Mahalul qiyam adalah salah satu jenis sholawat, biasanya sholawat ini dibaca ketika maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan, mahalul qiyam jadi bacaan khas dan muslim yang membacanya sama dengan memberi penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Menurut buku Refleksi Kecintaan kepada Rasulullah SAW yang disusun Fatimah Hi Moh Amin Lasawedi, mahalul qiyam adalah kebiasaan masyarakat Indonesia ketika memperingati maulid nabi. Istilah ini merujuk pada momen berdirinya orang-orang saat melakukan pembacaan kitab Barzanji, kumpulan syair berbahasa Arab.
Turut dijelaskan dalam buku Paradigma Pendidikan Praktis dalam Pembelajaran Seni Musik untuk Anak di Sekolah Dasar susunan Nur Fajrie dkk, saat mahalul qiyam, muslim membaca sholawat Nabi Muhammad SAW sambil berdiri dengan iringan rebana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahalul qiyam biasa dibaca dalam rangkaian teks-teks maulid seperti Al Barzanji, Simthudduror, Addhiya Ullami, dan Diba'.
Mahalul Qiyam: Arab, Latin dan Arti
Dikutip dari sumber yang sama, berikut bacaan mahalul qiyam lengkap dengan latin dan artinya.
ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Arab latin: Yaa nabii salaam 'alaika, Yaa rasuul salaam 'alaika
Artinya: "Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai rasul salam sejahtera untukmu."
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴﺐْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﺻَﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Arab latin: Yaa habiib salaam 'alaika, shalawaatullaah 'alaika
Artinya: "Wahai kekasih, salam sejahtera untukmu dan sholawat (rahmat) Allah untukmu."
ﺃَﺷﺮَﻕَ ﺍﻟﺒَﺪْﺭُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ - ﻓَﺎﺧْﺘَﻔَﺖْ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﻟﺒُﺪُﻭْﺭُ
Arab latin: Asyraqal badruu'alainaa, fakhtafat minhul buduuru
Artinya: "Bulan purnama telah terbit menyinari kami, pudarlah-purnama purnama lainnya."
ﻣِﺜْﻞَ حُسْنِك ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎ - ﻗَﻂُّ ﻳَﺎ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﺴُّﺮُﻭْﺭِ
Arab latin: Mitsla husnik maa ra-ainaa, qaththu yaa wajhas-suruuri
Artinya: "Belum pernah aku lihat keelokan sepertimu wahai orang yang berwajah riang."
ﺃَﻧْﺖَ ﺷَﻤْﺲٌ ﺃَﻧْﺖَ ﺑَﺪْﺭٌ - ﺃَﻧْﺖَ ﻧُﻮْﺭٌ ﻓَﻮْﻕَ ﻧُﻮْﺭٍ
Arab latin: Anta syamsun anta badrun, anta nuurun fauqa nuurin
Artinya: "Engkau bagai matahari, engkau bagai bulan purnama, engkau cahaya di atas cahaya."
ﺃَﻧْﺖَ ﺇِﮐْﺴِﻴْﺮُ ﻭَﻏَﺎﻟِﻲ - ﺃَﻧْﺖَ ﻣِﺼْﺒَﺎﺡُ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭْﺭِ
Arab latin: Anta iksiirun wa ghaalii, anta mishbaahush-shuduuri
Artinya: "Engkau bagaikan emas murni yang mahal harganya, Engkaulah pelita hati."
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴْﺒِﯽ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ - ﻳَﺎﻋَﺮُﻭْﺱَ ﺍﻟﺨَﺎﻓِﻘَﻴْﻦِ
Arab latin: Yaa habiibi yaa Muhammad, yaa 'aruusal-khaafiqaiini
Artinya: "Wahai kekasihku, wahai Muhammad, wahai pengantin tanah timur dan barat (sedunia)."
ﻳَﺎ ﻣُﺆَﻳَّﺪْ ﻳَﺎﻣُﻤَﺠَّﺪْ - ﻳَﺎ ﺇِﻣَﺎﻡَ ﺍﻟﻘِﺒْﻠَﺘَﻴْﻦِ
Arab latin: Yaa mu-ayyad yaa mumajjad, yaa imaamal qiblataini
Artinya: "Wahai Nabi yang dikuatkan (dengan wahyu), wahai nabi yang diagungkan, wahai imam dua arah kiblat."
ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﯼ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻳَﺴْﻌَﺪْ - ﻳَﺎﮔﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ
Arab latin: Man ra-aa wajhaka yas'ad, yaa kariimal waalidaini
Artinya: "Siapa pun yang melihat wajahmu pasti berbahagia, wahai orang yang mulia kedua orang tuanya."
ﺣَﻮْﺿُﻚَ ﺍﻟﺼَّﺎﻓِﯽ ﺍﻟﻤُﺒَﺮَّﺩْ - ﻭِﺭْﺩُﻧَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭِ
Arab latin: Haudlukash-shaafîl mubarrad, wirdunaa yauman-nusyuuri
Artinya: "Telagamu jernih dan dingin, yang akan kami datangi kelak di hari kiamat."
اَنْتَ لِلرُّسُلِ خِتَامُ - اَنْتَ لِلْمَوْلٰى شَكُوْرُ
Arab latin: Anta lirrusuli khitaamu anta lil maulaa syakuuru
Artinya: "Engkau penutup para Nabi, engkau syukur dari para hamba."
اَنْتَ غَفَّارُ الخَطَيَا - وَالذُّنُوْبِ المُوْبِقَاتِ
Arab latin: Anta ghaffaarul khathayaa wa dzunuubil muubiqaati
Artinya: "Engkau maha pengampun kesalahan-kesalahan dan dosa yang membinasakan."
اَنْتَ سَتَّارُ المَسَاوِي - وَمُقِيْلُ العَثَرَاتِ
Arab latin: Anta sattarul masaawi wa muqiilul 'atssaraati
Artinya: "Engkau Maha Penutup Aib-aib, dan pemaaf atas kesalahan-kesalahan."
عَالِمُ السِّرِّ وَاَخْفٰى - مُسْتَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
Arab latin: 'Aalimus sirri wa akhfaa mustajiibud da'awaati
Artinya: "Engkau Maha Tahu yang samar dan tersembunyi, yang mengabulkan doa-doa."
رَبِّ فَارْحَمْنَا جَمِيْعًا - بِجَمِيْعِ الصَّالِحَاتِ
Arab latin: Rabbi farhamnaa jamii'a bijamii'is shaalihaati
Artinya: "Ya Allah ya Tuhanku kasihilah kami semua dengan seluruh kebaikan-kebaikan."
وصلاة الله تغشا عد تحرير السطور أحمد الهادی محمد صاحب الوجه المنير
Arab latin: Wa shalâtullâhi taghsyâ 'adda tahrîris-suthûri Ahmadal hâdî Muhammad shāhibal wajhil munîri
Artinya: "Dan sholawat Allah semoga tercurah atas Ahmad sang petunjuk yaitu Nabi Muhammad pemilik wajah yang bersinar."
Mahalul Qiyam Dibaca Sambil Berdiri
Dikutip dari NU Online, berdiri ketika mahalul qiyam telah ada sejak ratusan tahun lalu dan dibahas para ulama. Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Zainal Abidin Syatha al-Dimyathi al-Bakri secara spesifik membahas terkait hal ini dalam kitab I'anah At Tholibin Jilid 3.
"Ada sebuah faidah, telah menjadi kebiasaan saat orang-orang mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini dianggap bagus, karena di dalamnya ada sebuah pengagungan terhadap nabi dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas Alim Ulama yang pantas untuk diikuti." tulisnya.
Syaikh Yusuf An Nabhani melalui kitab Jawahirul Bihar menyebut berdiri saat kisah kelahiran Rasulullah SAW dianggap sunnah.
"Telah menjadi tradisi, saat para penasehat menghaturkan bacaan maulid nabi, saat sampai pada kisah ibu nabi melahirkan nabi, orang-orang berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini bidah hasanah karena di dalamnya menampakkan kebahagiaan dan pengagungan pada nabi, bahkan dapat tergolong sunnah saat dilakukan dengan penuh rasa suka cita dan pengagungan pada nabi."
Selain itu, berdiri ketika mahalul qiyam tidak wajib tetapi dianjurkan. Namun, jika seseorang berdiri karena meremehkan keagungan sang nabi maka itu bisa menjadikannya kufur.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
MUI Minta Koruptor Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM