Mizan, Timbangan Amal Baik dan Buruk Manusia Selama Hidupnya

Kristina - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 17:00 WIB
libra scale on the wood background
Ilustrasi timbangan amal baik dan buruk manusia selama di dunia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Seng kui Lim
Jakarta -

Seluruh perbuatan manusia kelak akan ditimbang di akhirat. Timbangan amal baik dan buruk manusia selama hidupnya disebut Mizan.

Fida' Abdilah dan Yusak Burhanudin menjelaskan dalam buku Akidah Akhlak, mizan atau timbangan tersebut adalah kebenaran dan keadilan. Apabila berat timbangan kebaikannya, ia akan memperoleh keberuntungan. Sebaliknya, jika timbangan keburukannya yang lebih berat, ia termasuk orang yang rugi.

Segala amal baik dan buruk akan ditimbang di hari penimbangan amal atau yang disebut Yaumul Mizan (Yaum al-Mizan). Dalam salah satu firman-Nya disebutkan, sekecil apapun amalannya tetap akan dipertimbangkan.

Allah SWT berfirman:

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ ٤٧

Artinya: "Kami akan meletakkan timbangan (amal) yang tepat pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan." (QS Al Anbiya': 47)

Balasan bagi orang yang ringan timbangan amal kebaikannya adalah neraka Jahanam. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ١٠٢ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فِيْ جَهَنَّمَ خٰلِدُوْنَ ۚ ١٠٣ تَلْفَحُ وُجُوْهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيْهَا كٰلِحُوْنَ ١٠٤

Artinya: "Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang-orang beruntung. Siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. Mereka kekal di dalam (neraka) Jahanam. Wajah mereka dibakar api neraka dan mereka di neraka dalam keadaan sangat menyeramkan." (QS Al Mu'minun: 102-104)

Menurut tafsir Kementerian Agama RI, orang yang ringan timbangan amal kebaikannya seperti dimaksud pada ayat di atas adalah mereka yang ketika hidupnya banyak berbuat maksiat, menuruti kehendak hawa nafsunya.

Mereka juga mengingkari ayat-ayat Allah yang menyebabkan amal-amal mereka tidak bernilai di kemudian hari. Sebagaimana firman Allah SWT:

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَاۤىِٕهٖ فَحَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًا ١٠٥

Artinya: "Mereka itu adalah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhannya dan (kufur pula terhadap) pertemuan dengan-Nya. Maka, amal mereka sia-sia dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat." (QS Al Kahfi: 105)

Melansir Sumber Belajar Kemdikbud, setelah melewati penimbangan amal di Yaumul Mizan atau al-Hisab, manusia akan memasuki hari pembalasan atau Yaum al-Jaza atau Yaumul Jaza.



Simak Video "Aksi Bak 'Spider-Man' Maling Kotak Amal di Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia