Tentang Yaumul Mizan, Hari Penimbangan Amal - Keadaan Manusia pada Hari Itu

Tentang Yaumul Mizan, Hari Penimbangan Amal - Keadaan Manusia pada Hari Itu

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Rabu, 23 Nov 2022 10:45 WIB
libra scale on the wood background
Tentang yaumul mizan dan keadaannya pada hari itu. Foto: Getty Images/iStockphoto/Seng kui Lim
Jakarta -

Islam meyakini adanya alam akhirat setelah berakhirnya dunia dan kehidupan. Untuk menuju alam akhirat, umat manusia harus melewati sejumlah hari penentuan. Satu di antaranya yaitu yaumul mizan atau hari pertimbangan.


Disebutkan dalam buku Akidah Akhlak oleh Harjan Syuhada & Fida' Abdilah, mizan artinya timbangan atau neraca amal. Sementara yaumul mizan merupakan hari penimbangan amal ibadah manusia yang pernah dilakukan selama hidupnya di dunia.


Allah SWT dalam Surah Al-Zalzalah ayat 7-8 berfirman bahwa seluruh perbuatan manusia memiliki balasannnya masing-masing, bahkan amal sekecil pun.


فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ


Arab Latin: fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah


Artinya: "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."


Keadaan Manusia di Yaumul Mizan


Mengutip buku Antologi Tafsir oleh Ailsa Digna Anjani, dkk, setelah hari kiamat, seluruh manusia dari masa Nabi Adam AS hingga umat akhir zaman akan dibangkitkan dan berkumpul di Padang Mahsyar. Di sana manusia akan menunggu perhitungannya secara bergilir.


Tibalah manusia pada yaumul mizan, atau bisa disebut yaumul hisab (hari perhitungan). Saat itu perbuatan manusia yang dikerjakan di dunia, baik terpuji tercela, amal yang besar maupun kecil, semuanya akan dihitung, diukur, serta ditimbang di hadapan dirinya dengan seadil-adilnya.


Pengukuran amal tak akan ada kecurangan atau kesalahan. Hasil timbangan keadilan Allah SWT pun tak bisa ditawar, terlebih lagi disogok. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 47.


وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ


Arab Latin: Wa naḍa'ul-mawāzīnal-qisṭa liyaumil-qiyāmati fa lā tuẓlamu nafsun syai`ā, wa ing kāna miṡqāla ḥabbatim min khardalin atainā bihā, wa kafā binā ḥāsibīn


Artinya: "Kami akan meletakkan timbangan (amal) yang tepat pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."


Pada hari itu juga, manusia tidak akan bisa mengelak segala amal yang telah diperbuatnya selama di dunia. Sebab Allah SWT menutup mulut mereka, dan membiarkan anggota tubuh lainnya yang bersaksi atas perbuatannya, sehingga dirinya hanya mampu pasrah.


Diterangkan oleh Allah dalam Surah Yasin ayat 65.


اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ


Arab Latin: Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānụ yaksibụn

Artinya: "Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."


Hasil timbangan pada yaumul mizan akan menentukan penempatan setiap manusia di akhirat, entah di neraka atau surga. Dalam Surah Al-Mu'minun ayat 102-103:


فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فِيْ جَهَنَّمَ خٰلِدُوْنَ


Arab Latin: Fa man ṡaqulat mawāzīnuhụ fa ulā`ika humul-mufliḥụn Wa man khaffat mawāzīnuhụ fa ulā`ikallażīna khasirū anfusahum fī jahannama khālidụn

Artinya: "Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang-orang beruntung. Siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. Mereka kekal di dalam (neraka) Jahanam."



Simak Video "Bumi Makin Tua, Begini Cara Ilmuwan Menunda Kiamat "
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)