Sholat Tahajud: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Sholat Tahajud: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Hanindita Basmatulhana - detikHikmah
Senin, 18 Jul 2022 14:23 WIB
Shot of a Muslim young man worshiping in a mosque.
Sholat tahajud. Foto: Getty Images/CiydemImages
Jakarta - Malam adalah waktu yang sangat tepat untuk bermunajat kepada Allah SWT. Sholat tahajud juga menjadi salah satu ibadah yang amat disukai Allah.


Seorang hamba yang memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan mendirikan sholat tahajud, maka ia membuktikan wujud kecintaannya pada Allah SWT. Dan Allah SWT akan mengangkat derajat hamba-Nya yang rajin mengerjakan sholat di sepertiga malam.


Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah salah satu sholat sunnah yang paling dianjurkan untuk dilaksanakan. Hukum sholat tahajud adalah sunnah mu'akkad.


Sholat tahajud disebut juga dengan sholat malam atau qiyaamul lail, karena waktu pelaksanaannya adalah malam hari, seperti diperintahkan oleh Allah dalam QS. Al-Israa' ayat 79:


وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."


Agar dapat melaksanakan sholat tahajud, seseorang harus menunaikan terlebih dahulu sholat 'isya. Dengan begitu, sholat tahajud dapat didirikan baik di permulaan, pertengahan, maupun penghujung malam. Akan tetapi penghujung malam merupakan waktu paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud, seperti dalam sabda Rasulullah SAW:


"Waktu yang paling dekat antara Rabb dengan hamba-Nya adalah pasa separuh malam terakhir. Karenanya, jika kamu dapat menjadi salah satu orang yang mengingat Allah, maka lakukanlah" (HR. Tirmidzi dan Nasa'i dari Amr bin 'Abasah)


Merupakan hal yang tidak mudah tidak melanjutkan tidur dan terjaga di sepertiga malam. Hanya orang-orang yang bertaqwa dan cinta pada Allah yang dapat mendirikan sholat tahajud dengan istiqomah.


Niat dan Tata Cara Sholat Tahajud

Jumlah raka'at sholat tahajud adalah sebanyak dua raka'at atau empat raka'at. Sholat tahajud dapat dilaksanakan beberapa kali.


Mengutip buku berjudul The Miracle of Night Sholat Tahajud karya Ustadz Hasan Albany, Rasulullah mendirikan sholat tahajud sebanyak 11 raka'at dengan sholat witir sebagai penutup. Aisyah RA. berkata:


"Rasulullah tidak pernah menambah sholat malam itu, baik ketika bulan Ramadhan atau bulan lainnya dari sebelas raka'at. Beliau sholat empat raka'at. Jangan tanya tentang baik dan panjangnya. Kemudian, sholat lagi empat raka'at, jangan tanya tentang baik dan panjangnya. Kemudian, sholat witir tiga raka'at. Saya bertanya, " Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum witir? Beliau menjawab, " Wahai Aisyah, walau kedua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur"


Tata cara sholat tahajud sama seperti sholat dua raka'at lainnya. Adapun tata cara sholat tahajud sebagai berikut:

1. Tidur terlebih dahulu
2. Niat sholat tahajud

Niat dilafadzkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihraam. Niat sholat tahajud adalah sebagai berikut:


أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatat tahajjud rak'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya:

"Aku (niat) sholat sunnah tahajud dua raka'at, karena Allah ta'ala"

3. Takbiratul ikhram diikuti doa iftitah
4. Membaca surat Al Fatihah
5. Membaca surat dalam Al Quran
6. Rukuk
7. Itidal
8. Sujud
9. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
10. Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua
11. Salam

Bacaan dalam Sholat Tahajud

Rasulullah SAW mengerjakan sholat tahajud dengan membaca surat pendek. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, dari Aisyah ra. ia berkata, "Apabila bangun pada malam hari, Rasulullah SAW memulai sholat malamnya dengan mengerjakan sholat yang ringan, yaitu dengan bacaan surat yang pendek." (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

Melansir NU Online, berikut do'a yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat tahajud:


اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ


Arab-latin: "Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa'dukal haqq. Wa liqâ'uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ'atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa 'alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh."


Artinya:

"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."


Keutamaan Sholat Tahajud

Dalam buku Mukjizat Shalat Malam for Teens oleh Roni Tabroni, dijelaskan bahwa ada banyak keutamaan sholat tahajud, beberapa di antaranya adalah yang pertama, Allah akan memelihara hamba-Nya yang mendirikan sholat tahajud dari segala bencana dan marabahaya.


Seorang hamba mungkin tidak tahu bahwa yang menyelamatkan dirinya dari bencana yang akan menimpanya adalah sholat tahajud yang ia dirikan. Sholat tahajud adalah pelindung bagi diri dari musibah.


Yang kedua, adanya tanda bahwa seorang hamba taat pada Allah. Hal ini tidak digambarkan dengan adanya sebuah tanda yang benar-benar tanda ketaatan. Namun tanda tersebut merupakan sebuah kelebihan berupa derajat tinggi di sisi Allah. Hal ini menjadi bagian dari janji Allah.


Yang ketiga, Allah akan mencintai hamba-hamba saleh dan membuat semua manusia turut mencintai mereka. Kebanyakan orang berbondong-bondong berusaha untuk dikenal banyak orang. Namun keistimewaan tersebut akan dengan mudah didapat oleh orang bertaqwa yang mendirikan sholat tahajud dan senantiasa mengingat-Nya.


Yang keempat, setiap perkataan yang diucapkannya mengandung hikmah dan bersifat positif. Mulut yang selalu berdzikir di sepanjang malam hanya akan mengeluarkan kata-kata yang baik.


Yang terakhir, orang yang senantiasa mendirikan sholat tahajud akan diberikan kemudahan dalam urusan agama oleh Allah. Kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya akan menghindari mereka dari segala perilaku yang buruk.





Simak Video "Catat! Ini Amalan Sunnah di Tahun Baru Islam"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)