Doa agar mendapat haji mabrur menjadi amalan yang dianjurkan selama musim haji berlangsung. Setiap jamaah tentu berharap ibadah hajinya diterima Allah SWT dan kembali dalam keadaan bersih dari dosa.
Tak hanya jamaah haji, keluarga yang berada di rumah juga dapat memanjatkan doa agar orang tercinta diberikan kesehatan, kemudahan ibadah, keselamatan, serta memperoleh predikat haji mabrur. Doa-doa tersebut menjadi bentuk dukungan dan harapan baik selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Pengertian Haji Mabrur
Pengertian haji mabrur dijelaskan dalam buku Tuntutan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Haji dan Umrah sebagai ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT serta penuh dengan nilai kebaikan. Predikat haji mabrur tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat haji, tetapi juga oleh keikhlasan hati serta ketaatan jamaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haji mabrur juga dapat terlihat dari perubahan sikap dan perilaku seseorang setelah kembali ke tanah air. Jamaah yang memperoleh haji mabrur diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik dalam ucapan, perbuatan, dan kehidupan sehari-hari.
Dalam Islam, haji mabrur merupakan tingkatan ibadah haji yang sangat mulia, bahkan balasannya adalah surga sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW.
الْحَيُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءُ إِلَّا الْجَنَّةُ
"Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur selain surga" (HR. Al-Bukhari)
Doa Agar Menjadi Haji Mabrur Untuk Diri Sendiri dan Keluarga
1. Doa Haji Mabrur Pertama
Mengutip buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut bacaan doa haji mabrur lengkap yang dapat diamalkan oleh jamaah maupun keluarga.
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا
Latin: "Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, kutukan bagi segala setan dan ridha bagi Allah Yang Maha Pengasih, Ya Allah Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sa'i yang diterima."
2. Doa Haji Mabrur Kedua
اللهم اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَعُمْرَةَنَا عُمْرَةً مَبْرُوْرًا، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةَنَا تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.
Latin: "Allahumaj'al hajjana hajjan mabruuraa, wa 'umratan 'umratan mabruuraa, wasa'yanaa sa'yan masykuuraa, wa dzanbanaa dzanban maghfuuraa, wa 'amalanaa 'amalan shaalihan maqbuulaa, wa tijaaratan lan tabuura, yaa 'aalima maa fish shudur akhrijnaa minadzh dzhulumaati ilan nuur."
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (baik dan diterima), umrah kami umrah yang mabrur, sa'i kami sa'i yang disyukuri, doa kami dosa yang diampuni, amal kami amal shaleh yang diterima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kedzaliman menuju cahaya (keimanan)."
3. Doa Haji Mabrur Ketiga
Doa ini dapat dibaca oleh keluarga atau kerabat yang ditinggalkan sebagai bentuk doa untuk jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji. Bacaan doa tersebut dikutip dari buku Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Khairul Amru Harahap.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ, وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Latin: Zawwadakallaahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal khaira hay-tsuma kunta.
Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada." (HR At-Tirmidzi)
4. Doa Haji Mabrur Keempat
Doa haji mabrur ini dikutip dari buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat oleh Ali Manshur, berikut bacaanya:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Latin: Allahummaj'alha hajjan mabruran wa dzanban maghfuran.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni."
Syarat Haji Mabrur
1. Niat Ikhlas karena Allah
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِحُ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
"Haji adalah kewajiban umat manusia (umat Islam) karena Allah, yaitu seseorang yang mampu melaksanakan perjalanan ke Baitullah " (QS. Ali Imran: 97)
Ibadah haji wajib dilaksanakan dengan niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT. Haji tidak seharusnya dilakukan untuk mencari pujian, popularitas, ataupun kebanggaan diri di hadapan manusia.
Keikhlasan menjadi salah satu kunci utama agar ibadah haji memperoleh predikat mabrur. Karena itu, setiap jemaah dianjurkan menjalankan ibadah dengan penuh kerendahan hati, kekhusyukan, dan ketenangan. Rasulullah SAW bahkan memohon kepada Allah agar hajinya dijauhkan dari sifat riya' dan mencari kemasyhuran.
عن أنس بن مالك رضي الله عنه ، قال: حج النبي صلى الله عليه وسلم على رَحْلٍ رَيَّ، وقطيفة تساوي أربعة دراهم، أو لا تساوي ثم قال: «اللهم حجة لا رياء فيها، ولا شمعة [رواه ابن ماجه ]
Dari Anas bin Malik ra., dia berkata, "Nabi SAW. menunaikan haji dengan mengendarai unta dan menghamparkan sehelai kain yang harganya kurang dari empat dirham, lalu beliau berdoa: 'Ya Allah, jadikanlah haji ini tanpa riya dan mencari kemasyhuran'. (HR. Ibn Majah nomor 2890).
2. Menjadikan Takwa sebagai Bekal Utama
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
"Dan persiapkanlah bekal. Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa" (QS: al- Baqarah: 197).
Takwa merupakan bekal terpenting dalam menjalankan ibadah haji. Haji tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan hati dan keimanan.
Bekal dalam ibadah haji tidak hanya berupa kebutuhan materi seperti biaya perjalanan, dokumen, dan perlengkapan, tetapi juga kesiapan batin untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh ketaatan. Dengan ketakwaan, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah secara lebih khusyuk dan memperoleh haji yang diterima Allah SWT.
3. Melaksanakan Rukun, Wajib, dan Sunnah secara Sempurna
Setiap jemaah haji dianjurkan mempelajari ilmu manasik sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pemahaman mengenai tata cara haji sangat penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Karena itu, selama masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah, jemaah dianjurkan terus mempelajari panduan manasik agar lebih memahami rukun, wajib, maupun sunnah haji. Rasulullah SAW bersabda:
خُدُوا عَنَى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلَى أَنْ لَا أَحْجٌ بَعْدَ حَجَّتِي هَذِهِ
"Ambillah proses manasik dariku. Karena aku tidak tahu apakah aku bisa haji lagi setelah haji ini atau tidak".
4. Menggunakan Biaya yang Halal
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيْبٌ لَا يَقْبَلْ إِلَّا طَيْبًا وَإِن َّ اللهَ أَمَر َ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَر َ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرَّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ وَقَالَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَتِبَاتِ مَا رَزَقْتَكُم)مَّ ذَكَر َ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَتْ أَعْبَرَ يَمْدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبِّهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسْهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّي يُسْتَجَابُ إِذَلِكَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasul SAW bersabda: "wahai manusia! Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. la memerintahkan pada orang-orang yang beriman apa yang diperintahkan pada para utusan. "Wahai para utusan, makanlah dari yang baik dan beramallah yang baik, karena sesungguhnya kami mengetahui apa yang kalian kerjakan." "makanlah dari yang baik atas apa yang Kami rezeqikan padamu." Kemudian Nabi menuturkan ada seorang laki- laki yang bepergian jauh, rambutnya acak- acakan dan kotor. Dia menengadahkan kedua tangannya keatas seraya berdo'a: Wahai tuhanku, wahai tuhanku", sedang yang dimakan dan yang diminum serta dan yang di pakai adalah berasal dari yang haram, mana mungkin doanya diterima" (HR. Muslim)
Biaya dan bekal haji sebaiknya berasal dari sumber yang halal serta terbebas dari hal yang haram maupun syubhat. Dalam Islam, Allah SWT hanya menerima sesuatu yang baik dan halal.
Karena itu, jemaah dianjurkan memastikan biaya perjalanan, makanan, pakaian, dan seluruh kebutuhan ibadah berasal dari rezeki yang baik agar ibadah haji yang dijalankan lebih sempurna dan penuh keberkahan.
5. Menjauhi Perbuatan Dosa dan Larangan Haji
الْحَبُّ أَشْهُرْ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجٌ فَلَا رَفَتَ وَلَا نُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجَ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمُهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَالرَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaku wahai orang-orang yang berakal." (QS Al Baqarah 197)
Selama menjalankan ibadah haji, jemaah dianjurkan menjaga perilaku dan menjauhi berbagai larangan yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Sikap seperti berkata kotor, berbuat maksiat, hingga bertengkar perlu dihindari agar ibadah tetap berjalan dengan khusyuk.
Dalam hadis sahih juga dijelaskan bahwa orang yang berhaji dan mampu menjaga diri dari perbuatan dosa akan kembali dalam keadaan suci seperti bayi yang baru dilahirkan.
من حج فَلَم يَرْفُتْ وَلَمْ يَفْسُقُ، رجع كيوم ولدثه أمه
Artinya: Barangsiapa berhaji kemudian dia tidak rafats, fusuq, maka ia kembali seperti dilahirkan ibunya (HR. Bukhari-Muslim).
6. Memperbanyak Zikir dan Doa
Ibadah haji hendaknya dipenuhi dengan zikir, doa, dan mengingat Allah SWT di setiap kesempatan. Mulai dari ihram hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, jemaah dianjurkan memperbanyak doa dan amal kebaikan.
Selain itu, jemaah juga perlu menjaga kekhusyukan dengan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat maupun sikap pamer. Dengan memperbanyak zikir dan doa, hati akan lebih tenang dan ibadah haji dapat dijalankan dengan lebih khusyuk serta penuh keikhlasan.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin