Kenapa Salam Tengok Kanan Kiri Setelah Salat?

Kenapa Salam Tengok Kanan Kiri Setelah Salat?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 20 Jul 2026 07:15 WIB
Seorang muslim sedang melaksanakan sholat di masjid dan menghadap kiblat.
Seorang muslim sedang menunaikan salat dan mengakhirinya dengan salam ke kanan-kiri. Foto: Getty Images/iStockphoto/Hiraman
Jakarta -

Setelah selesai salat, muslim menoleh ke kanan dan ke kiri seraya mengucap salam. Meski termasuk gerakan salat, ternyata ada makna yang terkandung di dalamnya.

Menurut buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, rangkaian salat yang termasuk rukun adalah gerakan dan bacaan setiap rakaat. Namun, jika diperhatikan justru lebih banyak gerakan ketimbang bacaan.

Rukun salat yang berupa bacaan hanyalah empat yaitu takbiratul ihram, surah Al Fatihah, bacaan tasyahud-sholawat, dan bacaan salam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perintah salat sendiri dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits, salah satunya surah Al Baqarah ayat 43.

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

ADVERTISEMENT

Artinya: "Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

Alasan Salam Tengok Kanan dan Kiri Setelah Salat

Menurut buku Rahasia Shalatnya Orang-orang Makrifat susunan Imam Al Ghazali terbitan Pustaka Media, salam pertama diperuntukkan kepada malaikat yang berada di sebelah kanan dan kiri, karena ketika salat ada dua orang malaikat pencatat amal perbuatan. Sementara itu, salam kedua diperuntukkan bagi semua makhluk yang ada di sekelilingnya.

Lalu, dalam buku Nikmatnya Ibadah yang ditulis H Ahmad Zacky El-Syafa dikatakan alasan salam menoleh ke kanan dan ke kiri setelah salat adalah agar orang yang di samping kita merasa damai dengan keberadaan kita.

Assalamualaikum warahmatullah yang diucapkan selesai salat artinya semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap tercurahkan pada kalian. Dengan menengok ke arah kanan dan kiri maka pesan perdamaian serta kasih sayang tersampaikan ke jemaah lain.

Menoleh ke kanan dan ke kiri juga disebut sebagai bentuk respons terhadap makhluk Allah yang ada di sebelah kita yaitu jemaah salat, malaikat atau jin. Ini sesuai dengan hadits dari Ali bin Abi Thalib RA dan Samurah bin Jundub RA:

"Nabi itu pernah salat sebelum Asar sebanyak empat rakaat yang dipungkasi dengan bacaan salam terhadap malaikat yang selalu mendekatkan diri pada Allah, muslim, dan mukmin." (HR Abu Daud)

"Rasulullah memerintahkan kami untuk menjawab salam imam, dan saling berkasih sayang, dan saling menjawab salam satu sama lain." (HR Abu Daud).

Bolehkah Hanya Salam Tengok Kanan Saja?

Masih dari sumber yang sama, mengucap salam ke sebelah kanan hukumnya wajib sebagai tanda penutup salat. Ini juga menjadi isyarat adanya tanggung jawab sosial terhadap sesama, Al-Qur'an menyebutnya kelompok kanan atau ash-hab al-yamin yang kelak memperoleh keselamatan di akhirat.

Adapun, salam ke kiri hukumnya sunnah. Sebab, salam ke kiri jadi isyarat agar seseorang menebar kedamaian pada sesama, tak hanya sesama muslim namun pada yang bukan muslim. Al-Qur'an menyebutnya ash-hab al-syimal atau kelompok kiri.

Tujuan dari salam ke arah kiri menunjukkan kepada mereka Islam cinta damai, pembuktian itu tak hanya lewat kata-kata tetapi juga tindakan nyata.

Wallahu a'lam.



(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads