mengumandangkan azan untuk orang yang dirasuki jin atau setan.

Setan Senantiasa Ganggu Manusia

Setan mempunyai banyak akal dan cara untuk menggoda, merayu, dan menyesatkan manusia. Mereka senantiasa menghalang-halangi jalan manusia menuju jalan Allah SWT bagaimanapun bentuknya.

Hal ini dilatarbelakangi dari permusuhan manusia dan setan yang ada sejak zaman Nabi Adam AS. Ketika Allah SWT meniupkan ruh pada Nabi Adam AS dan meminta setan untuk bersujud kepadanya, setan menolak dan menyombongkan diri.

Setelahnya, Allah SWT pun mengusir setan dari surga yang kekal. Namun, makhluk terkutuk ini memohon pada Allah SWT agar Dia mengekealkan hidupnya untuk menggoda dan menyesatkan keturunan Nabi Adam AS.

Terbukti, godaan setan benar adanya dan datang dari segala arah. Allah SWT berfirman dalam surah Al A'raf ayat 17,

ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽØ§Ų°ØĒŲŲŠŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؅ؑؐ؆ؒÛĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų’ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ų…ŲŽØ§Ų†ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų’ Ø´ŲŽŲ…ŲŽØ§Û¤Ų‰Ų•ŲŲ„ŲŲ‡ŲŲ…Ų’Û— ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŦŲØ¯Ų Ø§ŲŽŲƒŲ’ØĢŲŽØąŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø´Ų°ŲƒŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Artinya: Kemudian, pasti aku (setan) akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.

Firman lainnya dalam surah Al Hijr ayat 39-42 juga menyebutkan hal serupa terkait rencana setan untuk menyesatkan manusia di Bumi,

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŽØēŲ’ŲˆŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽØ§ŲØ˛ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ŲØēŲ’ŲˆŲŲŠŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø§ŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽÛ™

Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’Ų„ŲŽØĩŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽŲŠŲ’ØŗŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲ°Ų†ŲŒ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†Ų اØĒŲ‘ŲŽØ¨ŲŽØšŲŽŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽØ§ŲˆŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Artinya: Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di Bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka."

Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan lurus yang Aku jamin (ditunjukkan kepada hamba-hamba-Ku itu). Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat."




(rah/rah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads