Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi kembali menyiapkan layanan safari wukuf bagi jemaah haji lansia serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu pada pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini. Layanan tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan agar jemaah dengan keterbatasan fisik tetap dapat mengikuti salah satu rukun haji, yakni wukuf di Arafah.
Informasi ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Senin (25/5/2026).
"Kami juga menyampaikan bahwa PPIH Arab Saudi juga menyiapkan layanan safari wukuf bagi jemaah lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu," kata Maria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diikuti 267 Jemaah dengan Pendampingan 150 Petugas
Tahun ini, layanan safari wukuf akan diikuti oleh 267 jemaah dan didukung 150 petugas yang bertugas memberikan pendampingan selama proses pelaksanaan ibadah.
Menurut Kemenhaj, jemaah peserta safari wukuf dijadwalkan diberangkatkan menuju Arafah pada 9 Zulhijah pukul 13.00 waktu Arab Saudi.
Setelah menjalani wukuf, jemaah akan kembali dibawa menuju hotel transit di Makkah sebelum nantinya bergabung kembali dengan kelompok terbang (kloter) masing-masing pada 13 Zulhijah.
Skema ini disiapkan agar jemaah dengan kondisi kesehatan khusus tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah secara aman dan nyaman.
Klinik Kesehatan Disiagakan di Arafah dan Mina
Selain layanan safari wukuf, PPIH Arab Saudi juga memperkuat dukungan kesehatan selama fase puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Sebanyak dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah disiagakan, masing-masing berada di wilayah Arafah dan Mina.
Keberadaan fasilitas kesehatan tersebut ditujukan untuk memberikan layanan medis cepat bagi jemaah yang membutuhkan penanganan selama menjalani puncak ibadah haji.
PPIH Arab Saudi juga menyiapkan 657 petugas Satuan Tugas (Satgas) Arafah yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari koordinator markas, pengawas konsumsi, hingga petugas layanan lainnya.
Mereka disebar di berbagai titik untuk memastikan seluruh proses pergerakan jemaah berjalan tertib dan aman, termasuk layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah.
Dalam kesempatan itu, Maria juga mengajak seluruh jemaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama selama fase Armuzna.
"Selama fase Armuzna kami tentu ingin mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli jika melihat kemudian jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan maupun juga terpisah dari rombongan untuk segera bantu dan laporkan kepada petugas terdekat," kata Maria.
Pemerintah berharap proses pergerakan jemaah menuju Arafah dapat berlangsung lancar, tertib, dan aman. Selain itu, seluruh jemaah diharapkan diberikan kesehatan dan kekuatan agar dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan baik hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha
Jadwal Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri