Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan di Makam Suci Imam Reza

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan di Makam Suci Imam Reza

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 11 Jul 2026 14:00 WIB
People carry the coffin of Irans late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, during his funeral procession, in Karbala, Iraq, July 9, 2026. REUTERS/Ahmed Saad     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Ahmed Saad
Jakarta -

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akhirnya dimakamkan pada Jumat dini hari waktu setempat di Makam Imam Reza, situs suci Syiah paling dihormati di negara itu. Pemakaman ini berlangsung lebih dari empat bulan setelah ia tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kediamannya di pusat Teheran pada 28 Februari lalu.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa jenazah Khamenei dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di kompleks keagamaan yang dikenal dengan kubah emas besar dan menara-menara berlapis emas.

Upacara pemakaman berlangsung tertutup, namun didahului oleh seminggu masa berkabung nasional dan serangkaian prosesi publik besar-besaran yang menyedot lebih dari 15 juta pelayat. Bahkan menurut perkiraan pihak Iran, jumlahnya bisa lebih dari dua kali lipat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putra dan Penerus Masih Tak Terlihat

Satu sosok yang mencolok absen dari seluruh rangkaian pemakaman adalah Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus resmi sang pemimpin tertinggi. Mojtaba belum pernah tampil di depan publik sejak serangan 28 Februari yang menewaskan ayahnya sekaligus menandai dimulainya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

ADVERTISEMENT

Pemakaman yang semula dijadwalkan berlangsung pada Maret tersebut sempat tertunda akibat situasi perang yang melanda Iran.

Rangkaian Prosesi Melintasi Dua Negara

Prosesi pemakaman resmi dimulai pekan lalu ketika puluhan ribu warga Iran berkumpul di kompleks Grand Mosalla, Teheran, tempat peti jenazah Khamenei disemayamkan. Sejumlah delegasi dari sekutu regional Iran turut hadir, di antaranya perwakilan Hamas dan Jihad Islam dari Gaza, Hizbullah dari Lebanon, serta Houthi dari Yaman.

Berikut rangkaian prosesi yang berlangsung selama sepekan:

Hari pertama-kedua: Kerumunan besar di Grand Mosalla, Teheran.
Hari ketiga (Senin): Sedikitnya 12 juta orang memadati jalanan Teheran saat peti jenazah diarak sejauh 10 km menuju Lapangan Azadi-lokasi yang selama ini menjadi panggung pertemuan massa terbesar Republik Islam sejak Revolusi 1979.
Hari keempat (Selasa): Ratusan ribu pelayat berkumpul di kota suci Qom.
Hari kelima (Rabu): Jenazah diterbangkan ke Irak dan diarak melalui Najaf serta Karbala, dua kota tersuci bagi umat Syiah.
Hari keenam (Kamis): Jenazah tiba kembali di Mashhad untuk prosesi pemakaman terakhir.

Dalam setiap prosesi, peti jenazah empat anggota keluarga Khamenei yang turut tewas dalam serangan udara tersebut juga diarak berdampingan dengan peti jenazahnya.

Ribuan pelayat berpakaian hitam memadati jalanan sambil mengibarkan bendera Iran, membawa foto mendiang Khamenei, dan mengangkat plakat merah bertuliskan slogan-slogan. Di sela-sela prosesi, massa berulang kali meneriakkan seruan balas dendam terhadap Presiden AS Donald Trump atas keterlibatannya dalam serangan yang menewaskan Khamenei, bahkan mengangkat plakat bertuliskan ancaman terhadap Trump.

Di titik akhir prosesi di Mashhad, kepadatan massa membuat truk pengangkut jenazah tidak dapat melintas, sehingga peti jenazah Khamenei akhirnya diangkut menggunakan helikopter menuju Makam Imam Reza, lokasi yang menurut wasiatnya sendiri dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.



(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads