Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, pertanyaan yang paling banyak muncul di tengah masyarakat adalah, apakah nanti malam sudah bisa takbiran?
Pertanyaan ini wajar, karena takbiran menjadi tanda bahwa bulan suci telah berakhir dan umat Islam bersiap menyambut Idul Fitri. Namun, jawabannya tidak bisa ditentukan secara pasti sebelum adanya keputusan resmi dari pemerintah melalui sidang isbat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Takbiran di malam Idul Fitri merupakan anjuran yang disampaikan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA,
"Bahwa Rasulullah SAW keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha ke tempat shalat. Yang pertama kali beliau mulai adalah shalat, kemudian beliau berbalik setelah selesai shalat kepada manusia lalu berkhutbah kepada mereka. Apabila beliau melihat manusia telah berkumpul, beliau berkata: 'Apakah aku tidak memberitahukan kepadamu apa yang diwahyukan Allah kepadaku?' Apabila hari raya Idul Adha, beliau berkata: 'Janganlah kalian lupa dengan kambing kurban.' Apabila hari raya Idul Fitri, beliau berkata: 'Janganlah kalian lupa dengan takbir.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Takbiran Tergantung Penetapan 1 Syawal
Takbiran pada malam hari dilakukan ketika telah masuk tanggal 1 Syawal. Artinya, jika pemerintah menetapkan bahwa keesokan harinya adalah Idul Fitri, maka malam harinya umat Islam sudah bisa mengumandangkan takbir.
Sebaliknya, jika bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari, maka takbiran baru dilakukan pada malam berikutnya.
Dengan kata lain, kepastian takbiran sangat bergantung pada hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Menunggu Hasil Sidang Isbat
Hari ini, Kamis (19/3/2026) pemerintah melalui Kemeag menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah. Dalam sidang tersebut, para ulama, ahli astronomi, dan perwakilan ormas Islam akan membahas dua hal utama yakni data hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (pengamatan hilal).
Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, maka malam ini sudah masuk 1 Syawal, artinya takbiran bisa langsung dikumandangkan.
Namun, jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, dan takbiran belum dilakukan malam ini.
Malam Takbiran Muhammadiyah
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H menggunakan prinsip, syarat, serta parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Majelis Tarjih dan Tajdid menyimpulkan bahwa Lebaran 2026 bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.
Kepastian ini muncul setelah data menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026. Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, warga Muhammadiyah akan merayakan Lebaran lebih dahulu dibandingkan pemerintah.
Jika mengikuti jadwal Muhammadiyah, maka Lebaran 2026 jatuh pada esok hari, Jumat (20/3/2026). Dengan demikian malam takbiran Muhammadiyah bisa dikumandangakan malam ini.
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, MUI: Kehancuran bagi AS-Israel
Arab Saudi Resmi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
Kisah Turunnya Malaikat yang Menjabat Tangan Manusia di Malam Lailatul Qadar