BPKH Apps Punya 5 Fitur Baru, Ada e-Wallet Haji hingga Tanya Haji Berbasis AI

BPKH Apps Punya 5 Fitur Baru, Ada e-Wallet Haji hingga Tanya Haji Berbasis AI

Lusiana Mustinda - detikHikmah
Rabu, 09 Sep 2026 14:45 WIB
Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Penghimpunan, Transformasi dan Teknologi Informasi, Harry Alexander
Foto: BPKH
Jakarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menghadirkan lima fitur baru dalam BPKH Apps. Pembaruan ini dilakukan menjelang persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 dan ditujukan untuk membantu jemaah dalam berbagai kebutuhan, mulai dari persiapan ibadah hingga layanan finansial.

Strategi ekspansif BPKH Apps ini dilakukan BPKH untuk menjangkau jemaah haji ataupun calon jemaah haji secara langsung hingga ke pedesaan dan wilayah yang jauh dari lokasi cabang Bank Syariah.

Ada lima fitur yang diperkenalkan dalam Soft Launching BPKH Apps bertajuk "Experience The New BPKH Apps, Your Digital Hajj Lifestyle Companion" di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Penghimpunan, Transformasi dan Teknologi Informasi, Harry Alexander, mengatakan kalau BPKH Apps sebelumnya telah difungsikan untuk transparansi informasi saldo, nilai manfaat, pendaftaran haji, hingga fitur penunjang ibadah harian seperti Al-Qur'an digital dan pengingat waktu salat.

Dalam soft launching fitur terbaru BPKH Apps memperkenalkan lima layanan teranyar yang terdiri dari E-Wallet Haji, Transfer, Dompet Haji, Tanya Haji, dan Islamic Social Fund yang dapat digunakan oleh para pengguna BPKH Apps.

ADVERTISEMENT

"Tidak hanya bisa daftar haji, tidak hanya bisa membimbing jemaah haji untuk melakukan kegiatan haji dan umrah tapi juga sudah mulai memberikan pelayanan kepada jemaah terkait dengan kebutuhan finansialnya serta kebutuhan sistem pembayaran," jelas Harry.

Harry menjelaskan, e-Wallet Haji dikembangkan untuk mendukung kebutuhan transaksi pengguna. Dalam pengembangannya, BPKH berkolaborasi dengan Finnet.

Selain itu, BPKH menggandeng Action Pay untuk mendukung infrastruktur sistem pembayaran domestik atau domestic transfer. Sementara Bank Muamalat, yang berperan sebagai Special Mission Vehicle BPKH, memungkinkan sumber dana e-Wallet terhubung langsung dengan rekening pengguna di Bank Muamalat.

Fitur berikutnya adalah layanan Tanya Haji berbasis artificial intelligence (AI). Fitur ini menargetkan generasi milenial dan Gen Z yang saat ini menyumbang 25 persen dari total jemaah pendaftar. Harry mengatakan fitur tersebut dikembangkan untuk membantu jemaah memperoleh informasi seputar kebutuhan haji.

Melalui layanan berbasis AI tersebut, jemaah nantinya dapat memperoleh informasi mengenai berbagai hal, mulai dari perencanaan keuangan hingga kebutuhan selama berada di Tanah Suci.

"Yang kita berikan agar jemaah haji tahu cara perencanaan keuangan, kalau nyasar tahu cari hotel, kalau daftar haji syaratnya apa saja jadi tahu, semua bisa kita lakukan," kata Harry.

Dengan pengembangan tersebut, BPKH ingin menjadikan aplikasi sebagai pendamping digital yang dapat digunakan jemaah untuk berbagai kebutuhan terkait haji.

BPKH juga mencatat penggunaan aplikasi yang tidak hanya berasal dari Indonesia. Menurut Harry, BPKH Apps saat ini telah diakses masyarakat dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Taiwan.

Meski demikian, pengguna dari Indonesia masih menjadi yang paling banyak mengakses aplikasi tersebut.

"Jadi memang menjadikan seamless, borderless, bahkan saat ini diakses BPKH Apps ini diakses dari Malaysia, dari Amerika Serikat, dari Hong Kong, Taiwan, termasuk tentu paling banyak dari Indonesia," ujarnya.

Harry mengatakan BPKH belum memiliki data lebih rinci mengenai persebaran pengguna berdasarkan pulau di Indonesia.

Namun, dari sisi pertumbuhan jumlah pengguna, BPKH Apps menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak diluncurkan kurang dari satu tahun lalu.

"Kalau dari sisi pulau memang kami belum punya data bagaimana pembagian pulau, tapi hari ini semenjak launching yang kurang dari 12 bulan, kita sudah ada pertumbuhan sampai lebih dari 300 persen," tuturnya.

Saat ini, kata Harry, sudah sekitar 193 ribu jemaah dan masyarakat yang mengunduh BPKH Apps.

Masih Ada Jutaan Jemaah yang Perlu Dijangkau

Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut menjadi salah satu catatan bagi BPKH untuk terus mengembangkan aplikasi. Meski sudah mencapai 193 ribu unduhan, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari potensi pengguna yang dapat dilayani.

Harry menyebut masih ada sekitar 5,7 juta pengguna yang menjadi bagian dari pekerjaan rumah BPKH untuk memperluas jangkauan aplikasi.

Peluncuran fitur terbaru BPKH Apps sendiri merupakan respons BPKH untuk meningkatkan level penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, sekaligus menjadi pemanasan strategis bagi 5,7 juta pendaftar haji menuju target bebas transaksi nontunai dari Pemerintah Arab Saudi pada tahun 2028 mendatang.

"Kita sudah ditantang oleh Kerajaan Saudi Tahun 2028 tidak ada lagi transaksi yang non-digital, semuanya harus digital, sehingga kita mulai sekarang pemanasan penyiapan jemaah haji kita 5,7 juta ini bisa siap untuk transaksi secara digital," pungkasnya.



(lus/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads