Hasil Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idul Fitri 20 atau 21 Maret 2026, Cek Di Sini!

Hasil Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idul Fitri 20 atau 21 Maret 2026, Cek Di Sini!

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Kamis, 19 Mar 2026 17:30 WIB
Sidang Isbat Idul Fitri 2026
Sidang isbat 2026. Foto: detikHikmah
Jakarta -

Sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 dilaksanakan hari ini, Kamis (19/03/2026). Mengacu pada informasi dari Kementerian Agama, sidang berlangsung secara tertutup di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Rangkaian acara dimulai dengan seminar pukul 16.00 WIB yang membahas hasil pengamatan hilal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Kegiatan diawali dengan pemaparan posisi hilal, dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatulhilal dari sejumlah daerah. Setelah itu, sidang isbat digelar dan ditutup dengan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Seminar serta pengumuman hasil sidang disiarkan secara langsung agar dapat disaksikan masyarakat luas, termasuk melalui situs detikcom dan kanal YouTube Kementerian Agama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa lokasi sidang kembali dipusatkan di Auditorium HM Rasjidi dengan mempertimbangkan sejumlah faktor teknis, seperti ketersediaan ruang yang memadai bagi tamu undangan serta kondisi lalu lintas yang lebih lengang karena sebagian masyarakat telah memasuki masa mudik. Hal ini dinilai memudahkan pengaturan akses kendaraan dan parkir.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, sidang isbat untuk penentuan awal Ramadan 1447 H sempat digelar di Hotel Borobudur Jakarta Pusat karena beberapa ruangan di Kantor Kemenag Thamrin sedang direnovasi.

Abu menambahkan, sidang kali ini melibatkan berbagai pihak, seperti pakar astronomi dari BMKG, BRIN, planetarium, observatorium, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait lainnya. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat hasil sidang memiliki legitimasi keagamaan yang kuat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyebutkan bahwa persiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh proses sidang selesai.

Secara astronomi, BRIN menyatakan bahwa posisi hilal di wilayah Asia Tenggara saat Maghrib pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebutkan bahwa kondisi tersebut mengarah pada kemungkinan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

BMKG juga memprediksi Idul Fitri akan jatuh pada tanggal yang sama, berdasarkan data yang menunjukkan ketinggian hilal berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang, dengan elongasi geosentris antara 4,54 hingga 6,1 derajat. Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan tidak terlihat pada 19 Maret 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sebagaimana tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Untuk menyaksikan sidang isbat secara langsung, masyarakat dapat mengakses tautan live streaming yang tersedia di YouTube Kemenag dan detikcom.

Sidang Isbat Idul Fitri ini didukung oleh, ⁠Le Minerale, Mie Sedaap, Esemag, Samsung, Hydro Coco, Panadol & Bejo




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads