Jemaah Tunawicara Tak Perlu Ragu, Niat di Dalam Hati Tetap Sah!

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Jemaah Tunawicara Tak Perlu Ragu, Niat di Dalam Hati Tetap Sah!

Tri Aljumanto - detikHikmah
Senin, 11 Mei 2026 10:15 WIB
Jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah.
Jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah. Foto: Dok MCH 2026
Jeddah -

Menjalankan ibadah haji atau umrah adalah perjalanan spiritual yang sangat personal. Namun, sering kali muncul kekhawatiran di benak jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik seperti teman tuli atau tunawicara. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: bagaimana jika saya tidak bisa melafalkan niat dengan sempurna?

Menanggapi hal ini, Anis Dyah selaku PPIH Arab Saudi yang bertugas di bagian Pembimbing Ibadah, Daerah Kerja Bandara memberikan penjelasan yang sangat menyejukkan. Menurutnya, inti dari sebuah ibadah bukanlah pada kesempurnaan bunyi, melainkan pada ketulusan yang berakar di dalam jiwa.

Dalam wawancara santai di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah, Minggu (10/5/2026), Anis menjelaskan pada dasarnya niat adalah urusan hati. Meski untuk ibadah haji dan umrah disarankan untuk diucapkan sebagai bentuk syiar, hal itu bukanlah sebuah paksaan yang kaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Niat itu adanya di dalam hati. Kalaupun khusus untuk niat umrah dan haji ini sebisanya disuarakan untuk syiar. Tetapi dalam kondisi tertentu, seperti jemaah tunawicara atau tunarungu yang mengalami kesulitan berbicara, maka boleh dengan bahasa semampunya atau bahkan cukup di dalam hati saja," ungkap Anis.

Pesan ini menjadi pengingat penting bagi para jemaah bahwa Islam adalah agama yang sangat inklusif dan memahami kondisi setiap hamba-Nya. Anis menekankan keterbatasan fisik sama sekali tidak mengurangi nilai atau keabsahan ibadah seseorang.

ADVERTISEMENT

Anis mengutip prinsip dasar syariat yang sangat menyentuh, "Lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus'ahâ", Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

"Allah tidak membebani sebuah aturan syariat kecuali atas kemampuan hamba itu sendiri. Fattaqullâha mastatha'tum, silakan jalankan perintah Allah sesuai kemampuan saja," tambahnya.

Pesan dari Anis Dyah ini seolah mengajak kita semua untuk lebih mindful dalam beribadah. Di tengah persiapan fisik yang berat dan prosedur yang panjang, jemaah diingatkan untuk kembali ke esensi utama: ketenangan hati.

Bagi jemaah istimewa yang memiliki keterbatasan, tidak perlu ada rasa cemas atau merasa "kurang" saat tidak mampu melafalkan doa atau niat seperti jemaah lainnya. Karena pada akhirnya, bahasa hati adalah bahasa yang paling dipahami oleh Sang Pencipta.




(alj/kri)
Kabar Haji dari Tanah Suci

Kabar Haji dari Tanah Suci

376 konten
Seputar berita tentang jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci. detikHikmah akan mengabarkan kegiatan jemaah haji Indonesia dari awal hingga akhir musim haji.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads