Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal menunggu jam. Jemaah haji asal Indonesia secara bergelombang mulai diberangkatkan menuju Arafah dari Kota Makkah mulai hari ini.
Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) ikut melepas keberangkatan para jemaah haji. Di antaranya, Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal dan anggota Timwas Haji DPR Selly Andriany Gantina melepas jemaah haji dari pemondokan 905, Misfalah, Makkah.
"Pada saat ini, mulai berangkat jemaah dari Makkah menuju Arafah, mulai sejak jam 07.30 waktu Arab Saudi (WAS)," kata Cucun di sela-sela prosesi pemberangkatan jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cucun mengatakan, ia sudah menyampaikan kepada ketua kelompok terbang maupun Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah untuk mempersiapkan keberangkatan jemaah secara optimal. Skema keberangkatan harus disiapkan dengan betul-betul, mulai dari kloter jemaah, kedatangan bus, hingga jam keberangkatan jemaah.
Cucun mewanti-wanti jangan sampai jamaah menunggu bus terlalu lama dan terjadi penumpukan. Jika hal itu terjadi, maka jemaah akan tiba di Padang Arafah dalam kondisi kelelahan. Mengingat panasnya cuaca di Arafah, mereka akan mudah terserang dehidrasi dan penyakit.
"Makanya lebih baik struktur organisasi sektor sampai ketua kloter itu bisa me-manage, mengatur jemaahnya untuk betul-betul mengikuti aturan yang ada. Sehingga jangan di luar bapak-bapak yang sudah lansia, kursi roda di depan jalan raya, ada tiupan asap bus. Nah itu akan mengakibatkan nanti kekurangan cairan," tandasnya.
Di dalam bus yang mengantarkan jemaah, Cucun menitipkan pesan agar tidak banyak beraktivitas selama berada di Arafah. "Kuatkan mental, kuatkan hati. Selamat bertemu dengan rahmat Allah di Arafah semuanya," kata Cucun.
"Aamiin," sahut para jamaah.
(irw/erd)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha
Jadwal Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri