Jemaah Haji Wafat 350-an Orang, Istitha'ah Kesehatan Bakal Diperketat

Kabar Haji 2026

Jemaah Haji Wafat 350-an Orang, Istitha'ah Kesehatan Bakal Diperketat

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 25 Jun 2026 17:45 WIB
Wamenhaj Dahnil saat konferensi pers bersama Wamenpar, Wamenhub dan Dirut Garuda di Gedung Kemenhaj RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026)
Wamenhaj Dahnil saat konferensi pers bersama Wamenpar, Wamenhub dan Dirut Garuda di Gedung Kemenhaj RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026) (Foto: Anisa Rizki/detikcom)
Jakarta -

Rangkaian operasional ibadah haji 2026 telah selesai. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tengah melakukan evaluasi terkait sejumlah hal, termasuk jumlah jemaah haji yang wafat yang dinilai masih cukup tinggi.

Tercatat, jemaah haji yang wafat tahun ini mencapai sekitar 350 orang. Meski jumlah ini lebih dikit dibanding tahun lalu yang mencapai 467 orang, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan aturan terkait istitha'ah kesehatan akan kembali diperketat.

"Sekarang yang wafat itu sekitar 350-an orang. Jumlah ini relatif lebih rendah dibandingkan tahun yang lalu. Tahun lalu itu 467 orang. Tahun depan ini juga jadi evaluasi kami, kami harus lebih ketat terkait dengan istitha'ah kesehatan," paparnya usai konferensi pers yang berlangsung di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut dia menuturkan calon jemaah haji dengan penyakit komorbid atau penyerta, potensi demensia atau penyakit berbahaya lainnya akan menjalani pemeriksaan lebih ketat. Bahkan, mereka bisa terancam tidak diberangkatkan.

"Jadi mau tidak mau, kami harus lebih tegas terkait dengan jemaah-jemaah yang memiliki komorbid, kemudian misalnya potensi dimensia, kemudian penyakit-penyakit yang berbahaya lainnya untuk tidak bisa berangkat," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Dahnil juga menyebut Kemenhaj RI akan memperkenalkan program manasik kesehatan pada musim haji 2027 mendatang. Pada program ini, jemaah disiapkan fisiknya sedemikian rupa selama setahun sebelum keberangkatan.

"Manasik kesehatan itu artinya kami ingin memastikan jemaah-jemaah yang sudah ditetapkan akan berangkat di 2027 mereka sudah persiapan selama satu tahun. Misalnya kebiasaan olahraga, jalan kaki, kemudian kalau sanggup lari, lari. Karena 95% kegiatan di tanah suci itu adalah kegiatan fisik," jelasnya.

Nantinya jemaah akan dibiasakan olahraga serta pengendalian penyakit penyerta. Sebagaimana diketahui, aktivitas haji membutuhkan fisik yang prima.

"Kalau mereka punya komorbid, kemudian nanti secara intens dimaintain. Misalnya darah tinggi, diabet (diabetes -red), dan sebagainya itu secara intens di maintain oleh tim dokter di daerah masing-masing," terang Wamenhaj RI.

"Itu bagian yang paling penting, isu kesehatan," tandasnya.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads