Timwas DPR Puji Layanan Haji, Ada Jemaah Reguler Diinapkan di Hotel Bintang 5

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Timwas DPR Puji Layanan Haji, Ada Jemaah Reguler Diinapkan di Hotel Bintang 5

Irwan Nugroho - detikHikmah
Selasa, 19 Mei 2026 08:46 WIB
Timwas DPR Puji Layanan Haji, Ada Jemaah Reguler Diinapkan di Hotel Bintang 5
Ketua Timwas HajI DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal (peci putih) dalam rapat evaluasi penyelenggaraan haji Daker Madinah, Senin (18/5) Foto: Irwan Nugroho/detikcom
Madinah -

Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) menyelenggarakan evaluasi penyelenggaraan haji Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi. Timwas Haji DPR mengapresiasi pelayanan yang diberikan para petugas terhadap jemaah haji Indonesia.

"Pada hari ini, Timwas (Tim Pengawas DPR) pertama mengakhiri rangkaian pengawasan di daerah kerja Madinah dengan melakukan evaluasi penyelenggaraan haji tahap satu sebanyak 103.732 jemaah, yang pelayanannya sangat luar biasa dibanding dengan pelaksanaan haji-haji sebelumnya. Karena ada terobosan-terobosan baru bagaimana cara penanganan jemaah haji ini secara mengedepankan lebih familiar, kemudian juga dengan penuh hati melayani," kata Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal kepada wartawan usai rapat, Senin (18/5/2026).

Termasuk akomodasi baru dalam sejarah penyelenggaraan haji, yaitu adanya jemaah reguler Indonesia bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima daerah Markaziyah, seputaran Masjid Nabawi. Hotel-hotel itu antara lain Dar Al Iman InterContinental, Millennium Al Aqeeq, Hilton Madinah, Dar Al Taqwa, Sofitel, Millennium Taiba, InterContinental Dar Al Hijra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dipergunakan oleh jemaah reguler yang selama ini biasanya digunakan untuk jemaah plus atau PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus)," tandas Wakil Ketua DPR ini.

Jumlah jemaah haji yang wafat, menurut Cucun, dilaporkan menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 15 orang. Hal ini menunjukkan screening kesehatan yang betul-betul ketat dilakukan sejak keberangkatan. Petugas tidak asal memberangkatkan jemaah.

ADVERTISEMENT

"Tercatat di sini hanya sejumlah berapa tadi? 15 orang yang wafat. Termasuk juga jemaah yang betul-betul berisiko tinggi dan tidak bisa dilakukan untuk penyelenggaraan ibadah haji secara fisiknya, bisa safari wukuf ataupun juga badal, jumlahnya hanya tersisa tinggal 13 orang ya, hanya 13 orang," terang Cucun.

Sedangkan untuk katering, petugas pengawas katering juga langsung sigap begitu mendeteksi adanya makanan untuk jemaah haji kedapatan yang basi. Mereka langsung melaporkan kepada vendor penyedia katering dan makanan langsung diganti saat itu juga.

"Nah, kita dari DPR, Timwas Haji 2026 mengapresiasi kepada pemerintah, di bawah betul-betul Pak Presiden, Pak Prabowo ingin menghadirkan negara melayani kepada jemaah-jemaah haji yang umat Islam yang melaksanakan ibadah ini supaya bisa betul-betul nyaman dan merasakan bagaimana negara hadir melayani mereka itu, " pungkas Cucun.




(irw/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads