Sebanyak 25 persen dari total 221 ribu jemaah haji Indonesia merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta agar petugas memperlakukan jemaah lansia tersebut dengan baik dan penuh hormat.
"Termasuk juga lansia kita pastikan jumlah petugas yang melayani lansia itu harus betul-betul mengedepankan komunikasi secara psikologis, penghormatan terhadap orang-orang tua, dengan cara-cara yang lebih humanis," kata anggota Timwas Haji Maman Imanulhaq kepada wartawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (17/5/2026) menjelang keberangkatan Timwas Haji Tahap I hari kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman mengatakan, Timwas Haji DPR akan memprioritaskan pengawasan pelayanan terhadap jemaah lansia, kelompok disabilitas, dan juga jemaah haji perempuan. Ia mengapresiasi Kemenhaj atas transportasi khusus yang diberikan kepada jemaah lansia.
Beberapa waktu lalu, ia sempat mendengar ada tiga jemaah lansia perempuan yang sempat diganggu seseorang ketika suami mereka masuk masjid. Ketiga jemaah tersebut merasa ketakutan. Maman meminta hal tersebut tidak terjadi lagi dengan pendampingan yang melekat dari petugas.
"Oleh sebab itu saya yakin bahwa tagline ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan, itu bisa terpenuhi oleh kesiapan pelayanan yang terbaik, termasuk juga roadmap dari perjalanan. Dan juga kesiapan dari petugas-petugas, dari Kementerian Haji dan Umrah pada tahun ini," tandasnya.
(irw/kri)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026