Sunnah Mengiringi Jenazah, Pahalanya Sebesar Gunung Uhud

Sunnah Mengiringi Jenazah, Pahalanya Sebesar Gunung Uhud

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 04 Jan 2023 13:45 WIB
lustrasi batu nisan
Ilustrasi mengiringi jenazah ke pemakaman Foto: iStock
Jakarta - Anjuran mengiringi jenazah ke pemakaman disampaikan oleh Rasulullah SAW. Bagi seorang muslim yang mengetahui kabar duka dari kerabat atau saudaranya yang meninggal dunia, hendaklah ia mengurus jenazahnya dan mengiringi sampai ke pemakaman.

Mengurus jenazah hukumnya fardhu kifayah atau kewajiban bersama. Ada hak yang harus dipenuhi bagi jenazah seorang muslim yakni kewajiban memandikan, mengkafani, menyolati dan memakamkannya.

Meskipun mengiringi jenazah tidak termasuk bagian dari hak jenazah tetapi hal ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Anjuran Mengiringi Jenazah

Mengutip buku Fiqih Lengkap Mengurus Jenazah oleh M. Nashiruddin al-Albani, disebutkan beberapa hadits yang berisi anjuran untuk mengiringi atau mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda,

"Hak seseorang Muslim terhadap saudaranya sesama Muslim ada lima yaitu menjawab salam, menengok ketika sakit, mengiring jenazahnya, memenuhi undangannya dan mendoakan ketika bersin. (Dalam riwayat lain ditambahkan, "Dan apabila meminta nasihat, hendaklah menasihatinya.") (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Ibnu Jarud, dan Ahmad)

Kemudian dalam hadits lain, dari al-Bara bin Azib r.a., Rasulullah SAW bersabda,

"Tengoklah orang sakit dan iringilah jenazah (antarkanlah jenazah) hal tersebut akan mengingatkan kalian kepada hari akhir" (HR Ibnu Abu Sayibah, Bukhari, Ibnu Hibban, ath-Thayalusi, Ahmad, dan Baghawi)

Pahala Mengiringi Jenazah

Dikutip dari laman resmi NU (4/1/2023) Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang mau mengiringi jenazah. Umat muslim yang mengiringi jenazah saudaranya ke tempat sholat atau sampai ke pemakaman akan mendapatkan pahala dua qirath.

Satu qirath setara dengan besar gunung Uhud. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang mengiring janazah seorang muslim dengan sebuah keimanan dan mencari ridho Allah, orang itu mengiringi janazah sampai sholat selesai dan sampai usai menguburkannya, ia pulang membawa pahala dua qirath. Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa yang menshalatinya lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath. (HR Bukhari: 47)

Adab Mengiringi Jenazah

Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali menjelaskan tentang adab mengiringi jenazah.

Adab mengiringi jenazah, yakni: senantiasa khusyu', menundukkan pandangan, tidak bercakap-cakap, mengamati jenazah dengan mengambil pelajaran darinya, memikirkan pertanyaan kubur yang harus dijawabnya, bertekad segera tobat karena ingat segala amal perbuatan semasa hidup pastilah dimintai pertanggung jawaban, berharap agar tidak termasuk golongan yang akhir hidupnya buruk ketika maut datang menjemput.

Mengiringi jenazah juga sebaiknya tidak diiringi tangisan dengan suara berlebihan dan jangan diiringi dengan setanggi atau kemenyan yang berbau wangi. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

"Janganlah jenazah diiringi dengan rintihan suara dan api." (HR. Abu Dawud dan Ahmad dari Abu Hurairah Ra.)

Orang-orang yang mengiringi boleh berjalan di belakang atau di depan jenazah, di kanan atau kirinya, dengan syarat berdekatan dengan jenazah. Adapun bagi orang yang menaiki kendaraan haruslah mengiringinya di belakang jenazah.

Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW, "Orang yang menunggang kendaraan (berjalan mengiringi) di belakang jenazah, sedangkan yang berjalan kaki boleh sesukanya (di belakangnya atau di depannya, di sebelah kanan atau di sebelah kirinya, tetapi dekat dengannya), dan bagi jenazah anak kecil hendaknya dishalati (dan mendoakan bagi kedua orang tuanya dengan memohon ampunan dan rahmat)." (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, ath-Thahawi, Ibnu Hibban, Baihaqi, ath Thayalisi, dan Ahmad dari hadits al-Mughirah bin Syu'bah ra.)

Simak Video "Jenazah di Pinrang Sulsel Ditandu Pakai Sarung Gegara Jalan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)