Umrah adalah ibadah sunah yang dianjurkan dalam Islam. Umrah juga dikenal sebagai haji kecil karena pelaksanaannya mirip dengan haji, namun waktu pengerjaannya lebih fleksibel serta tidak ada wukuf di Arafah seperti haji.
Mengutip buku Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, umrah diambil dari kata i'timar yang berarti mengunjungi. Maksud mengunjungi dalam hal ini adalah mengunjungi Ka'bah, melakukan tawaf, melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa, serta mencukur rambut.
Sebelum mengerjakan umrah, ada niat yang harus dibaca jemaah. Seperti apa niatnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Umrah: Arab, Latin dan Arti
Dilansir dari buku Panduan Umrah Lengkap oleh DM A Fuad, berikut niat umrah disertai latin dan artinya.
1. Niat Umrah untuk Diri Sendiri
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى. لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala. Labbaika Allahumma 'umratan.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan umrah dengan berihram karena Allah Taala. Aku memenuhi panggilan-Mu untuk mengerjakan umrah."
2. Niat Badal Umrah
نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ للهِ تَعَالَى عَنْ فُلَانٍ
Nawaytul 'umrata wa ahramtu biha lillāi ta'ālā 'an fulān (sebut nama jamaah umrah yang dibadalkan).
Artinya: "Aku menyengaja ibadah umrah dan aku ihram umrah karena Allah ta'ala untuk si fulan (sebut nama jamaah yang dibadalkan)."
Waktu Membaca Niat Umrah
Menurut buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari yang disusun Muh Hambali, niat umrah bisa dibaca ketika melakukan ihram. Saat muslim berihram, jemaah yang ingin melaksanakan umrah segera melafalkan niat dari dalam hati diikuti dengan memakai pakaian ihram.
Batas pelaksanaan ihram umrah juga sudah ditetapkan secara syariat, yaitu miqat zamani atau miqat makani. Miqat zamani adalah batas waktu ihram dalam umrah yang bisa dilakukan kapan pun, kecuali saat pelaksanaan ibadah haji.
Sementara itu, miqat makani berarti batas tempat untuk melakukan niat. Bagi jemaah yang melakukan umrah di Madinah, miqat makaninya berada di Zulhulaifah atau Bir Ali. Sementara itu, jemaah umrah dari Indonesia maka miqat makaninya dari dalam pesawat saat posisi sejajar dengan Qarnul Manazil ata Yalamlam.
Cara Umrah yang Benar Sesuai Sunnah
Berikut cara umrah yang benar sesuai sunnah yang dikutip dari buku yang sama.
1. Mandi lebih dulu untuk menghilangkan hadats kecil dan besar.
2. Berwudhu, menyisir rambut, dan memakai wangi-wangian.
3. Memakai pakaian ihram, melakukan salat sunah ihram dua rakaat, dan membaca niat umrah.
4. Bertolak ke Makkah untuk menuju ke Masjidil Haram dengan mengucapkan talbiyah sepanjang perjalanan.
5. Memasuki Masjidil Haram dengan melangkahkan kaki kanan seraya membaca doa masuk masjid.
6. Berhenti membaca talbiyah dan memulai tawaf sebanyak 7 kali dimulai dari Hajar Aswad. Posisi Ka'bah selalu berada di sebelah kiri.
7. Disunahkan untuk mencium Hajar Aswad apabila memungkinkan atau cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya dari jauh seraya mengucapkan:
بِسْمِ اللهِ ، وَاللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ، وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وسلم
Bismillaah, wallaahu Akbar. Allaahumma iimaanan bika, wa tashdiiqan bi kitaabika, wa wafaa'an bi 'ahdika wat-tibaa'an li sunnati nabiyyika Muhammadin Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam
Artinya: Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah. (kami berthawaf) karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, Muhammad SAW.
8. Setelah tawaf kemudian menutupkan kain ihram ke bahu kanan dan disunnahkan untuk melaksanakan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
9. Selanjutnya melaksanakan sa'i sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa menuju bukit Marwa. Ketika menaiki bukit Shafa, disunnahkan membaca doa seraya mengangkat tangan dan menghadap ke arah kiblat. Doa yang dibaca, yaitu:
لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَ نَصَرَ عَبْدَهُ وَ هَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syaiin qadiir. laa ilaaha illallahu wahdahu, Shadaqa wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal Ahzaaba wahdahu
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya kerajaan, hanya bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata, Allah telah menepati janji- Nya, telah menolong hamba-Nya dan telah mengalahkan musuh-musuh yang bersekutu sendirian."
10. Selesai sa'i, jemaah melakukan tahallul, yaitu memotong rambut paling sedikit tiga helai. Tahalul menandai selesainya ibadah umrah sehingga jemaah yang berumrah boleh memakai pakaian biasa kembali setelahnya.

Komentar Terbanyak
7 Fenomena Sains yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an
Bintang Ahmad Muncul di Langit Madinah Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Kemenhaj Usul Biaya Haji 2027 Rp 107,3 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Ini